Bungabunga.co.id – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) memberikan bantuan kaki palsu kepada seorang penyandang disabilitas asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangkaian kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi. Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi penerima manfaat untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan mandiri.
Korban Serangan Buaya Terima Bantuan Kaki Palsu Setelah Bertahun-Tahun Hidup dengan Keterbatasan
Rendi (53), warga Desa Lassa-Lassa, Kabupaten Gowa, menjadi salah satu penerima bantuan alat bantu disabilitas dari Kemensos. Ia kehilangan salah satu kakinya akibat serangan buaya yang dialaminya saat bekerja di Malaysia pada tahun 2015.
Bantuan Kaki Palsu Buka Harapan Baru bagi Rendi
Sejak mengalami amputasi, Rendi menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dengan bantuan kaki palsu yang diterimanya, ia berharap dapat kembali bergerak lebih leluasa dan menjalankan aktivitas produktif, termasuk bekerja di kebun.
Bantuan tersebut juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus berjuang demi masa depan keluarga dan anak-anaknya.
Bakti Sosial Terintegrasi Hadirkan Beragam Layanan Sosial untuk Masyarakat
Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa, Hasatama Hikmah, menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi merupakan upaya Kemensos dalam memperluas akses layanan sosial kepada masyarakat secara cepat dan menyeluruh.
Tersedia 14 Jenis Layanan Sosial dan Kesehatan
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bentuk bantuan dan pelayanan, antara lain:
- Operasi katarak
- Bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas
- Bantuan kewirausahaan
- Khitanan massal
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Bantuan nutrisi
- Dukungan bagi mantan penderita kusta
- Program rehabilitasi sosial lainnya
Program tersebut dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kesehatan dasar.
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Senilai Rp907 Juta di Kabupaten Gowa
Selain bantuan kaki palsu, Kemensos juga menyalurkan bantuan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dengan total nilai mencapai Rp907 juta bagi masyarakat Kabupaten Gowa.
Bantuan Menjangkau Berbagai Kelompok Rentan
Dana bantuan tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk:
- Operasi katarak
- Bantuan usaha ekonomi produktif
- Perlengkapan kebersihan diri
- Kebutuhan hidup layak
- Peralatan sekolah
- Alat bantu aksesibilitas
- Bantuan nutrisi
- Sarana kamar
- Program bebas pasung
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat sekaligus memperkuat kemandirian sosial dan ekonomi mereka.
Kolaborasi Pemerintah dan Berbagai Pihak Dukung Kesejahteraan Masyarakat
Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO), Anna Puspitasari, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa serta berbagai pihak yang turut menyukseskan pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
Bantuan Disalurkan Berdasarkan Data dan Sasaran yang Tepat
Menurut Anna, seluruh program bantuan yang diberikan berpedoman pada prinsip akurasi data, ketepatan sasaran, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Salah satu fokus yang turut diperkuat adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan sosial.
Kemensos berharap bantuan alat bantu disabilitas, bantuan usaha, serta kebutuhan dasar yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga penerima manfaat mampu hidup lebih mandiri dan meningkatkan taraf kesejahteraannya.
Komitmen Kemensos Perkuat Layanan Sosial bagi Kelompok Rentan
Melalui berbagai program rehabilitasi sosial dan bantuan langsung kepada masyarakat, Kemensos terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan bagi kelompok rentan. Bantuan kaki palsu yang diterima Rendi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana intervensi sosial dapat membantu masyarakat bangkit dari keterbatasan dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.
