11 Cara Menanam Selada (Lengkap Sampai Panen)

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang paling umum dijadikan salad dan juga dalam menu Gado-Gado tradisional Indonesia, selada adalah milik keluarga Compositae dan merupakan sayuran berumur semusim.

Tumbuhan ini berasal dari daerah beriklim sedang di kawasan Asia Barat dan Amerika Serikat sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara, termasuk negara-negara dengan iklim panas.

Cara-Menanam-Selada
Cara Menanam Selada

Di Indonesia, selada belum berkembang secepat jenis sayuran lainnya. Hanya daerah yang menjadi sentra produsen sayuran yang sebagian besar banyak ditanami selada.

Cara Menanam Selada

Syarat Tumbuh

Budidaya selada untuk dapat tumbuh membutuhkan lingkungan atau lokasi yang beriklim dingin atau sejuk pada suhu antara 15 dan 20 ° C. Tanah yang ideal untuk tanaman ini adalah tanah liat berpasir yang gembur dan subur dengan pH antara 5,0 dan 6,8, yang tidak mudah tergenang air dan mengandung banyak bahan organik. Karena tanaman selada tidak tahan terhadap hujan deras. maka harus ditanam pada akhir musim hujan.

Pemilihan Lahan

Budidaya tanaman selada sangat ideal di dataran tinggi atau di iklim dingin atau sejuk, karena ketika menanam di daerah panas, tanaman akan memiliki bentuk kecil dan cepat berbunga. Tanah yang digunakan sebaiknya tidak mudah tergenang air karena tanaman selada tidak tahan terhadap banjir atau hujan lebat. Tanah tersebut harus subur atau mengandung banyak bahan organik dan memiliki pH tanah netral.

Pembenihan dan Pembibitan

Tanaman selada dapat dihasilkan dari biji sebagai bibit atau langsung dengan bibit. Mengingat usia tanaman yang tidak terlalu lama disarankan untuk menggunakan benih berkualitas tinggi yang siap tanam untuk penanaman yang lebih efektif. Benih harus ditanam terlebih dahulu untuk perawatan intensif dan seleksi. pembibitan dapat dibuat dengan rockwoll. Setelah menjadi bibit atau sudah memiliki sekitar 5 daun, barulah dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Pengelolaan Lahan Tanam

Sebelum bibit dibawa ke lahan tanam, lebih baik lakukan pengolahan lahan terlebih dahulu dengan menggemburkan tanah. Bedengan juga harus dibuat untuk melancarkan masalah pemeliharaan dan penyiraman seperti drainase. Ukuran bedengan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, jarak antara tanaman selada dibuat berukuran 30 cm. Pastikan tanahnya subur atau nutrisi yang tersedia cukup untuk pertumbuhan awal tanaman.

Proses Penanaman

Mengingat tanaman selada yang tidak tahan hujan deras atau membutuhkan terlalu banyak air, tanaman harus ditanam di akhir musim hujan. Bibit siap dipindahkan ke lahan dengan hati-hati dan secepat mungkin ditanam untuk menghindari pembusukan tanaman.

Perawatan dan Pemeliharaan

Rawat tanaman selada dengan menyiraminya, menyiangi dan memastikan sistem drainase yang sangat baik untuk mencegah kegagalan panen! Anda dapat mencoba hal-hal berikut untuk merawatnya.

Penyiraman

Siramlah tanaman selada secara teratur yaitu dua kali sehari di pagi dan sore hari. Dalam cuaca hujan, Anda dapat mengurangi frekuensi penyiraman. Jagalah agar tanah tetap lembab.

Penyiangan

Penyiangan atau membersihkan tanaman liar di sekitar tanaman selada. Mengingat tanaman selada merupakan tanaman dengan akar yang dangkal, daya saingnya dalam menyerap nutrisi di tanah kurang dari tanaman gulmadi sekitarnya. Penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk menghindari kegagalan panen.

Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Disarankan untuk menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam, karena ini mudah terurai di tanah dan cepat dimanfaatkan oleh tanaman. Pemupukan ini dapat berlangsung 2 minggu setelah tanam atau ketika pertumbuhan tanaman tidak lagi optimal. Gunakan dosis yang tepat dengan perbandingan 2 ton pupuk kandang untuk satu hektar tanaman.

Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman juga penting. Tetapi hanya jika perlu ketika tanaman terlihat terserang. Gunakan pestisida nabati untuk menghasilkan tanaman selada yang segar dan sehat.

Proses Panen

Jika selada telah mencapai usia 40 hingga 60 hari sejak saat disemai, tanaman selada dianggap siap panen. Berikut ini adalah cara yang tepat untuk memanen selada.

  1. Cabut dan angkat selada sampai ke akarnya.
  2. Sortir daun selada segar.
  3. Jika ada tanaman selada yang layu atau kering, buang saja!
  4. Cuci tanaman selada dengan air mengalir sampai bersih.
  5. Pisahkan selada sesuai ukuran daun besar yang sama.
  6. Kumpulkan dalam keranjang yang bersih.
  7. Panen selada dengan gerakan cepat, pikirkan selada yang baik dipanen dalam waktu singkat.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam selada semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya