BeritaInternasional

Zelensky Sebut AS Dorong Ukraina–Rusia Akhiri Perang pada Juni 2026

193
Sumber foto : Detik.com
Sumber foto : Detik.com

Bungabunga.co.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mendorong Kyiv dan Moskow untuk segera mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir empat tahun. Menurut Zelensky, Washington menargetkan kesepakatan damai bisa tercapai pada Juni 2026.

Dalam pernyataannya kepada media, Zelensky mengatakan pemerintah AS bahkan mengusulkan menjadi tuan rumah pertemuan langsung antara delegasi Ukraina dan Rusia. Lokasi yang ditawarkan berada di Florida, dengan kemungkinan digelar di Miami dalam waktu dekat.

“Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat mengajukan gagasan agar tim negosiasi Ukraina dan Rusia bertemu di wilayah mereka, kemungkinan di Miami, dalam satu minggu ke depan,” ujar Zelensky. Ia menambahkan bahwa AS berharap seluruh proses penyelesaian konflik dapat rampung pada Juni.

Upaya Mediasi AS Meningkat, Namun Masalah Wilayah Jadi Batu Sandungan

Amerika Serikat belakangan semakin aktif memimpin upaya diplomasi guna menghentikan perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Meski demikian, perbedaan pandangan antara Moskow dan Kyiv masih sangat tajam, terutama terkait persoalan wilayah.

Rusia Ngotot Kuasai Donetsk

Rusia, yang saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, bersikeras agar kawasan Donetsk di Ukraina timur sepenuhnya berada di bawah kendalinya sebagai bagian dari kesepakatan damai. Moskow bahkan mengisyaratkan akan merebut wilayah tersebut dengan kekuatan militer jika perundingan menemui jalan buntu.

Di sisi lain, Ukraina menilai penyerahan wilayah justru akan membuka peluang agresi lanjutan dari Rusia. Kyiv menegaskan tidak akan menyepakati perjanjian apa pun yang tidak memberikan jaminan keamanan jangka panjang.

Dua Putaran Negosiasi di Abu Dhabi Belum Beri Terobosan

Sebelumnya, AS telah memfasilitasi dua kali pertemuan antara Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi sejak Januari. Meski berhasil menjembatani pertukaran tahanan dalam jumlah besar, pembahasan terkait batas wilayah belum menghasilkan kemajuan berarti.

Baik pemerintah Rusia maupun Ukraina sama-sama mengakui bahwa jalannya perundingan masih penuh tantangan, terutama dalam mencari titik temu soal kedaulatan teritorial.

Exit mobile version