Bungabunga.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial di panggung internasional. Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Trump mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui bergabung dengan Dewan Perdamaian Dunia yang digagas Washington. Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap resmi Moskow yang masih menunggu kajian internal.
Trump Umumkan Dukungan Putin di Forum Davos
Dalam keterangannya kepada media internasional, Trump mengatakan bahwa undangan untuk Putin telah diterima dan Rusia disebut siap bergabung dengan dewan tersebut. Trump bahkan menyebut banyak pemimpin dunia lain juga telah memberikan respons positif, meskipun ia tidak merinci siapa saja yang dimaksud.
Trump menegaskan bahwa Dewan Perdamaian Dunia dibentuk untuk menyelesaikan konflik global dan memulihkan stabilitas kawasan yang dilanda perang. Dewan ini nantinya akan dipimpin langsung oleh Trump sebagai ketua sekaligus perwakilan Amerika Serikat.
Respons Rusia: Masih Dalam Tahap Kajian
Berbeda dengan klaim Trump, Presiden Putin menyampaikan bahwa pemerintah Rusia belum memberikan keputusan final. Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi nasional, Putin mengatakan Kementerian Luar Negeri Rusia telah diminta mempelajari dokumen resmi yang dikirimkan AS.
Rusia Pertimbangkan Sumber Dana Keanggotaan
Putin menyebut Rusia mungkin menggunakan aset negaranya yang saat ini dibekukan di Amerika Serikat untuk membayar biaya keanggotaan sebesar US$ 1 miliar jika akhirnya memutuskan bergabung. Dana tersebut juga diusulkan dapat digunakan untuk rekonstruksi wilayah terdampak konflik, termasuk dalam konteks perang Rusia-Ukraina.
Dewan Perdamaian Dunia Jadi Sorotan Global
Awalnya, Dewan Perdamaian Dunia dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Jalur Gaza pasca perang. Namun dalam piagam terbaru, cakupan dewan diperluas untuk menangani konflik global dan memulihkan pemerintahan yang stabil di negara-negara terdampak perang.
Negara Terbelah Menyikapi Usulan Trump
Sekitar 60 negara dilaporkan telah menerima undangan resmi dari AS. Sejumlah negara seperti Prancis dan Norwegia menolak bergabung karena khawatir dewan ini akan melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, negara-negara lain termasuk Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, hingga Uni Emirat Arab menyatakan kesiapan bergabung.
Para diplomat menilai inisiatif Trump ini berpotensi mengubah tatanan diplomasi global dan menimbulkan rivalitas baru dalam mekanisme penyelesaian konflik dunia.
Dunia Menanti Keputusan Akhir Rusia
Hingga kini, keputusan resmi Rusia masih ditunggu. Apakah Putin benar-benar akan bergabung atau justru menolak, menjadi penentu arah baru diplomasi internasional. Yang jelas, klaim Trump telah memicu perdebatan global dan menambah ketegangan dalam hubungan geopolitik dunia di awal 2026.
