13 Cara Budidaya Sirsak agar Cepat Berbuah

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Membudidayakan tanaman sirsak jauh lebih mudah daripada menanam tanaman buah lainnya, karena tanaman sirsak dapat tumbuh di semua tempat, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Namun, Sirsak dapat tumbuh optimal ketika kebutuhan airnya tercukupi.

Budidaya-Sirsak
Budidaya Sirsak

Pada dasarnya, Sirsak adalah tanaman buah yang paling mudah untuk dibudidayakan karena dapat ditanam dari bijinya meskipun ada variasi dari induknya sehingga peluang untuk menghasilkan buah tetap besar dan rasa buahnya tidak sama dengan induknya. Berbeda bila bibit yang ditanam berasal dari perbanyakan dengan sistem okulasi atau cangkok yang tumbuh seperti induknya atau bahkan lebih baik.

Cara Budidaya Sirsak

Jenis Sirsak

Ada berbagai macam jenis warna sirsak yaitu:

  1. Sirsak Biasa adalah jenis sirsak yang paling umum kita temui. Penyebaran sirsak ini hampir merata di seluruh Indonesia. Rasa sirsak cenderung asam, sehingga ketika ingin mengkonsumsinya gula atau pemanis biasanya ditambahkan ke dalamnya. Sirsak ini juga biasa digunakan dalam makanan seperti dodol, sirup dan selai.
  2. Sirsak Ratu yaitu nama ratu berasal dari nama habitat tanaman Sirsak yang berasal dari pelabuhan Ratu jawa barat dengan ukuran bervariasi dari buah sirsak ratu. Penampilan umum tidak berbeda jauh dari sirsak biasa hanya saja rasanya lebih manis.
  3. Sirsak Mandalika adalah jenis Sirsak yang jarang ditemukan di pasar atau supermarket walaupun penyebarannya di wilayah Indonesia sangat luas. Duri pada bagian luar sangat jarang, tidak seperti buah sirsak biasa. Perbedaan lainnya adalah warna daging buahnya yang tidak putih tetapi kuning. Dan rasanya sangat manis.
  4. Sirsak Bali adalah Sirsak umumnya disebut sebagai sirsak gundul. Hal ini karena permukaan kulit yang mulus tanpa duri tidak seperti jenis sirsak pada umumnya. Ukurannya lebih kecil dari jenis sirsak lainnya dan dagingnya buah nya memiliki rasa yang manis.

Syarat Tumbuh

Sirsak dapat tumbuh di daerah beriklim lembab baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan ketinggian hingga 1000 m di atas permukaan laut. Pada daerah beriklim kering tanaman sirsak juga dapat tumbuh dan berbuah asal air tanah dangkal yaitu kurang dari 150 cm. Curah hujan yang baik adalah antara 1500 mm / tahun dan 2000 mm / tahun dengan musim kemarau sekitar 4 hingga 6 bulan. Tanaman sirsak dapat tumbuh di semua jenis tanah, dengan pH untuk penanaman sirsak mulai dari 5,5 hingga 7.

Pembibitan

Bibit sirsak dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu bibit persemaian dan cangkok. Saat melakukan penanaman perhatikan juga jarak ideal antara sirsak dan sirsak lainnya. Jarak ideal biasanya untuk menanam sirsak adalah 3 x 4 m atau bahkan 4 x 6 m, tergantung pada jenis sirsak dan ukuran lahan untuk sirsak.

Pengolahan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan untuk penanaman digemburkan terlebih dahulu dengan membajak sebanyak dua kali dan kemudian membersihkan rumput dan sisa tanaman. Selanjutnya, buat lubang tanaman berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dan tambahkan pupuk kandang atau kompos yang sudah dimasak hingga 10-15 kg / lubang dicampur dengan tanah di setiap lubang.

Penanaman Benih

Benih sirsak yang siap ditanam sekitar 2 atau 3 bulan kemudian dan ditanam di lubang tanam yang telah dibuat. Timbunlah bibit dengan tanah hingga dekat dengan pangkal batang lalu padatkan tanah kemudian siramlah sampai cukup basah. Penanam yang baik siap di awal musim hujan.

Perawatan dan pemeliharaan

Pemeliharaan yang akan dilakukan pada tanaman sirsak diantaranya adalah Penyulaman, Pengairan, pemupukan, pemangkasan, penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit.

Penyulaman

Amati tanaman yang telah ditanam. jika ada tanaman yang mati atau tumbuh dengan tidak normal lakukan penyulaman dengan mengganti tanaman mati dengan tanaman baru. Lakukan hanya sampai 6 minggu setelah tanam.

Pengairan dan penyiraman

Lakukan pengairan dan penyiraman setidaknya dua kali sehari selama musim kemarau. Untuk penyiraman pada musim hujan penyiraman dapat dikurangi sesuai kondisi.

Pemupukan

Pemupukan pertama dilakukan dengan pupuk NPK dengan dosis sekitar 1000 gram, dicampur dengan media tanam. Kemudian untuk pemupukan berikutnya terjadi ketika tanaman berumur 4 bulan dan 8 bulan. Pemupukan dilakukan dengan menaburkannya di sekitar tanaman sirsak pada jarak sekitar 30 cm dan kemudian pupuk ditutupi lagi dengan tanah dan kemudian dilakukan penyiraman

Pemangkasan

Agar penanaman memiliki bentuk yang baik, Anda harus melakukan pada cabang tunas atau batang yang tumbuh tidak teratur. pemangkasan juga bertujuan untuk penyerapan nutrisi secara optimal pada cabang yang tersisa.

Penyiangan

Penyiangan juga harus dilakukan sehingga gulma atau tanaman berbahaya lainnya tidak menyerap nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman sirsak. Lakukan penyiangan dengan mencabut dengan tangan atau dengan alat yang tajam.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman sirsak adalah sisik kutu, cendawan dan lainnya. Semua hama dan penyakit ini dapat diatasi jika Anda menggunakan pestisida dengan dosis yang tepat.

Pemanenan

Buah sirsak harus dipanen ketika sudah benar-benar tua (fisiologis matang). Buah yang sudah tua yaitu yang memiliki duri yang berjauhan, dan warna kulit buahnya yang semula hijau mengkilap berubah menjadi hijau kekuningan.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya sirsak semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya