Bungabunga.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai perhatian setelah melontarkan candaan sensitif saat menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih. Ucapan tersebut berkaitan dengan peristiwa bersejarah Pearl Harbor yang masih menjadi topik sensitif bagi Jepang.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Oval, Washington DC, Trump menjelaskan kepada awak media alasan di balik tidak diberitahukannya sekutu sebelum operasi militer AS bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Ia menyebut unsur kejutan sebagai faktor penting dalam strategi tersebut.
Namun, pernyataan itu diikuti dengan komentar bernada sindiran yang mengaitkan Jepang dengan kejutan militer di masa lalu. Trump bahkan sempat menyinggung langsung peristiwa Pearl Harbor sambil menatap Takaichi.
Reaksi PM Jepang yang Terlihat Berubah
Mendengar pernyataan tersebut, Takaichi tidak memberikan tanggapan verbal. Namun, ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya menunjukkan ketidaknyamanan. Ia tampak bergeser di kursinya dan menahan reaksi di tengah situasi yang disaksikan banyak jurnalis dari kedua negara.
Momen tersebut langsung menjadi sorotan karena menyangkut isu sejarah yang sensitif, terutama mengingat hubungan erat antara Jepang dan Amerika Serikat saat ini sebagai sekutu strategis.
Sejarah Pearl Harbor yang Masih Sensitif
Serangan yang Mengubah Jalannya Perang Dunia II
Peristiwa Attack on Pearl Harbor terjadi pada 7 Desember 1941 ketika Jepang melancarkan serangan mendadak ke pangkalan militer AS di Hawaii. Serangan ini menewaskan lebih dari 2.400 orang dan menjadi titik balik yang mendorong Amerika Serikat masuk ke Perang Dunia II.
Presiden AS saat itu, Franklin D. Roosevelt, menyebut kejadian tersebut sebagai hari yang penuh kehinaan dalam sejarah negaranya.
Dampak Jangka Panjang bagi Jepang dan AS
Sebagai balasan, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, yang menjadi satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata hingga kini. Peristiwa tersebut meninggalkan luka sejarah yang mendalam bagi Jepang.
Meski demikian, kedua negara kemudian membangun hubungan diplomatik dan militer yang kuat, menjadikan isu sejarah perang sebagai hal yang tetap sensitif dalam interaksi politik modern.
Trump Kerap Singgung Isu Sejarah Dunia
Komentar Serupa ke Pemimpin Jerman
Ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait sejarah. Dalam pertemuan sebelumnya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, ia sempat menyinggung peristiwa pendaratan Sekutu di Normandia saat D-Day.
Trump menyebut momen tersebut bukan hari yang menyenangkan bagi Jerman, yang kemudian dijawab Merz sebagai peristiwa pembebasan dari rezim Nazi.
Sikap Tegas Trump soal Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Iran. Ia mengklaim bahwa negara tersebut berada di ambang kepemilikan senjata nuklir, meskipun pernyataan itu tidak sepenuhnya didukung oleh pengawas nuklir internasional.
Trump bahkan menyerukan perubahan di dalam pemerintahan Iran, meski belum secara resmi menetapkan perubahan rezim sebagai tujuan kebijakan luar negerinya.









