Bungabunga.co.id – Serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel kembali menghantam wilayah Lebanon bagian selatan. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sembilan orang yang berasal dari satu keluarga setelah sebuah rumah di Kota Majdal Selm terkena bom.
Informasi mengenai peristiwa ini disampaikan oleh media internasional Al Jazeera yang mengutip laporan dari National News Agency.
Serangan Hantam Rumah Warga di Majdal Selm
Menurut laporan National News Agency, serangan udara tersebut menghancurkan sebuah rumah di Kota Majdal Selm, yang berada di wilayah selatan Lebanon. Akibat serangan itu, sembilan anggota keluarga dilaporkan meninggal dunia.
Korban Didominasi Perempuan dan Anak-anak
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sebagian besar korban tewas merupakan perempuan dan anak-anak. Namun hingga kini belum ada rincian identitas korban yang disampaikan secara resmi.
Serangan ini menambah daftar panjang korban sipil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Serangan Juga Menyasar Beberapa Wilayah Lain
Selain Majdal Selm, serangan udara Israel juga dilaporkan menghantam beberapa wilayah lain di Lebanon selatan.
Reporter Al Jazeera di lapangan menyebutkan bahwa dua serangan udara juga terjadi di Kota Hanin. Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan menargetkan daerah Kfarjouz yang berada di wilayah Nabatieh.
Serangkaian serangan ini menunjukkan peningkatan intensitas operasi militer Israel di wilayah Lebanon dalam beberapa hari terakhir.
PBB Soroti Dampak Serangan terhadap Warga Sipil
Peningkatan serangan tersebut turut menjadi perhatian United Nations atau PBB. Lembaga internasional itu menilai warga sipil Lebanon menjadi pihak yang paling terdampak dalam eskalasi konflik yang terjadi.
Warga Sipil Dinilai Membayar Harga Mahal
Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyampaikan bahwa masyarakat sipil Lebanon kini menghadapi dampak yang sangat berat akibat serangan udara dan operasi militer yang meluas.
Juru bicara kantor tersebut, Ravina Shamdasani, menyebut banyak warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, terutama di wilayah pinggiran Beirut dan Lembah Bekaa.
Menurutnya, evakuasi massal yang terjadi membuat banyak warga kesulitan mematuhi perintah evakuasi secara efektif.
PBB Khawatir Terjadi Pengusiran Paksa
PBB juga menilai bahwa serangan terhadap bangunan tempat tinggal yang disertai perintah evakuasi berpotensi menimbulkan pengusiran paksa terhadap penduduk sipil, sesuatu yang dilarang dalam hukum humaniter internasional.
Ravina Shamdasani menegaskan bahwa situasi tersebut semakin memperparah penderitaan warga yang sudah lama hidup dalam kondisi konflik.
PBB pun mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah Lebanon.
