Bungabunga.co.id – Sedikitnya 15 warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, dievakuasi setelah terdampak asap tebal akibat kebakaran yang terjadi pada Selasa (30/6/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memprioritaskan evakuasi terhadap kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu rumah tangga, serta anak-anak. Mereka dipindahkan ke kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, sebagai lokasi penampungan sementara yang dinilai lebih aman dari paparan asap.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berstatus Siaga I
Petugas Berupaya Mencegah Api Meluas
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa kebakaran masih berada dalam status Siaga I. Hingga malam hari, sejumlah titik api masih aktif sehingga proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan.
Fokus utama petugas saat ini adalah mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke wilayah permukiman maupun area lain di sekitar lokasi pembuangan sampah.
Menurut data sementara, luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar empat hingga lima hektare.
Tumpukan Sampah Menjadi Kendala Pemadaman
Proses pemadaman menghadapi tantangan cukup besar karena kondisi TPA yang memiliki tumpukan sampah menyerupai perbukitan. Kendaraan pemadam kesulitan menjangkau titik api yang berada di bagian atas.
Selain medan yang sulit dilalui, kepulan asap pekat juga menghambat petugas untuk mengakses lokasi kebakaran secara langsung meskipun selang pemadam telah diperpanjang.
BPBD Ajukan Bantuan Helikopter Water Bombing ke BNPB
Dukungan Udara Diharapkan Percepat Penanganan
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BPBD Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan yang diajukan berupa helikopter water bombing agar penyiraman air dapat dilakukan dari udara.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi mengingat keterbatasan armada darat dalam menjangkau titik-titik api yang berada di area sulit.
Puluhan Personel dan Armada Masih Dikerahkan
Sambil menunggu respons dari BNPB, proses pemadaman tetap dilakukan secara maksimal menggunakan sumber daya yang tersedia. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 45 personel terus bekerja untuk mengendalikan kobaran api.
BPBD juga memastikan pasokan air untuk pemadaman masih dapat diakses meski jalur menuju sumber air memiliki lebar yang terbatas.
Keselamatan Warga Menjadi Prioritas Utama
Evakuasi warga terdampak dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi sekaligus mengupayakan percepatan pemadaman agar kondisi di sekitar TPA Jatiwaringin kembali aman bagi masyarakat.
