
Bungabunga.co.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Perusahaan pelat merah ini berencana menutup 172 titik perlintasan serta melakukan peningkatan keamanan di 1.638 lokasi lainnya.
Dari total 3.674 perlintasan sebidang yang tersebar, sebanyak 1.810 titik menjadi prioritas penanganan. Program ini difokuskan untuk mengurangi potensi kecelakaan yang kerap terjadi, terutama di perlintasan yang tidak memiliki penjagaan.

Data Kecelakaan Jadi Alasan Utama
Langkah yang diambil KAI tidak lepas dari tingginya angka kecelakaan di perlintasan. Dalam kurun waktu 2023 hingga 2026, tercatat 948 korban akibat insiden di perlintasan kereta api.
Mayoritas Terjadi di Perlintasan Tak Terjaga
Data menunjukkan sekitar 80 persen kecelakaan terjadi di titik perlintasan yang tidak dijaga. Hal ini memperkuat urgensi penataan dan penertiban perlintasan demi keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Program penataan ini dijalankan melalui kerja sama berbagai pihak. KAI menggelar pertemuan awal bersama Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian BUMN, Danantara, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Pemanfaatan Teknologi untuk Keamanan
Selain penutupan dan perbaikan fisik, peningkatan keselamatan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain pemasangan CCTV, sistem komunikasi terpadu, hingga tombol darurat (panic button).
KAI juga mengembangkan sistem Automatic Train Protection (ATP) untuk membantu meningkatkan respons dalam operasional perjalanan kereta.
Target Utama: Kurangi Risiko dan Lindungi Masyarakat
Seluruh langkah ini bertujuan menekan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintasi jalur kereta api.
Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama
KAI menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi juga seluruh pihak termasuk masyarakat pengguna jalan. Dengan penataan yang lebih baik, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.







