
Bungabunga.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meningkatkan penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat ke tahap penyidikan. Bersamaan dengan keputusan tersebut, lembaga antirasuah juga telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Meski demikian, KPK masih belum mengungkap siapa saja yang telah berstatus tersangka maupun rincian dugaan tindak pidana yang sedang diusut. Informasi lengkap mengenai identitas para tersangka dan konstruksi perkara dijadwalkan akan disampaikan dalam konferensi pers resmi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa keputusan menaikkan perkara ke tahap penyidikan diambil setelah tim penyidik melakukan gelar perkara pada Senin malam.
Delapan Orang Masih Jalani Pemeriksaan Intensif
Hingga saat ini, KPK masih memeriksa delapan orang yang diamankan dalam rangkaian operasi tersebut. Tujuh orang dibawa dari Lombok ke Gedung Merah Putih KPK, sedangkan satu orang lainnya diamankan di Jakarta.
Bupati Hingga Pejabat Daerah Diperiksa
Adapun pihak yang masih menjalani pemeriksaan meliputi Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat, Kepala Dinas PUPRPKP, seorang pihak swasta, serta tiga orang yang bertugas sebagai ajudan dan sopir bupati.
Selain itu, KPK juga mengamankan seorang pihak swasta di wilayah Jakarta pada Senin (20/7/2026). Seluruh pihak tersebut masih menjalani pemeriksaan guna mendalami dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.
Total 19 Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan
Dalam operasi tangkap tangan yang digelar di Lombok Barat, KPK mengamankan sebanyak 19 orang. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga kalangan swasta.
Menurut KPK, Lalu Ahmad Zaini diamankan di rumah dinasnya. Penindakan tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan suap yang berhubungan dengan sejumlah proyek pemerintah di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Dugaan Suap Berkaitan dengan Proyek Pemerintah Daerah
Penyidik menduga terdapat aliran penerimaan yang diterima bupati terkait pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dugaan tersebut kini menjadi fokus utama dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung.
KPK memastikan seluruh fakta dan peran masing-masing pihak akan diperdalam melalui pemeriksaan lanjutan sebelum menyampaikan perkembangan resmi kepada publik.
KPK Sita Uang Tunai dan Dokumen
Dalam operasi tersebut, tim penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara. Barang bukti yang disita antara lain uang tunai dalam mata uang rupiah serta berbagai dokumen yang diduga memiliki keterkaitan dengan proyek yang sedang diselidiki.
Seluruh barang bukti tersebut akan dianalisis untuk memperkuat proses pembuktian dalam penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Lombok Barat beserta sejumlah pihak lainnya.







