Bungabunga.co.id – Pemerintah Iran menyatakan tetap akan melanjutkan respons militernya terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi, saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.
Dalam percakapan tersebut, Araqchi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan menghentikan operasi militernya sampai tindakan yang dianggap sebagai serangan dari pihak lawan berhasil dihentikan.
Pernyataan ini muncul setelah sebuah rudal balistik yang diluncurkan Iran sempat melintas menuju wilayah udara Turki sebelum akhirnya dihentikan oleh sistem pertahanan udara milik NATO.
Rudal Iran Dihentikan Sistem Pertahanan NATO
Menurut laporan pihak Turki, rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Iran dan melintasi jalur udara melalui Irak serta Suriah sebelum menuju kawasan Mediterania timur. Sistem pertahanan udara NATO yang ditempatkan di wilayah tersebut kemudian berhasil mencegat dan menetralkan rudal tersebut.
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan bahwa rudal itu berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara aliansi militer tersebut sebelum mencapai target.
Diduga Menargetkan Pangkalan Militer di Siprus
Seorang pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa rudal tersebut sebenarnya diduga diarahkan menuju pangkalan militer di wilayah Siprus yang dikuasai oleh Yunani. Namun, rudal itu dilaporkan melenceng dari jalur sebelum akhirnya dicegat oleh sistem pertahanan.
Pecahan dari sistem pencegat kemudian ditemukan jatuh di wilayah Distrik Dortyol, Turki selatan, yang berada tidak jauh dari perbatasan Suriah.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan serius akibat insiden tersebut.
Turki Protes dan Panggil Duta Besar Iran
Menanggapi kejadian ini, pemerintah Turki memanggil duta besar Iran di Ankara untuk menyampaikan protes diplomatik. Langkah tersebut diambil karena rudal balistik tersebut sempat memasuki jalur udara yang mengarah ke wilayah Turki.
NATO Tegaskan Dukungan kepada Turki
Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa aliansi militer tersebut tetap memberikan dukungan penuh kepada semua negara anggotanya, termasuk Turki.
Ia juga menegaskan bahwa NATO akan terus memantau situasi keamanan regional menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Konflik ini sendiri semakin memanas setelah serangan militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian memicu serangkaian respons militer dari Teheran.









