Bungabunga.co.id – Sebuah ledakan hebat melanda tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya, India timur laut, dan menewaskan sedikitnya 18 orang. Peristiwa tragis ini terjadi di Distrik East Jaintia Hills dan langsung memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh aparat setempat.
Kepolisian setempat menyampaikan bahwa hingga proses evakuasi sementara dihentikan, petugas telah menemukan 18 jasad korban dari lokasi kejadian. Selain korban jiwa, delapan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat dampak ledakan.
Tim penyelamat masih berupaya memastikan apakah masih ada pekerja yang terjebak di dalam tambang. Namun, pencarian terpaksa dihentikan saat hari mulai gelap dan direncanakan kembali dilanjutkan setelah bantuan dari badan penanggulangan bencana tingkat negara bagian dan pusat tiba.
Tambang “Lubang Tikus” Diduga Jadi Lokasi Ledakan
Metode Penambangan Berbahaya Masih Marak Dilakukan
Pejabat distrik setempat menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan tambang ilegal dengan metode “rat-hole mining” atau tambang lubang tikus. Teknik ini dilakukan dengan menggali lubang vertikal sempit yang kemudian bercabang menjadi terowongan kecil untuk mengambil batu bara dan mineral lainnya.
Praktik tersebut sebenarnya sudah dilarang sejak 2014 oleh pengadilan lingkungan federal India karena dinilai membahayakan keselamatan pekerja serta mencemari sumber air masyarakat. Meski demikian, aktivitas ini masih banyak ditemukan di wilayah Meghalaya, khususnya di East Jaintia Hills.
Dugaan Ledakan Dinamit dan Gas Beracun
Aparat Lakukan Penyelidikan Forensik Mendalam
Kepala kepolisian distrik mengungkapkan bahwa ledakan diduga dipicu oleh bahan peledak jenis dinamit. Setelah ledakan terjadi, api sempat menyala dan memicu penumpukan gas beracun di area tambang, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Meski begitu, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Menteri Utama Meghalaya, Conrad K. Sangma, memastikan pemerintah daerah telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas tragedi tersebut dan menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.
Perdana Menteri India Sampaikan Duka Cita
Keluarga Korban Akan Terima Santunan
Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Ia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.
Pemerintah juga mengumumkan bahwa setiap keluarga korban meninggal dunia akan menerima bantuan kompensasi sebesar 200.000 rupee atau sekitar 2.216 dolar Amerika Serikat.









