Bungabunga.co.id – Dua anggota kelompok oposisi bersenjata Kurdi asal Iran dilaporkan tewas setelah serangan drone menghantam posisi mereka di wilayah utara Irak. Serangan tersebut terjadi di kawasan pegunungan yang berada di wilayah yang dikuasai komunitas Kurdi.
Seorang pejabat dari Organisasi Khabat Kurdistan Iran, Mardin Zahidi, menyatakan bahwa pesawat tak berawak menyerang salah satu posisi kelompoknya pada sore hari waktu setempat.
Akibat serangan itu, dua anggota kelompok tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan Terjadi di Pegunungan Bashiqa
Lokasi di Antara Mosul dan Wilayah Otonom Kurdistan
Serangan drone tersebut terjadi di kawasan Pegunungan Bashiqa, yang terletak di antara kota Mosul dan wilayah otonom Kurdistan Irak.
Wilayah ini diketahui menjadi salah satu area yang sering digunakan oleh kelompok oposisi Kurdi Iran sebagai tempat berlindung dan basis aktivitas mereka.
Pihak Organisasi Khabat Kurdistan Iran menuding bahwa serangan tersebut dilakukan oleh Iran bersama milisi yang bersekutu dengannya.
Kelompok Kurdi Lain Juga Laporkan Serangan
PDKI Sebut Pangkalan Sipil Jadi Target
Kelompok oposisi lain, Partai Demokrat Kurdistan Iran (PDKI), juga melaporkan adanya serangan yang menargetkan fasilitas mereka.
PDKI menyatakan bahwa sebuah pangkalan yang mereka sebut sebagai fasilitas sipil di sekitar Erbil turut menjadi sasaran serangan.
Meski demikian, dalam insiden tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Kurdistan Irak Jadi Basis Kelompok Oposisi Iran
Iran Anggap Kelompok Kurdi Sebagai Organisasi Teroris
Wilayah Kurdistan di Irak utara selama ini dikenal sebagai lokasi berbagai kamp dan basis kelompok oposisi Kurdi Iran yang berada di pengasingan.
Pemerintah Iran menganggap kelompok-kelompok tersebut sebagai organisasi teroris dan menuduh mereka memiliki hubungan dengan kepentingan Barat maupun Israel.
Ketegangan di kawasan ini meningkat seiring memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Koalisi Oposisi Kurdi Bentuk Aliansi Politik
Beberapa waktu lalu, lima kelompok oposisi Kurdi Iran, termasuk Partai Demokrat Kurdistan Iran, mengumumkan pembentukan aliansi politik.
Koalisi tersebut bertujuan untuk mendorong perubahan politik di Iran serta memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Kurdi.
Perkembangan ini menambah kompleksitas situasi keamanan di wilayah perbatasan Iran dan Irak.









