14 Cara Budidaya Sawo dari Perawatan Sampai Panen

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Sawo adalah varietas tanaman buah yang banyak dibudidayakan terutama diindoneisa. Sawo memiliki buah berbentuk oval dan berwarna coklat. Ukuran buah kira-kira sesuai dengan ukuran telur ayam dan memiliki rasa manis saat matang. Buah sawo juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaan pasar cukup tinggi.

Idealnya pembuahan sawo berlanjut sepanjang tahun. Tetapi beberapa orang gagal menanam sawo ini. Hal ini bisa terjadi karena mereka kurang memperhatikan proses budidaya. Berikut adalah beberapa tips dan opsi bagaimana Sawo menghasilkan buah dan tumbuh secara optimal.

Budidaya-Sawo
Budidaya Sawo

Cara Budidaya Sawo

Syarat Tumbuh

Iklim

  1. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan suhu yang berbeda. Namun, suhu yang terlalu panas dapat mengganggu pertumbuhan Sawo.
  2. Curah hujan antara 1250 dan 2500 mm per tahun didistribusikan secara merata sepanjang tahun.
  3. Sawo cukup tahan terhadap gangguan angin.

Ketinggian

  1. Sawo masih bisa tumbuh hingga 900 m di atas permukaan laut, meskipun masih bisa tumbuh hingga 2500 m di atas permukaan laut.

Tanah

  1. Sawo tumbuh dengan baik di tanah aluvial dan tanah berpasir. Tanah liat masih sangat cocok selama drainase bagus.
  2. Sawo cukup tahan terhadap kekeringan.
  3. Sawo tumbuh dengan baik di tanah dengan kisaran pH 6-7.

Persiapan Bibit

Bibit yang ditanam biasanya adalah bibit pohon sawo yang berasal dari hasil cangkokan. Cara pencangkokan tanaman sawo untuk benih:

Pertama-tama siapkan alat dan bahan seperti: serat kelapa atau plastik, tali, pisau, cabang tua yang akan dicangkokkan dan juga media tanam dalam bentuk tanah yang dicampur dengan pupuk kandang. Kemudian kupas kulit cabang di sisi kerat dan lepaskan kambium dengan menggaruknya sampai cabang terlihat kering. Diamkan 3-5 hari.

Kemudian oleskan area bekas keratan atau sayatan kering dengan zat pertumbuhan akar, kemudian ambil pembungkus cangkok yang terbuat dari plastik atau serat kelapa, ikat di ujung bawah cabang dan kemudian masukkan media tanam dan biarkan mengeras, kemudian ikat kembali cabang-cabangnya dan dengan tali bagian atas juga buat bagian tengah pembungkus cangkok dan lubang kecil dengan jarum.

Bibit yang dicangkokkan akan berakar sekitar 1,5 hingga 3,5 bulan setelah proses pencangkokan. Setelah berakar potong bibit cangkok tepat dibawah bidang karatan cabang.

Penyemaian

Untuk penyemaian, Anda dapat menggunakan polybag dengan diameter 15 cm hingga 25 cm atau menyesuaikannya dengan ukuran bibit yang dicangkok. Untuk penanaman, media bisa dibuat dari campuran tanah dan pupuk. Tempatkan setengah dari media tanam dalam polybag.

Kemudian tanam bibit cangkok langsung di tengah polybag. Sebelum pencangkokan, pembungkus cangkok dihilangkan dan cabang berlebih, daun dan cabang sebagian dipotong untuk mengurangi penguapan. masukkan kembali media tanam tetapi tidak terlalu penuh sambil memadatkan tanah di pangkal batang.

Siramlah media tanam sampai cukup lembab dan simpan bibit di tempat yang teduh dan lembab. Tunggu sekitar 1 hingga 1,5 bulan untuk benih beradaptasi dan memiliki tunas dan akar baru. Benih yang dicangkokkan kemudian dapat dipindahtanamkan ke area penanaman yang sebenarnya.

Pengolahan Lahan Tanam

Gulma pada area tanam dibersihkan dahulu, kemudian dibuat lubang tanam dengan jarak antara lubang 10 x 10 m untuk lahan datar dan 7 x 8 m untuk lahan miring. Untuk ukuran lubang, jika tanah sudah gembur buat lubang sekitar 60 x 60 x 60 cm dan jika tanah memiliki lubang tanah berat, buat ukuran 100x100x100 cm.

Jangan lupa jika Anda membuat lubang untuk menanam tanah dan menggali tanah. Biarkan lubang tanam siap selama sekitar 2 minggu. Setelah sekitar 2 minggu, masukkan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang ke dalam lubang. Lalu biarkan kembali selama 1 hingga 2 minggu.

Proses Penanaman

Polybag pada bibit dilepaskan terlebih dahulu sebelum tanam, melepas polybag harus hati-hati agar akarnya tidak rusak dan media tanam tidak hancur. Tempatkan benih tepat di tengah-tengah lubang tanam yang disiapkan, tumpukan dengan tanah yang digali sebelumnya dan kemudian padatkan.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pemupukan

Lakukan pemupukan dalam 3 fase, yaitu fase adaptasi (0-3 tahun), fase vegetatif (4-7 tahun) dan fase reproduksi (usia> 15 tahun).

  1. Fase Adaptasi terdiri dari tanaman yang diberi pupuk dengan pupuk kandang dalam dosis sekitar 5 hingga 10 kg / lubang pada usia sekitar 0 hingga 3 tahun.
  2. Fase vegetatif adalah ketika tanaman diberi pupuk dengan pupuk urea, SP-36 dan KCl dengan dosis sekitar 3,5 kg urea, 1,5 kg SP-36 dan 1 kg KCl pada usia 4-7 tahun. Pemupukan terjadi 4 kali setahun.
  3. Fase reproduksi I diberi pupuk dengan urea, SP-36, KCL dan pupuk kandang dengan dosis sekitar 5 kg urea, 2 kg SP-36, 1,5 kg KCL dan 5 hingga 10 ketika tanaman berumur 8-14 tahun menjadi pupuk kandang kg . Pemupukan terjadi dua kali setahun.
  4. Tahap reproduksi II yaitu penanaman urea, SP-36, KCl dan pupuk kandang mulai umur 15 tahun, dipupuk dengan 7 kg urea, 3 kg SP-36, 2 kg KCl dan 20-30 kg pupuk kandang. Pemupukan terjadi dua kali setahun.

Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan pada tanaman gulma atau tanaman liar yang mengganggu. Penyemaian berlangsung sekitar. 1-2 bulan setelah masa tanam. Lakukan juga penyiangan terhadap hama seperti parasit jika ada.

Penjarangan Buah

lakukan penjarangan buah sehingga tanaman dapat menghasilkan buah-buahan berkualitas dan buah berukuran optimal.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan melawan hama dan penyakit. Ketika tanaman telah mencapai ketinggian 100-160 cm, lakukan pemangkasan untuk pertama kalinya sampai Tingginya mencapai 75-150 cm. Setelah satu tahun, tunas dipangkas untuk tumbuh dan kemudian dipotong lagi sampai tanaman mencapai 25-40 cm. Pemangkasan ini dilakukan pada musim hujan.

Panen

Tanaman sawo dapat berbuah dari usia 3 hingga 5 tahun, sedangkan jika teknik penyambungan buah ke tanaman sawo berlangsung dari 5 hingga 6 tahun. Buah yang berwarna coklat biasanya tidak matang pada saat yang sama atau tidak pada saat yang sama, sehingga panen harus dilakukan secara bertahap dengan memilih buah yang benar-benar tua.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya sawo semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: