19 Cara Budidaya Semangka Inul dan Perawatannya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Semangka Inul atau Semangka Pepaya hibrida adalah semangka yang bentuk dan ukurannya sama dengan pepaya. Bentuk semangka adalah oval dengan warna kulit hijau tua dan memiliki berat buah sekitar. 2,5 kg hingga 3,5 kg. Karena penampilannya yang unik, buah ini menarik untuk dikonsumsi.

Semangka jenis ini mendapat nama inul karena ukurannya yang kecil dan bentuknya oval. Semangka ini adalah semangka hibrida dengan kulit hijau gelap dan daging buahnya ada yang berwarna merah dan kuning yang manis.

Budidaya-Semangka-Inul
Budidaya Semangka Inul

Cara Budidaya Semangka Inul

Syarat Tumbuh

Tanaman ini paling cocok untuk dipelihara di media gembur yang kaya akan bahan organik dan memiliki pH sekitar 6-6.7. Jika pH tanah di bawah 5,5, itu harus ditaburi dengan dolomit yang cukup. Sedangkan jenis tanah terbaik yang ditanam dengan semangka adalah porous.

Semangka Budiddaya idealnya dilakukan di suatu daerah pada ketinggian sekitar 100-300 m di atas permukaan laut. Di lokasi-lokasi ini, kebutuhan air dalam semangka dapat dipenuhi dengan baik karena air tanah yang mengalir. Suhu udara antara 25 dan 28 derajat Celcius juga sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan semangka inul.

Keunggulan dan Keuntungan Budidaya Semangka Inul

Manfaat menanam semangka ini dibandingkan dengan jenis semangka bulat atau oval yaitu:

  1. Dapat menghemat lahan karena panjang tanaman ini lebih pendek dari semangka bulat
  2. Umur panen 1 minggu lebih cepat dari semangka bulat
  3. Perawatan yang lebih mudah dengan peluang hasil positif yang lebih besar
  4. Dapat membesarkan 2-3 buah sekaligus
  5. Lebih praktis dibawa dalam keadaan utuh

Persiapan Lahan Tanam

Semangka inul dapat ditanam di dataran sedang dan dataran tinggi pada ketinggian 2-500 meter.

Tanah di mana semangka ini dapat ditanam adalah tanah yang terkena sinar matahari selama minimal 8 jam sehari, memiliki tekstur tanah yang gembur, kaya akan nutrisi dengan pH normal sekitar 5,5 hingga 7,5 dan dari mana area penanaman harus agak jauh dari tepi pantai untuk menghindari aerosol air asin.

Pengolahan Lahan Tanam

Lahan tempat semangka ini ditanam harus diolah terlebih dahulu. Lakukan penggemburan tanah dengan membajak atau mencangkul. Tujuan dari penggemburan ini adalah agar tanah yang gembur dan kandungan nutrisi dalam tanah tercampur secara merata.

Dengan tanah gembur, akarnya berkembang dengan mudah. Cara melakukan penggemburan adalah:

  1. Cangkul atau bajak tanah untuk membuat alur tanam sedalam 20-30 cm.
  2. Alur tanam ini kemudian diolah menjadi bedengan pada jarak tertentu
  3. Bedengan terdiri dari sepasang alur dan kemudian memiliki jarak sekitar. 2 meter di antara bedengan.
  4. Ada jarak kira-kira 30 cm antara sepasang bedengan untuk pengairan
  5. Alur tanam dapat terpapar sinar matahari selama sekitar 3 hari (tidak termasuk musim hujan) untuk membunuh bakteri dan jamur patogen di tanah.
  6. Selanjutnya, jalur penanaman harus dibersihkan dari kerikil dan sisa-sisa akar. kemudian lahan dapat diberi pupuk.

Pemberian Pupuk Dasar

Pemupukan dasar ini dilakukan untuk bertindak sebagai pemasok utama nutrisi yang dibutuhkan semangka inul saat menanam di bedengan. Pupuk yang dapat digunakan untuk menyuburkan semangka inul adalah campuran pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, butiran organik dengan pupuk kimia seperti TSP, NPK, ZA, UREA. Cara mengaplikasikan pupuk dasar yang baik, yaitu:

Pertama periksa pH tanah dengan pH meter. Jika pH di bawah 5,5 atau tanahnya asam tambahkan kapur dolomit.

Siapkan pupuk kandang yang bisa berupa kotoran kambing, sapi atau ayam, Siram kotoran dengan larutan EM4, tutup dengan terpal dan diamkan selama 1 minggu.

Jika sudah, taburkan pupuk di atas area penanaman yang sudah disiapkan. Kemudian Anda bisa menaburkannya dengan pupuk kimia baik pupuk NPK atau campuran TSP dan ZA atau pupuk urea dengan perbandingan 2: 1. Bersamaan dengan penaburan pupuk kimia, taburkan pula insektisida lalu campur merata menggunakan cangkul.

Kemudian tutupi alur penanaman dengan tanah. Bentuk bedengan miring ke atas sehingga air tidak meluap saat disiram nanti. Untuk mencegah gulma tumbuh, gunakan plastik mulsa perak di permukaan bedengan. Kemudian sirami bedengan sehingga pupuk cepat terurai di dalam.

Persiapan Benih

Bibit semangka inul bisa didapat dari biji, bijinya bisa dibeli di toko-toko pertanian. Berikut cara pembibitan semangka inul:

  1. Siapkan tanah humus sebagai media tanam dalam pot tanaman atau polybag
  2. Masukkan tanah yang diayak ke dalam pot atau polybag
  3. Bibit yang diperoleh direndam dalam air bersih selama 1 malam
  4. Setelah direndam, benih ditutup dengan kain lembab selama 12 jam sampai muncul kecambah.
  5. Siram media tanam yang ada dalam pot, agar mudah dibuat lubang. kemudian lubangi bagian tengahnya kurang lebih sedalam 3 cm
  6. Tempatkan bibit semangka inul yang berkecambah dalam polybag atau pot tanaman dan tutupi dengan sedikit tanah. Tunggu sekitar 2 hari, maka benih akan tumbuh.
  7. Selama waktu ini, hindari bibit dari sinar matahari langsung. Setelah 5-7 hari, biji semangka dapat ditanam di bedengan atau setelah muncul daun tengahnya.

Proses Penanaman

Ketika semuanya sudah siap maka segera lakukan penanaman. Keluarkan kira-kira. Lubangi plastik mulsa bedengan dengan kayu dengan kedalaman sekitar 10 cm. Antara lubang tanam tersebut diiberi jarak sekitar 15 cm.

Larutkan NPK, insektisida, dan fungisida ke dalam air lalu kocorkan ke setiap lubang tanam. Lakukan pemindahan biji semangka di sore hari, setelah selesai tanam lakukan penyiraman segera.

Periksa 5 hari pertama dengan melakukan penyulaman pada bibit mati atau tumbuh dengan tidak normal.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pemupukan Susulan

Lakukan pemupukan susulan pertama ketika tanaman sekitar 7 hari setelah tanam, dan pemupukan kemudian dapat dilakukan setiap 7 hari. Pemupukan dilakukan dengan pupuk NPK. Pupuk NPK dilarutkan dalam air dengan dosis 1 gelas pupuk NPK dengan 35-40 liter air bersih.

Namun pada pemupukan ketiga, dll., Dosis NPK dapat ditingkatkan menjadi 2-3 cangkir, dengan interval pemupukan lebih jarang dan berlangsung setiap 10-14 hari.

Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin setiap 7 hari. Namun, jika buahnya seukuran telur ayam maka lakukan penyiraman setiap 5 hari.

Penyiangan

Meskipun bedengannya diberi mulsa, Lakukan penyiangan gulma pada jarak antara bedengan yang digunakan untuk pengairan. Kontrol gulma dapat dilakukan setiap 3-4 minggu. Sebagai aturan, pengendalian gulma dilakukan sebelum proses pemupukan untuk pembesaran buah.

Pengaturan Sulur

Tanaman semangka ini memiliki banyak sulur-sulur yang terdiri dari sulur-sulur primer yang terdiri dari 3 bagian yang membentuk huruf W dan sulur-sulur sekunder, yaitu sulur-sulur yang bercabang dari tiga sulur utama. Sulur yang tumbuh menyamping diarahkan ke depan yaitu 3 sulur utama yang dapat membentuk huruf W.

Pastikan tanaman tidak bersama-sama sebelum pemilihan buah selesai. Susunan sulur ini memfasilitasi pemilihan buah di kemudian hari.

Seleksi Bakal Buah

Setelah berumur sebulan, tanaman semangka inul ini biasanya mulai berbunga dan terdiri dari bunga jantan dan betina. Bunga jantan ini adalah bunga yang mengandung serbuk sari sedangkan bunga betina adalah bunga dengan putik dan ovarium.

Di musim kemarau, proses pemupukan lebih mudah daripada di musim hujan yang terkadang harus didukung dengan cara mengawinkan bunga secara manual.

Buah-buah terpilih yang memiliki potensi untuk tumbuh adalah buah-buah yang tumbuh jauh dari akar tanaman atau dari daun 11-14 dan terletak di 3 sulur utama (utama). Lebih baik membiarkan semua buah sampai ukuran telur ayam asli sebelum membuat pilihan sehingga buah-buah dapat diidentifikasi.

Ambil buah dari tanaman merambat sekunder ketika tidak ada buah di tanaman merambat primer, dan juga ambil buah yang dekat dengan akar jika ternyata buah pada daun 11-14. Pilih buah dengan bentuk yang proporsional. Tergantung pada kesehatan dan kesuburan tanaman, 2-3 buah dapat tetap berada di salah satu tanaman semangka ini sekaligus.

Perempalan Sulur Sekunder

Setelah memilih 2-3 semangka inul ini, maka lakukan perempalan pada sulur sekunder. Hal ini berguna untuk memfokuskan nutrisi akar pada sulur yang hanya berbuah. Lakukan perempalan di pagi hari dan sisakan minimal 1 daun pada pangkal sulur yang dipotong.

Pemberian Alas Pada Buah

Pemberian alas ini biasanya hanya disediakan untuk tanaman semangka di dataran rendah dengan tekstur tanah yang gembur, karena ada kekhawatiran bahwa buah-buah akan dikonsumsi uret dari bawah.

Gunakan alas tidak kedap air agar embun dan air hujan dapat menembus dan menembus tanah misalnya dalam kantong atau plastik yang diberi lubang.

Pembalikan Buah

Mungkin kita sering menjumpai semangka di satu sisi kulit berwarna putih kekuningan. Hal ini tidak berarti bahwa semangka sudah matang, tetapi mengindikasikan bahwa bagian tersebut belum pernah terkena sinar matahari.

Dalam semangka inul yang diekspor, petani membuat pembalikan buah secara berkala untuk mendistribusikan warna kulit buah hijau gelap secara merata tanpa bagian pucat. Pembalikan buah ini bisa dilakukan setiap 4-7 hari sekali.

Pemupukan Khusus Pembesaran Buah

Pemupukan terjadi 7-10 hari sebelum panen atau sekitar usia 40 hari. Untuk tujuan ini, pupuk NPK disemprotkan di antara bedengan bersamaan dengan proses pengairan. Pupuk NPK larut dan diserap ke seluruh bedengan. Hal ini akan dengan cepat membesarkan buah semangka.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit semangka inul terdiri dari serangga seperti lalat buah, uretra, kutu dan jamur seperti layu antraknosa, embun tepung, jamur daun dan sebagainya. Untuk mengobati hama dan penyakit ini juga dapat dilakukan dengan pestisida dan dosis yang sesuai.

Proses Panen

Semangka inul dapat dipanen setelah sekitar 50 hari. Buah yang matang ditandai dengan gagang buah yang mulai mengering. Semangka ini adalah tanaman khas di mana tanaman mati setelah panen.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya semangka inul semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya