Bungabunga.co.id – Viralnya video hiburan biduan yang berjoget di atas panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur, memicu gelombang reaksi dari masyarakat. Acara yang seharusnya menjadi momen refleksi spiritual justru menuai kritik karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Salah satu respons datang dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menegaskan pentingnya menjaga kesakralan acara keagamaan.
Muhammadiyah: Peringatan Agama Harus Dijaga Martabatnya
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai bahwa pencampuran acara keagamaan dengan hiburan yang bersifat joget dan musik tidak mencerminkan adab dalam memperingati hari besar Islam.
Menurut Dadang, peringatan keagamaan seperti Isra Mikraj semestinya difokuskan pada penguatan iman dan pemahaman spiritual umat, bukan hiburan yang berpotensi mengalihkan makna utama acara. Ia mengingatkan para penyelenggara kegiatan agar lebih bijak dalam menentukan rangkaian acara, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Imbauan Agar Hiburan Dipisahkan dari Acara Inti
Lebih lanjut, Dadang menyarankan agar jika panitia ingin menghadirkan hiburan, maka sebaiknya dilakukan di luar rangkaian utama kegiatan keagamaan. Pemisahan ini penting untuk menjaga kehormatan dan kekhusyukan acara, sekaligus mencegah kesalahpahaman publik.
Ia juga menekankan bahwa penyelenggara kegiatan keagamaan memiliki tanggung jawab moral agar acara tidak berubah menjadi sesuatu yang justru dipandang tidak pantas atau mencederai nilai agama.
Panitia Akui Kesalahan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Menanggapi kegaduhan yang muncul, Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa hiburan biduan memang digelar, namun ditegaskan bahwa acara tersebut berlangsung setelah acara inti selesai.
Hadiyanto menyebutkan bahwa seluruh tamu undangan, tokoh agama, serta kiai telah meninggalkan lokasi saat hiburan berlangsung. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif spontan panitia sebagai bentuk hiburan internal, bukan bagian dari rangkaian peringatan keagamaan.
Klarifikasi Disampaikan ke Publik Lewat Video Resmi
Sebagai bentuk tanggung jawab, panitia telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi yang direkam di Polsek Songgon. Dalam video tersebut, panitia menyatakan penyesalan dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggelar kegiatan serupa di masa mendatang.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa penyelenggaraan acara keagamaan membutuhkan sensitivitas tinggi terhadap nilai-nilai sosial dan agama. Dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang baik, polemik semacam ini diharapkan tidak terulang kembali.
