BeritaNasional

Air Mata Habib Aboe Bakar, Sampaikan Permintaan Maaf kepada Ulama Madura

140
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Bungabunga.co.id – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama di Madura setelah pernyataannya terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam peredaran narkoba menuai kontroversi.

Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan dalam rapat bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi Ario Seto. Dalam forum itu, Aboe Bakar menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam memerangi narkotika, termasuk antara BNN, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Namun, pernyataannya yang menyinggung kemungkinan adanya keterlibatan ulama dan lingkungan pesantren di Madura dalam jaringan narkoba memicu reaksi dari berbagai pihak.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf di Hadapan MKD

Dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan

Sebagai tindak lanjut atas polemik tersebut, Aboe Bakar dipanggil oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Kompleks Parlemen, Jakarta. Ia hadir untuk memberikan penjelasan terkait pernyataan yang beredar luas melalui potongan video rapat.

Usai menjalani pemeriksaan, Aboe Bakar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Madura, khususnya para ulama dan tokoh masyarakat.

Permintaan Maaf Disampaikan dengan Haru

Dalam pernyataannya, ia tampak emosional hingga menitikkan air mata. Ia mengakui bahwa cara penyampaiannya kurang tepat dan terkesan menggeneralisasi.

Aboe Bakar secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat di wilayah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menyudutkan atau merendahkan ulama maupun pesantren.

Tegaskan Tidak Ada Niat Menyinggung Ulama

Pernyataan Berangkat dari Keprihatinan

Aboe Bakar menjelaskan bahwa pernyataan tersebut lahir dari kekhawatirannya terhadap maraknya peredaran narkotika di Indonesia. Ia berharap aparat dan lembaga terkait dapat lebih waspada, termasuk di wilayah yang rentan.

Ia menegaskan bahwa para ulama adalah sosok yang dihormatinya, sehingga tidak mungkin dirinya berniat menyerang atau mendiskreditkan mereka.

Soroti Wilayah Rawan Peredaran Narkoba

Dalam rapat sebelumnya, ia juga menyinggung pentingnya pengawasan di daerah perbatasan dan wilayah pesisir yang kerap menjadi jalur distribusi narkotika. Menurutnya, perhatian serius perlu diberikan pada area tersebut untuk memutus rantai peredaran.

Jadi Pembelajaran untuk Lebih Berhati-hati

Aboe Bakar menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pengalaman penting bagi dirinya sebagai pejabat publik. Ia berjanji akan lebih cermat dalam menyampaikan pendapat, terutama di ruang terbuka yang dapat menimbulkan berbagai persepsi.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, ia juga berkomitmen menjaga etika, kehormatan, serta tanggung jawab dalam setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik.

Exit mobile version