Bungabunga.co.id – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan hadir dalam agenda penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2026 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Kehadiran Jokowi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh peserta.
Jokowi Bertolak dari Semarang ke Makassar Jumat Malam
Jokowi direncanakan mendarat di Kota Makassar pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Dari informasi panitia daerah PSI Sulsel, Jokowi berangkat langsung dari Semarang dan tiba sekitar pukul 20.35 WITA.
Setibanya di Makassar, Jokowi akan langsung menuju Hotel Claro di Jalan AP Pettarani, lokasi pelaksanaan Rakernas PSI 2026. Namun, agenda malam itu hanya difokuskan untuk beristirahat sebelum kegiatan utama keesokan harinya.
Arahan Jokowi Dijadwalkan Pagi Hari
Pada Sabtu pagi, rangkaian Rakernas akan diawali dengan rapat pleno hasil sidang internal partai. Setelah itu, Jokowi dijadwalkan menyampaikan arahan sekitar pukul 11.00 WITA.
Usai pengarahan dari Jokowi, acara akan dilanjutkan dengan sesi jeda sebelum akhirnya Rakernas resmi ditutup.
Jokowi Beri Motivasi dan Penguatan Menjelang Pemilu 2029
Kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI 2026 bukan sekadar simbolis. Ia dijadwalkan menyampaikan kuliah umum sekaligus membagikan pengalaman politik kepada jajaran pengurus, kepala daerah, serta anggota legislatif PSI.
PSI sendiri mengundang Jokowi sebagai tokoh kehormatan sekaligus figur ideologis partai. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi disebut akan memberikan pesan strategis terkait kesiapan PSI menghadapi Pemilu 2029.
Dukungan Jokowi untuk PSI Terus Ditegaskan
Pimpinan PSI menegaskan bahwa kehadiran Jokowi merupakan wujud komitmen nyata dalam mendukung perjuangan partai. Sikap ini sebelumnya juga disampaikan Jokowi saat Kongres PSI di Solo pada pertengahan 2025, di mana ia menyatakan siap terlibat penuh membantu PSI berkembang ke depan.
Arahan Jokowi di Rakernas Makassar kali ini diharapkan menjadi suntikan semangat sekaligus panduan bagi seluruh kader dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan strategi politik nasional.









