13 Cara Budidaya Blewah yang Baik dan Benar

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Blewah (Cucumis melo L.) adalah tanaman buah yang sering digunakan sebagai minuman penyegar bersama timun suri di kawasan Asia Tenggara. Blewah adalah sejenis melon tetapi dengan kelompok tumbuh yang berbeda Blewah milik kelompok Cantalupensis.

Blewah umumnya memiliki bentuk buah bulat oval dengan kulit buah oranye cerah dengan bintik-bintik kehijauan. Di balik kulit yang tipis terdapat buah yang relatif lembut dan terstruktur. Di bagian dalamnya terdapat rongga yang berisi biji dan serat.

Budidaya-Blewah
Budidaya Blewah

Cara Budidaya Blewah

Syarat Tumbuh

Tanaman blewah dikenal sebagai tanaman tahunan yang mudah dibudidayakan, perawatannya tidak rumit dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Blewah dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun pada dataran tinggi. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari dan tidak dapat tumbuh optimal di area yang terlindung.

Dibandingkan dengan jenis tanaman labu-labuan lainnya, blewah dianggap paling bandel. Tanaman blewah beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan cuaca. Ketika menanam blewah, harus diperhitungkan bahwa unsur hara ada di tanah sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal dan banyak tanah harus mengandung banyak unsur hara. PH tanah yang ideal untuk pertumbuhan blewah adalah netral dan terletak antara 6.0 dan 7.0.

Persiapan Benih

Bibit dapat dibuat dari buah blewah yang sudah cukup tua, berbentuk sempurna dan sehat. Dapat juga menggunakan benih hibrida yang tersedia di toko-toko pertanian seperti Aruna, Balarama, Nimas, Bhishma, Salve, Wisdom dan sebagainya.

Penyemaian Benih

Bibit blewah dapat ditanam langsung di lubang tanam, 1 atau 2 biji per lubang. Namun, akan lebih baik jika benih ditanam pertama kali dengan polybag atau tray semai. Penyemaian bibit blewah sesuai dengan penyemaian bibit semangka, melon atau bibit pare. Setelah benih berumur 10-14 hari bibit blewah siap dipindahkan.

Persiapan Lahan Tanam

  1. Lahan untuk yang akan digunakan untuk budidaya dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman mengganggu lainnya.
  2. Kemudian lakukan juga penggemburan tanah dengan membajak atau dicangkul.
  3. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 60 hingga 80 cm dan lebar parit sekitar 40 cm dan jarak antara bedeng 2 sampai 3 m (untuk mendistribusikan batang tanaman).

Pemupukan Dasar

Ketika bedengan siap, lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, NPK atau campuran KCL, ZA dan TSP atau SP36. Lakukan pengapuran dengan kapur pertanian atau dolomit satu minggu sebelum pemupukan dasar jika pH tanah di bawah 6,0.

Setelah pengapuran taburi kira-kira 1 kg pupuk kandang dan 250 g pupuk NPK / lubang tanam. Selain itu, bedengan ditutup dengan mulsa plastik untuk menjaga tanah tetap lembab dan untuk meminimalkan pertumbuhan gulma. Kemudian buat lubang tanam dengan jarak kira-kira. 60 cm – 70 cm.

Proses Penanaman

Setelah benih berumur 10-14 hari dan lahan tanam siap, Lakukan penanaman segera. Lubang tanam disiram sebelum melakukan penanaman dan kemudian kedalamannya disesuaikan dengan polybag semai. jika sudah, polybag dilepas kemudian masukan bibit beserta media tanam dalam lubang tanam. Siram bibit secukupnya. Penanaman ini baik dilakukan pada sore hari.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman

Ketika benih berumur 0-10 hari lakukan penyiraman setiap hari terutama di musim kemarau dan kemudian selanjutnya dilakukan sesuai kebutuhan.

Penyulaman

Lakukan Penyulaman atau penggantian benih yang mati atau tumbuh tidak sempurna. Penyulaman ini dapat dilakukan hingga benih berumur 21 hari setelah tanam.

Penyiangan

Lakukan penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar lubang tanam dan juga parit. penyiangan ini penting dilakukan untuk mencegah tanaman gulma merebut nutrisi dalam tanah.

Pemupukan Susulan

Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman sekitar 15 hari setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan pupuk NPK, TSP, ZA dan KCl. Pemupukan tersebut diberikan dengan cara dikocor atau ditabur.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang umum pada semua tanaman dalam keluarga labu relatif sama dan metode pengendaliannya sama. Beberapa hama yang sering menyerang blewah adalah jangkrik, Oteng-Oteng, ulat jamur abu-abu, ulat bulu dan lalat buah.

Pengendalian hama blewah dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida. Gunakan insektisida yang sesuai untuk jenis hama yang menyerang tanaman. Sedangkan penyakit pada blewah meliputi penyakit layu, penyakit bercak daun, busuk daun dan sebagainya. Kontrol dapat dilakukan dengan menyemprotkan fungisida.

Proses Panen

Blewah dapat mulai dipanen saat berumur 50 hari. Dua kali panen dapat terjadi dalam satu panen. Jika penanaman dan perawatan dilakukan dengan maksimal maka buah yang dihasilkan juga akan baik dan tidak cacat.

Setelah panen, blewah dapat dijual di pasar tradisional atau meninggalkan kota untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Budidaya blewah dapat dilakukan di mana saja tanpa mengetahui jenis tanah dan iklim daerah di tempat penanaman.