Bungabunga.co.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan terkait potensi serangan terhadap sejumlah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan AS.
Dalam pernyataannya, pihak militer Iran meminta para pekerja yang berada di fasilitas-fasilitas tersebut untuk segera meninggalkan lokasi guna menghindari kemungkinan serangan.
Garda Revolusi Iran Keluarkan Peringatan Resmi
Peringatan tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melalui situs resmi mereka. Dalam pengumuman itu, IRGC menyebutkan bahwa area yang berkaitan dengan perusahaan Amerika berpotensi menjadi target dalam waktu dekat.
Pekerja Diminta Segera Tinggalkan Area
Garda Revolusi Iran juga mengimbau seluruh karyawan perusahaan yang berkaitan dengan Amerika Serikat agar segera dievakuasi dari wilayah yang berpotensi menjadi sasaran.
Menurut pernyataan tersebut, wilayah industri yang memiliki hubungan dengan kepentingan ekonomi Amerika dapat menjadi target serangan dalam waktu beberapa jam.
Sejumlah Perusahaan Teknologi Masuk Daftar Potensial
Meski tidak disebutkan secara resmi dalam pengumuman IRGC, kantor berita Iran Tasnim News Agency menyebutkan sejumlah perusahaan teknologi besar yang kemungkinan menjadi target.
Raksasa Teknologi Disebut dalam Daftar
Daftar yang beredar melalui Telegram tersebut mencantumkan beberapa perusahaan teknologi global seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Nvidia.
Fasilitas perusahaan-perusahaan tersebut yang berada di negara-negara kawasan Teluk disebut sebagai salah satu potensi sasaran.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai lokasi atau fasilitas spesifik yang akan menjadi target serangan.
Warga Sipil Juga Diminta Menjauh dari Area Industri
Selain pekerja perusahaan, Iran juga mengingatkan masyarakat sipil agar menjauh dari kawasan industri yang memiliki hubungan dengan perusahaan Amerika.
Langkah ini disebut sebagai upaya untuk meminimalkan risiko korban apabila serangan benar-benar terjadi.
Konflik Iran dan AS Masuki Pekan Ketiga
Peringatan tersebut muncul ketika konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah telah berlangsung selama hampir tiga pekan.
Situasi di kawasan masih sangat tegang dan hingga kini belum terlihat tanda-tanda bahwa konflik tersebut akan segera mereda.









