Bungabunga.co.id – Dua warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dilaporkan ditahan tentara Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina. Keduanya merupakan relawan Dompet Dhuafa, yakni Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu yang berada di atas kapal Zapyro.
Penangkapan tersebut menambah jumlah WNI yang diamankan Israel dalam misi internasional itu menjadi tujuh orang.
Kapal Zapyro Dicegat Tentara Israel di Laut Mediterania
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengatakan proses pencegatan kapal disaksikan langsung melalui siaran langsung akun resmi Global Sumud Flotilla.
Menurut Harfin, kapal Zapyro yang membawa Herman dan Ronggo dihentikan oleh pasukan Israel saat menjalankan perjalanan kemanusiaan menuju Gaza.
Total Tujuh WNI Ditahan Israel
Harfin menjelaskan, sebelumnya sudah ada lima WNI lain yang lebih dulu ditangkap. Mereka terdiri dari aktivis kemanusiaan dan sejumlah jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi solidaritas internasional tersebut.
Beberapa nama yang disebut antara lain Andi Angga di kapal Josef, Bambang Noroyono dari Republika di kapal Bolarize, serta tiga jurnalis lain yakni Andre Prasetyo, Thoudy Badai, dan Heru Rahendro yang berada di kapal Ozgurluk.
Dengan bertambahnya Herman dan Ronggo, total WNI yang ditahan Israel kini mencapai tujuh orang.
Kemlu RI Konfirmasi Penambahan WNI yang Ditangkap
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membenarkan adanya penambahan WNI yang ditahan oleh tentara Israel dalam operasi pencegatan armada Global Sumud Flotilla 2.0.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyebut total terdapat sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut.
Dua WNI Masih Berada di Kapal Lain
Dari sembilan WNI itu, tujuh orang telah dilaporkan ditangkap Israel. Sementara dua WNI lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat dan belum dilaporkan ditahan.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi terkait keselamatan para WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Herman Ceritakan Detik-Detik Kejaran Kapal Israel
Sebelum akhirnya ditangkap, Herman Budianto sempat menceritakan kondisi menegangkan yang dialami para relawan di Laut Mediterania. Dalam konferensi video pada Senin (18/5/2026), ia mengaku melihat kapal perang Israel mendekati rombongan armada.
Menurut Herman, kapal perang Israel menurunkan beberapa sekoci untuk mengejar kapal-kapal relawan agar tidak melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
Relawan Gunakan Strategi Menyebar
Herman menjelaskan, kapal-kapal relawan mencoba menghindari pengejaran dengan bergerak ke berbagai arah. Strategi tersebut dilakukan agar armada tidak mudah dikepung dalam satu titik.
Kapal Zapyro yang ditumpanginya bersama Ronggo sempat berhasil lolos dari pengejaran dengan melakukan manuver penghindaran.
Namun situasi di laut disebut sangat mencekam karena kapal-kapal relawan harus terus berpindah jalur sambil menjaga komunikasi untuk berkumpul kembali di titik yang telah disepakati.
Misi Global Sumud Flotilla Jadi Sorotan Dunia
Global Sumud Flotilla 2026 merupakan misi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan dan dukungan solidaritas untuk warga Gaza. Armada tersebut diikuti aktivis, relawan, hingga jurnalis dari berbagai negara.
Pencegatan dan penangkapan terhadap sejumlah peserta misi, termasuk WNI, kini menjadi perhatian publik internasional dan memicu berbagai reaksi dari organisasi kemanusiaan dunia.









