
Bungabunga.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pelaku penembakan dalam acara gala makan malam yang berkaitan dengan Gedung Putih meninggalkan sebuah manifesto yang berisi kebencian terhadap umat Kristen. Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip Agence France-Presse, Trump menyebut pelaku sebagai individu dengan kondisi mental yang bermasalah.
Menurut Trump, isi tulisan pelaku menunjukkan sentimen kebencian yang kuat terhadap kelompok agama tertentu, khususnya Kristen.

Keluarga Sempat Laporkan Perilaku Mencurigakan
Aduan Keluarga ke Aparat
Trump juga menyampaikan bahwa anggota keluarga pelaku sebenarnya telah lebih dulu merasa khawatir. Saudara pelaku disebut pernah melaporkan perilaku yang mengkhawatirkan kepada aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa tanda-tanda gangguan tersebut sudah terlihat sebelumnya, bahkan diakui oleh lingkungan terdekat pelaku.
Kronologi Evakuasi Saat Insiden
Tamu Diminta Berlindung
Saat insiden terjadi, para tamu yang hadir di dalam ruangan langsung diminta untuk berlindung. Mereka diarahkan untuk bersembunyi di bawah meja atau berbaring di lantai guna menghindari potensi bahaya.
Pejabat Tinggi Dievakuasi
Agen United States Secret Service dengan sigap mengevakuasi Trump bersama Ibu Negara Melania Trump dari atas panggung. Wakil Presiden JD Vance juga segera diamankan.
Selain itu, Ketua DPR Mike Johnson, Menteri Kesehatan Robert F Kennedy, serta Menteri Keuangan Scott Bessent turut dibawa ke lokasi yang lebih aman.
Identitas Pelaku dan Penanganan Kasus
Pelaku penembakan telah berhasil ditangkap oleh aparat. Ia diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun yang berasal dari negara bagian California.
Pihak berwenang saat ini masih mendalami motif serta latar belakang pelaku, termasuk isi manifesto yang disebut menjadi petunjuk utama dalam memahami aksi penembakan tersebut.







