Bungabunga.co.id – Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Insiden tersebut diduga terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat.
Dari rekaman CCTV yang beredar, pelaku diduga lebih dari satu orang dan menggunakan sepeda motor saat menjalankan aksinya. Berikut rangkuman perkembangan terbaru dari penyelidikan kasus tersebut.
Metode Ilmiah Jadi Andalan Polisi
1. Pendekatan Scientific Crime Investigation
Polda Metro Jaya menegaskan penggunaan metode penyelidikan berbasis ilmiah untuk mengungkap kasus ini. Proses tersebut meliputi pemeriksaan korban, pengumpulan keterangan saksi, olah TKP, hingga analisis barang bukti secara forensik.
Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap temuan memiliki dasar fakta dan bukti yang kuat.
2. Penanganan Dilakukan Secara Hati-hati
Pihak kepolisian menyatakan bahwa seluruh proses penyelidikan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Informasi yang disampaikan ke publik dipastikan telah diverifikasi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
Komitmen transparansi dan profesionalitas juga ditekankan dalam penanganan kasus ini.
Jejak Pelaku Mulai Terungkap
3. Rute Pergerakan Pelaku Teridentifikasi
Dari hasil analisis CCTV di berbagai titik, polisi berhasil memetakan jalur yang dilalui pelaku sebelum dan sesudah kejadian. Pergerakan mereka terdeteksi sejak dari wilayah Jakarta Selatan hingga ke lokasi kejadian di Salemba.
Pelaku diketahui sempat melintasi kawasan Gambir, Juanda, hingga Tugu Tani sebelum akhirnya mengikuti korban.
4. Dibentuk Tim Gabungan
Untuk mempercepat pengungkapan, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Polres Metro Jakarta Pusat, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta Bareskrim Polri.
Tim ini juga menganalisis puluhan rekaman CCTV dari berbagai sumber, termasuk milik pemerintah dan masyarakat.
5. Pelaku Diduga Sudah Membuntuti Korban
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku telah mengikuti aktivitas korban sebelum penyerangan terjadi. Korban sempat menghadiri kegiatan di kawasan Diponegoro sebelum akhirnya dibuntuti hingga lokasi kejadian.
Detail Pelaku dan Modus Operasi
6. Empat Orang Pelaku Gunakan Dua Motor
Polisi mengungkap bahwa terdapat empat orang terduga pelaku yang beraksi menggunakan dua sepeda motor. Setelah melakukan penyerangan, mereka melarikan diri ke arah berbeda untuk menghindari kejaran petugas.
7. Penyebaran Konten AI untuk Mengelabui
Beredarnya foto dan video yang diduga pelaku di media sosial ternyata mengandung unsur manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Polisi menduga hal ini sengaja dilakukan untuk mengacaukan proses penyelidikan.
Masyarakat pun diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Pengumpulan Bukti Terus Dilakukan
8. Barang Bukti Diuji Laboratorium Forensik
Polisi tengah melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah barang bukti, termasuk wadah cairan kimia dan helm yang ditemukan di lokasi. Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi sidik jari serta DNA pelaku.
9. Helm Diduga Milik Pelaku Ditemukan
Selain barang milik korban, penyidik juga menemukan helm yang diduga digunakan pelaku. Helm tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku.
Pemeriksaan Saksi dan Pendalaman Kasus
10. Tujuh Saksi Sudah Diperiksa
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi yang terdiri dari pelapor, saksi di lokasi kejadian, serta pihak terkait lainnya. Pemeriksaan masih terus berlanjut untuk memperkuat alat bukti.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) guna memastikan perlindungan bagi para saksi.
Polisi Berkomitmen Ungkap Kasus Hingga Tuntas
Polda Metro Jaya menegaskan akan terus mengembangkan penyelidikan hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap. Pendekatan profesional, transparan, dan berbasis bukti menjadi prioritas dalam pengungkapan kasus ini.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.









