Bungabunga.co.id – Penembakan kembali mengguncang kawasan sekitar Konsulat Amerika Serikat (AS) di Toronto, Kanada, pada Minggu (26/7) waktu setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Kepolisian Toronto langsung bergerak setelah petugas yang berada di sekitar lokasi mendengar suara letusan senjata api. Sesaat kemudian, sebuah mobil sedan berwarna putih terlihat meninggalkan area kejadian dengan kecepatan tinggi.
Hingga kini, aparat masih memburu pelaku yang diduga melarikan diri menggunakan kendaraan tersebut. Polisi juga belum mengumumkan identitas maupun jumlah orang yang terlibat dalam aksi penembakan tersebut.
Polisi Temukan Selongsong Peluru di Lokasi
Usai menerima laporan, petugas segera menutup area di sekitar Konsulat AS dengan memasang garis polisi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan sejumlah selongsong peluru yang kini dijadikan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut.
Dalam keterangannya melalui media sosial X, Kepolisian Toronto menyatakan bahwa petugas mendengar suara tembakan sebelum melihat sedan putih meninggalkan lokasi.
Meski penembakan terjadi di kawasan diplomatik, polisi memastikan tidak ada warga maupun petugas yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut.
Konsulat AS Apresiasi Respons Cepat Kepolisian Toronto
Pihak Konsulat Amerika Serikat menyampaikan penghargaan kepada Kepolisian Toronto atas tindakan cepat dalam menangani situasi tersebut. Respons sigap aparat dinilai berhasil mengamankan lokasi dan memulai penyelidikan segera setelah insiden berlangsung.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku serta mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut.
Insiden Kedua dalam Empat Bulan Terakhir
Peristiwa ini menjadi kasus penembakan kedua yang menyasar area sekitar Konsulat AS di Toronto dalam empat bulan terakhir.
Sebelumnya, pada 10 Maret, dua pria melepaskan beberapa tembakan ke arah gedung konsulat. Saat itu, aparat mengategorikan kasus tersebut sebagai bagian dari insiden yang berkaitan dengan keamanan nasional.
Setelah kejadian tersebut, pengamanan di sejumlah fasilitas diplomatik Amerika Serikat dan Israel di Toronto diperketat seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik di Timur Tengah.
Polisi Masih Dalami Kemungkinan Keterkaitan dengan Kasus Lain
Dalam perkembangan penyelidikan kasus penembakan pada Maret lalu, polisi menangkap dua pria berusia 18 dan 19 tahun pada Juni. Keduanya diduga direkrut untuk melakukan aksi kekerasan, meski penyidik belum mengungkap siapa pihak yang merekrut maupun tujuan di balik aksi tersebut.
Selain itu, Kepolisian Toronto juga sedang menyelidiki sejumlah penembakan lain yang memiliki pola serupa, termasuk insiden di sebuah sinagoge pada 2 Maret. Aparat menduga terdapat kesamaan modus operandi sehingga seluruh kasus tersebut masih terus dianalisis untuk mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan.
