BeritaNasional

Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Gianyar, Satu Orang Meninggal Dunia

189
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Bungabunga.co.id – Musibah longsor menimpa lokasi proyek di Kabupaten Gianyar pada Kamis siang (12/2/2026). Tiga pekerja dilaporkan tertimbun material tanah, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.05 Wita. Saat kejadian, para pekerja tengah melakukan pembersihan material senderan merajan atau area tempat suci milik warga setempat. Kondisi tanah yang masih tidak stabil diduga memicu longsoran susulan.

Kronologi Kejadian Longsor di Lokasi Proyek

Menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, ketiga pekerja berasal dari Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh. Material longsor tiba-tiba menimpa mereka ketika sedang bekerja di bagian bawah proyek.

Dua pekerja berhasil dievakuasi lebih cepat, sementara satu orang lainnya sempat terjebak di bawah timbunan tanah selama beberapa menit sebelum akhirnya dapat dikeluarkan.

“Laporan dari petugas di lapangan menyebutkan tiga orang tertimbun. Dua korban langsung dibawa ke rumah sakit, namun satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Satu korban lainnya hanya mengalami luka ringan,” ujar Kalaksa BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba.

Identitas Korban dan Kondisi Pekerja Selamat

Korban meninggal dunia diketahui bernama I Nyoman Sujana (46). Ia sempat dievakuasi dari timbunan tanah, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, dua pekerja lain yakni Ketut Warta (50) dan I Wayan Cenik (45) berhasil diselamatkan. Ketut Warta hanya tertimbun pada bagian kaki dan tidak mengalami luka serius. Sedangkan I Wayan Cenik yang tertimbun cukup banyak material tanah kini masih menjalani perawatan intensif di RS Arisanthi, Desa Mas.

Faktor Penyebab Longsor Masih Didalami

Longsor diduga dipicu oleh perbedaan ketinggian antara lokasi proyek dan rumah warga di atasnya. Proyek tersebut berada lebih dari empat meter di bawah permukiman, sehingga tembok penyengker merajan milik warga jebol dan memicu runtuhan tanah ke area kerja di bawah.

Pihak berwenang masih melakukan penanganan lanjutan serta mengimbau masyarakat dan pekerja proyek agar lebih waspada terhadap potensi longsor, terutama di wilayah dengan kontur tanah yang labil.

Exit mobile version