13 Cara Budidaya Cabe Merah Keriting Sampai Proses Panen

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Cabai merah (Capsicum annuum) adalah varietas sayuran yang berasal dari strain Solanaceae dan genus Capsicum. Tanaman cabai merah berasal dari benua Amerika subtropis dan tropis. Cabai merah biasanya digunakan sebagai bumbu untuk meningkatkan rasa pedas pada hidangan seperti rendang atau lainnya.

Banyak orang mencoba membudidayakan cabai merah keriting ini. Cabai merah keriting adalah salah satu produk yang menjanjikan, terkadang pada waktu tertentu harga cabai keriting bisa sangat tinggi. Meskipun tidak mudah untuk membudidayakan dan mengatasi kenaikan dan penurunan harga, cuaca yang tidak menentu dan serangan hama.

Budidaya-Cabe-Merah-Keriting
Budidaya Cabe Merah Keriting

Cara Budidaya Cabe Merah Keriting

Syarat Tumbuh

  • Cobalah menanam cabe merah keriting di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut dengan iklim tropis dan kelembaban sekitar 16 hingga 230
  • Siapkan alat dan bahan untuk digunakan dalam bentuk tanah subur dan tekstur gembur. Pastikan juga tanah memiliki pH 5,5 hingga 6,8.
  • Perhatikan juga jenis tanah yang akan Anda gunakan untuk membuat media tanam nantinya.
  • Tanah yang perlu Anda gunakan adalah tanah dengan kondisi yang tidak mudah lembab tetapi juga tidak mudah kering.

Persiapan Bibit Cabai Merah Keriting

Cabe merah keriting memiliki banyak varietas, jadi pilihlah cabe merah keriting yang tepat untuk wilayah Anda. Anda dapat menyiapkan benih sendiri atau membelinya di toko pertanian.

Penyemaian Cabai Merah Keriting

Setelah benih siap, lakukan penyemaian benih dalam polybag. Siapkan media penyemaian dalam bentuk campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 2: 1: 1 atau hanya bisa berupa campuran tanah dan kompos dalam perbandingan 1: 1. Sebelum pencampuran, semua media harus pertama disaring menjadi halus. Kemudian masukkan media bibit ke dalam polybag semai.

Benih penyemaian diberikan naungan sehingga tidak terkena sinar matahari langsung atau hujan. Jika perlu, tutupi area benih dengan jaring untuk mencegah serangga dan hama.

Sebelum bibit cabai merah keriting disemai, rendam cabai merah keriting dalam air hangat selama minimal 3 jam. Kemudian masukkan benih cabai merah keriting ke dalam polybag yang telah disiapkan sedalam 0,5 cm dan tutup lagi dengan media semai di sekitarnya. Kemudian siram agar kelembaban media semai tetap terjaga.

Siram secara teratur di pagi dan sore hari. Cara yang tepat untuk menyiram adalah dengan menggunakan air yang cukup dan kemudian tutupi polybag dengan koran untuk menjaga kelembaban. Buka koran setelah 3 hari menanam benih. Setelah berumur 21-23 hari atau memiliki 3-4 daun bibit cabai merah keriting dapat dibawa ke lahan penanaman yang sebenarnya.

Persiapan Lahan Tanam

Lahan tanam yang digunakan untuk menanam cabai merah keriting harus lakukan pengolahan terlebih dahulu. Bersihkan gulma atau tanaman lain, setelah itu tanah di lahan digemburkan terlebih dahulu dengan cangkul sedalam 20-40 cm.

Jika sudah, buatlah bedengan dengan ketinggian kira-kira 30-40 cm dan lebar kira-kira.1 m, panjang bedengan disesuaikan dengan lahan. Setiap bedengan diberi jarak sekitar 60 cm.

Karena pH tanah baik untuk menumbuhkan cabai merah keriting (6 hingga 7), pengapuran harus dilakukan bersama dengan pembuatan bedengan jika terlalu asam. Ketika bedengan siap, lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang atau kompos. Juga tambahkan pupuk KCl dan urea.

Untuk meminimalkan erosi dan gulma dan untuk menjaga kelembaban dan kebersihan bedengan, bedengan harus dilakukan pemulsaan dalam bentuk plastik perak hitam.

Kemudian buatlah lubang tanam di bedengan dengan kedalaman dan diameter sekitar 10 cm. Setiap lubang tanam memiliki jarak kira-kira. 60-70 cm, lebih baik lubang tanamnya berbentuk zigzag.

Cara menanam cabai merah keriting

Ketika semuanya sudah siap dan bibit sudah berumur 3 minggu atau memiliki 3-4 daun segera lakukan penanaman. Sobek polybag semai lalu masukkan bibit beserta media semainya ke dalam lubang tanam yang telah dibuat dan tutup lembali dengan media tanam. Setelah itu, lakukan penyiraman agar kelembabannya terjaga.

Perawatan dan pemeliharaan

Penyulaman

Lakukan penyulaman bibit jika ada yang mati atau rusak. Untuk alasan ini, lebih baik menyiapkan 5-10% lebih banyak benih untuk tanam. Penyulaman dilakukan 2 minggu setelah tanam sehingga tanaman tumbuh merata.

Pemasangan Ajir

Tujuan memasang ajir adalah agar tanaman cabai dewasa tidak rebah dan tetap stabil. Pemasangan Ajir harus dipasang sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan akar selama pemasangan.

Siapkan ajir dari bambu 130 cm sebanyak jumlah lubang tanam. Tempatkan ajir di setiap lubang,lalu hubungkan setiap ajir dengan tali.

Perempalan

Lakukan perempalan tunas dan daun di bawah cabang. Tunas air akan muncul diketiak daun setelah tanaman berumur sekitar 10 hari. Bersihkan tunas air dan daun di bawah percabangan.

Lakukan perempalan 2-3 kali. Tujuan perempalan adalah bahwa tanaman cabai dapat tumbuh kuat dan kokoh.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan sebulan sekali atau saat gulma tumbuh. Jika mulsa plastik digunakan pada bedengan, penyiangan dilakukan di antara bedengan atau di saluran air.

Penyiraman

Tanaman cabe di bawah 40 hari perlu disiram secara teratur. Lakukan penyiraman secara rutin dengan cara dikocor ataupun dengan alat penyiraman.

lakukan penyiraman tanaman setiap pagi dan sore terutama di musim kemarau. lakukan perendaman pada bedengan 3-4 kali seminggu untuk sistem larikan. Segera buang air melalui saluran pembuangan setelah bedengan menjadi basah.

Untuk tanaman cabe yang telah dewasa tidak memerlukan air yang banyak, intinya bedengan tidak dalam keadaan kering.

Pemupukan

Kali ini pupuk Phonska yang dicairkan dapat digunakan. Siapkan ember dan per barel dengan kapasitas 150 liter. Larutkan 5 liter pupuk Phonska ke dalam ember dengan 1/3 ember air dan aduk. Larutan Phonska kemudian dituangkan ke dalam ember berisi air.

Perbandingannya adalah 5 liter Phonska dan 150 liter air. Lakukan pemupukan dengan pupuk Phonska cair ukuran 1 lubang tanam dan hingga 250 ml air atau hingga 1 gelas air.

Proses Panen

Proses terakhir dalam budidaya cabai merah keriting adalah proses panen. Cabai merah keriting dipanen setelah 75 hingga 85 hari. Anda dapat memanen beberapa kali tergantung pada teknik budidaya, jenis cabai dan kondisi tanah.

Proses panen dapat dilakukan setiap 2 hingga 5 hari. Anda bisa beradaptasi dengan kondisi pasar dan kematangan cabai merah keriting. Agar cabai dapat bertahan lama mereka harus dipanen dengan batangnya. Lakukan pemetikan buah cabe setiap pagi hari sekitar pukul 5 sampai 7 pagi. Dalam satu hektar biasanya bisa menghasilkan 10 sampai 14 ton.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya cabe merah keriting semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya