Bungabunga.co.id – Seorang narapidana yang dikenal sebagai pelaku salah satu kasus pembunuhan anak paling menggemparkan di Inggris, Ian Huntley, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan di dalam penjara dengan keamanan tinggi. Ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah mengalami luka serius akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi di HM Frankland Prison yang berada di wilayah Durham, Inggris bagian timur laut.
Serangan Terjadi di Penjara Keamanan Maksimum
Huntley Mengalami Luka Parah Usai Penyerangan
Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa Ian Huntley sempat dirawat di rumah sakit setelah diserang oleh sesama narapidana di dalam penjara. Namun, kondisi lukanya cukup serius sehingga akhirnya ia meninggal dunia pada Minggu pagi.
Serangan tersebut diketahui terjadi pada 26 Februari di dalam fasilitas penjara dengan tingkat keamanan tinggi. Setelah kejadian, Huntley langsung mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Penyelidikan terkait insiden penyerangan tersebut masih berlangsung, dan pihak kejaksaan akan mempertimbangkan kemungkinan tuntutan terhadap pelaku.
Kasus Pembunuhan Soham yang Menggemparkan Inggris
Korban Holly Wells dan Jessica Chapman
Nama Ian Huntley dikenal luas di Inggris setelah terlibat dalam pembunuhan dua anak perempuan berusia 10 tahun, yaitu Holly Wells dan Jessica Chapman.
Kedua sahabat tersebut menghilang pada 4 Agustus 2002 setelah meninggalkan acara barbeku keluarga di desa Soham, wilayah Cambridgeshire. Saat itu mereka pergi untuk membeli permen di sekitar desa.
Kasus hilangnya dua gadis tersebut memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan ratusan petugas kepolisian serta partisipasi masyarakat luas.
Foto kedua korban yang mengenakan kaus sepak bola Manchester United yang sama sempat menjadi simbol pencarian nasional dan dikenali oleh banyak warga di seluruh Inggris.
Jenazah Ditemukan Dua Pekan Setelah Hilang
Setelah pencarian intensif selama hampir dua minggu, jenazah Holly Wells dan Jessica Chapman akhirnya ditemukan di sebuah parit yang terletak beberapa mil dari lokasi terakhir mereka terlihat.
Pada saat kejadian, Ian Huntley bekerja sebagai penjaga sekolah dan awalnya tidak langsung dicurigai. Bahkan ia sempat tampil di media dan menyatakan kekhawatiran terhadap keselamatan kedua anak tersebut.
Namun penyelidikan polisi kemudian mengarah kepadanya, dan ia akhirnya dinyatakan bersalah dalam persidangan pada tahun 2003 serta dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Kasus Ini Mengubah Aturan Pemeriksaan Latar Belakang di Inggris
Peran Kekasih Huntley dalam Kasus
Dalam kasus tersebut, kekasih Huntley saat itu, Maxine Carr, yang bekerja sebagai asisten guru di sekolah tempat korban belajar, sempat memberikan alibi palsu untuk melindunginya.
Akibat perbuatannya tersebut, Maxine Carr dijatuhi hukuman penjara karena menghalangi proses peradilan. Setelah menjalani masa hukuman, ia kini diketahui hidup dengan identitas baru.
Memicu Reformasi Sistem Perlindungan Anak
Terungkapnya fakta bahwa Huntley sebelumnya pernah dilaporkan dalam beberapa kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan menimbulkan kritik besar terhadap sistem pemeriksaan latar belakang pekerja di sektor pendidikan.
Peristiwa ini akhirnya mendorong pemerintah Inggris untuk menerapkan kebijakan pemeriksaan riwayat kriminal bagi siapa pun yang bekerja dengan anak-anak.
Selama menjalani masa hukuman, Huntley diketahui beberapa kali menjadi target serangan di dalam penjara, termasuk insiden pada tahun 2005 dan 2010 yang juga menyebabkan luka serius.
