Bungabunga.co.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemanfaatan motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya menuai sorotan. Salah satu opsi yang muncul adalah menyerahkan kendaraan tersebut kepada guru honorer di berbagai daerah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Yahya, aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara seharusnya tidak dibiarkan terbengkalai dan perlu dimanfaatkan secara optimal.
Komisi IX DPR Setuju Motor Listrik Dimanfaatkan untuk Kepentingan Masyarakat
Yahya mengungkapkan bahwa usulan pemanfaatan motor listrik pernah disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dalam rapat bersama Komisi IX DPR.
Motor Listrik Direncanakan untuk Guru Honorer
Dalam pertemuan tersebut, Agustina disebut menyampaikan gagasan agar kendaraan listrik yang sudah terlanjur dibeli dapat dihibahkan kepada para guru honorer yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia.
Yahya menilai langkah tersebut layak didukung karena kendaraan tersebut sudah dibayarkan menggunakan dana negara. Dengan demikian, aset tersebut dapat memberikan manfaat nyata dibandingkan tidak digunakan.
Yahya Zaini Kritik Pengadaan Motor Listrik Era Kepemimpinan Sebelumnya
Meski mendukung pemanfaatan aset yang sudah tersedia, Yahya mengaku sejak awal tidak sependapat dengan kebijakan pengadaan ribuan motor listrik yang dilakukan pada masa kepemimpinan BGN sebelumnya.
Dinilai Tidak Sesuai Kebutuhan Operasional
Menurutnya, para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas mengelola dapur program gizi tidak membutuhkan tingkat mobilitas tinggi dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Karena itu, ia menilai pengadaan sekitar 21 ribu unit motor listrik pada saat itu kurang relevan dengan kebutuhan lapangan.
DPR Mengaku Tidak Mendapat Informasi Pengadaan
Yahya juga menyoroti minimnya informasi yang diterima Komisi IX DPR terkait proses pengadaan kendaraan tersebut. Sebagai mitra pengawas BGN, pihaknya mengaku tidak pernah memperoleh laporan rinci sejak awal pelaksanaan program.
Selain itu, ia menyinggung adanya dugaan harga yang tidak wajar dalam pengadaan serta persoalan vendor yang disebut tidak memiliki jaringan dealer maupun layanan purnajual yang memadai.
Wakil Kepala BGN: Aset yang Sudah Dibeli Harus Dioptimalkan
Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa seluruh barang yang telah dibeli menggunakan anggaran negara perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Tidak Hanya Motor Listrik
Menurut Agustina, evaluasi yang dilakukan BGN tidak hanya mencakup motor listrik. Berbagai aset lain yang telah dibeli pada tahun 2025 juga akan dioptimalkan penggunaannya.
Beberapa di antaranya meliputi perangkat teknologi informasi, sistem Internet of Things (IoT), kamera pengawas (CCTV), hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Anggaran 2026 Akan Dievaluasi Lebih Ketat
Agustina menjelaskan bahwa BGN tengah melakukan penyisiran anggaran untuk tahun 2026. Program atau pengadaan yang memiliki fungsi serupa dengan aset yang sudah tersedia akan ditinjau ulang agar tidak terjadi pemborosan anggaran.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan dana negara sekaligus memastikan setiap aset yang telah dibeli dapat digunakan secara optimal.
BGN Fokus pada Efektivitas Penggunaan Uang Negara
BGN menegaskan bahwa prinsip utama yang digunakan saat ini adalah memaksimalkan seluruh aset yang sudah terlanjur dibeli dengan anggaran negara. Jika masih terdapat kebutuhan tambahan, pengadaan baru akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang benar-benar diperlukan.
Dengan pendekatan tersebut, BGN berharap pengelolaan anggaran dapat menjadi lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, termasuk melalui rencana hibah motor listrik kepada para guru honorer di daerah.









