Bungabunga.co.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa partainya merupakan organisasi politik yang inklusif dan mampu menerima berbagai latar belakang. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional Golkar 2026 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh dari partai turut hadir, termasuk pejabat kementerian dan pengurus partai.
Golkar Dinilai Menjunjung Tinggi Keberagaman
Persatuan di Tengah Perbedaan
Dalam sambutannya, Bahlil menekankan pentingnya persatuan meskipun masyarakat Indonesia memiliki latar belakang yang beragam. Ia mengingatkan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya seharusnya tidak menjadi alasan untuk terpecah.
Menurutnya, nilai persaudaraan sebagai bangsa harus menjadi landasan utama dalam kehidupan berpolitik maupun bermasyarakat.
Contoh Nyata di Lingkungan Parlemen
Ia juga menyinggung komposisi anggota di parlemen yang berasal dari berbagai agama. Hal tersebut, menurutnya, mencerminkan komitmen terhadap toleransi yang selama ini dijunjung oleh Golkar.
Bahlil menambahkan bahwa keberagaman tersebut bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun bangsa secara bersama.
Kisah Bahlil: Dari Papua Hingga Pimpin Partai
Bukti Keterbukaan Golkar
Bahlil mencontohkan perjalanan pribadinya sebagai bukti nyata bahwa Golkar memberi ruang bagi siapa saja. Ia yang berasal dari Papua bisa dipercaya memimpin partai besar di tingkat nasional.
Menurutnya, hal ini tidak mungkin terjadi jika Golkar tidak memiliki sikap terbuka dalam menerima perbedaan.
Ajakan untuk Generasi Muda
Dalam momentum perayaan Paskah tersebut, Bahlil juga mengajak generasi muda yang ingin berkontribusi dalam dunia politik untuk tidak ragu bergabung. Ia menegaskan bahwa Golkar terbuka bagi siapa pun yang ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa partai tersebut ingin menjadi wadah inklusif bagi seluruh elemen bangsa.
