6 Cara Budidaya Bambu dan Proses Perawatannya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Bambu adalah sejenis tanaman tinggi yang dimanfaatkan batangnya, sama seperti tanaman tebu. Berbeda dengan tebu dengan batang lunak dan berair bambu berbatang keras dan mengandung sedikit air.

Namun, bambu adalah tanaman yang sebenarnya ditanam untuk digunakan sebagai bahan untuk berbagai jenis benda, terutama furnitur dan peralatan rumah tangga. Dengan bentuk cekung di tengah, bambu sebenarnya lebih ringan dari kayu.

Budidaya-Bambu
Budidaya Bambu

Menanam bambu tidak terlalu rumit. Anda hanya harus melalui proses pembuatan benih yang cukup panjang. Bibit bambu memang dapat diperoleh secara alami dari biji bambu yang jatuh dan kemudian tumbuh menjadi rebung.

Cara Budidaya Bambu

Syarat Tumbuh

  1. Bambu membutuhkan banyak sinar matahari
  2. Pilih tempat di halaman yang menerima 8 jam / lebih sinar matahari sehari.
  3. Tanah terbaik untuk bambu adalah tanah liat atau napal.
  4. Pasang pembatas atau pagar yang terbuat dari lembaran logam atau beton. Penghalang ini harus dalam 0,9 hingga 1,2 meter.
  5. Penghalang ini dirancang untuk membatasi penyebaran bambu di lokasi lain dan mencegah tanaman bambu dari kerusakan ketika terkena angin, karena bambu memiliki akar yang dangkal.

Persiapan Lahan Tanam

Buatlah lubang tanam di area tanam di mana Anda ingin menanam bambu dengan seragam / ukuran yang berbeda juga dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan benih (biasanya ukuran lubang tanam untuk bibit bambu dari kecambah atau rebung sekitar 50 cm x 50 cm x 75 cm, dan untuk bibit stek batang, lubang tanam biasanya dibuat sekitar 150 cm x 150 cm x 75 cm.)

Persiapan Bibit Bambu

Bibit bambu dapat dibuat dengan menggunakan teknik stek batang

  1. Memiliki bonggol bambu atau batang bambu langsung dari pohon,
  2. Bukan bambu yang sudah diawetkan.
  3. Ambil bambu sekitar 60 cm hingga 1 m batang bambu segar dan kemudian timbun dengan tanah.
  4. Kemudian sirami batang yang ditanam sekitar tiga kali sehari selama dua bulan. Ketika batang sudah bertunas maka bibit bambu bisa dipindahkan ke lahan.

Atau Anda bisa menanam benih dengan cara menanam biji. Anda bisa membeli bibib bambu di toko tanaman. Jika Anda memilih menanam melalui biji, Anda harus melakukan penyemaian benih sebelum benar-benar menanamnya.

Proses Penyemaian

  1. Biji bambu harus dibersihkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama 1 hingga 2 jam.
  2. Rendam biji selama 6 hingga 12 jam.
  3. Tiriskan air selama 10 hingga 20 menit sebelum penyemaian benih.
  4. Isi wadah penyemaian dengan campuran 8 bagian humus,1 bagian abu dan 1 bagian serbuk gergaji atau sekam padi.
  5. Saring campuran ini dengan saringan kawat untuk menghilangkan batu dan kotoran sebelum menambahkannya ke wadah.
  6. Biarkan tanah cukup gembur saat mengisi wadah.

Langkah-langkah Penyemaian

  1. Buat lubang kecil sedalam 2,5 hingga 5 cm di tengah setiap wadah pembibitan.
  2. Tempatkan satu biji di setiap lubang dan hati-hati menutupi bijidengan tanah tambahan.
  3. Basahi tanah dan sirami segera setiap hari. Biarkan biji tumbuh di tempat yang teduh sebagian.

Proses Penanaman

  1. Pindahkan benih ke dalam pot kecil terpisah atau polybag yang diisi dengan campuran dua bagian pupuk kandang, tiga bagian tanah dan satu bagian pasir.
  2. Biji bambu umumnya bertunas setelah 10 hingga 25 hari dan daunnya sangat rapuh pada hari-hari awal.
  3. Diperlukan 3 hingga 4 bulan bagi benih untuk menghasilkan rimpang atau batang dan untuk dapat menghasilkan tunas baru. Ini saat yang tepat untuk memindahkan bambu.
  4. Berikan bambu jarak sekitar 1 hingga 1 1/2 meter saat Anda memindahkannya ke media tanam yang sebenarnya.
  5. Tanaman harus dibawa ke pekarangan setelah mencapai ketinggian 40 – 50 cm.
  6. Keluarkan tanaman dari pot atau polybag dan letakkan langsung di tanah.
  7. Buatlah ubang di mana bambu tumbuh harus sekitar dua kali ukuran akar bambu.
  8. Jika Anda menanam bambu berumpun, Anda bisa menanamnya di kedalaman 30,5 hingga 61 cm, karena varietas ini tidak terlalu umum.
  9. Perhatikan bahwa bambu berumpun tumbuh setinggi 30,5 hingga 61 cm setiap tahun, sementara bambu yang berjajar tumbuh setinggi 0,9 hingga 1,5 m setiap tahun dan memiliki penyebaran yang sama.

Proses Perawatan

Tanaman bambu harus dirawat dengan baik setelah penanaman sehingga tanaman bambu juga bisa tumbuh dengan baik. Pemeliharaan dilakukan dengan membersihkan area yang ditanami gulma atau tanaman pengganggu lainnya atau juga dapat disemprot dengan pestisida atau herbisida untuk mengatasi masalah hama, gulma atau tanaman pengganggu lainnya.

Selain perawatan ini, pemupukan juga harus dilakukan. Pemupukan biasanya dilakukan dua kali setahun. pemangkasan penjarangan pada tanaman bambu yang telah tumbuh tinggi agar tanaman bambu dapat tumbuh dengan rapi dan baik pertumbuhannya. Setiap umur tanaman bambu perawatannya bervariasi.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya bambu semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya