9 Cara Budidaya Buah Matoa agar Cepat Berbuah

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua yang digolongkan sebagai pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Biasanya berbuah setahun sekali. Berbunga pada bulan Juli hingga Oktober dan 3 hingga 4 bulan.

Penyebaran buah matoa di Papua dapat ditemukan di hampir semua daerah dataran rendah pada ketinggian ± 1200 m di atas permukaan laut. Tumbuh baik di daerah di mana kondisi tanah kering (tidak banjir) dan memiliki lapisan tanah yang tebal.

Budidaya-Buah-Matoa
Budidaya Buah Matoa

Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan tinggi (> 1200 mm / tahun). Matoa juga dapat ditemukan di beberapa daerah di Sulawesi, Maluku dan Papua Nugini. Buah matoa memiliki rasa yang manis.

Cara Budidaya Buah Matoa

Buah matoa dapat ditanam dengan menanam biji (generatif) dan okulasi (vegetatif). Tentu saja, kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, jika Anda mengharapkan pohon matoa berbuah cepat dan rasanya mirip dengan pohon induknya, maka metode cangkok batang adalah cara terbaik. Berikut beberapa langkah untuk menanam pohon buah matoa:

Menyiapkan Bibit Matoa

Jika Anda memilih untuk menghasilkan bibit dari cangkokan, Anda harus memilih pohon induk yang telah terbukti menghasilkan buah dengan kualitas buah yang sangat baik, rasa, dan tahan terhadap penyakit. Seperti menanam srikaya dengan cangkok pilih cabang pohon yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dan mulailah mencangkok dengan memotong kulit dan mengeluarkan kambium. Biarkan cangkokan sampai mengeluarkan akarnya.

Setelah cangkokan mengeluarkan akarnya, potong dan masukkan ke dalam kantong plastik berisi campuran tanah dan pupuk. Pastikan bahwa bibit mengeluarkan banyak akar dan melihat tanda-tanda pertumbuhan bibit. Jika Anda tidak ingin repot, cari bibit Matoa di penjual benih tanaman setempat. Biasanya bibit matoa banyak dijual, pilih bibit yang tidak terlalu banyak cabang dan kualitas daun serta pohonnya terlihat subur.

Jika Anda memilih menanam matoa dari biji, mulailah dengan biji matoa yang berasal dari buah matoa tua. Biarkan sampai biji memiliki tinggi batang kira-kira 10-15 cm, lalu pindahkan ke polybag. Rawat bibit hingga ketinggian batang kira-kira 40-50 cm sebelum Anda menanamnya di lahan penanaman yang permanen.

Membuat Lubang Tanam

Untuk budidaya matoa penanaman dapat dilakukan langsung di tanah dan juga dapat ditanam dalam pot sebagai tanaman buah pot (tabula pot). Jika Anda ingin menanam matoa dalam pot, Anda perlu menyiapkan pot yang cukup besar, atau Anda bisa menggunakan potongan drum bekas. Tuang dalam campuran tanah gembur dan pupuk dalam perbandingan 2: 1 (2 tanah: 1 pupuk).

Namun, buah matoa yang digunakan sebagai tanaman buah dalam pot, tidak dapat menghasilkan buah maksimal karena ruang pertumbuhan yang terbatas. Pohon matoa tumbuh dengan baik ketika ditanam langsung di tanah. Buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan kedalaman 50-60 cm. Isi lubang dengan pupuk kandang sampai 2/3 terisi. Biarkan lubang 1 bulan sebelum tanam agar pupuk terserap penuh dan tanahnya stabil.

Menanam Buah Matoa

Setelah bibit matoa hasil cangkokan yang ditanam dalam polybag atau bibit matoa yang ditabur telah mencapai ketinggian 50 cm, benih dapat dipndah tanam dalam bentuk pot atau langsung ke tanah di area penanaman permanen. Tanam dengan perlahan membuka polybag terlebih dahulu. elanjutnya tanam ke lubang tanam dan tutup dengan tanah sisa galian, padatkan secara perlahan. Lakukan penyiraman setelah penanaman selesai dilakukan.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pemupukan

Pemupukan tanaman Matoa dimulai dengan penanaman. Pupuk yang digunakan adalah:

  • 5 kg pupuk organik
  • SP 36 1 kg
  • urea 0,5 kg
  • Kapur 1 kg

Semua pupuk dicampur menjadi satu dengan tanah galian, bagian atas dibiarkan selama 4–6 hari kemudian ditanami dengan bibit matoa.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan ketika tanaman matoa berumur 3 tahun setelah tanam. Pemangkasan pohon matoa dimaksudkan untuk menghasilkan banyak cabang sehingga kemungkinan setiap cabang akan menghasilkan buah lebih besar.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama tanaman Matoa yang sering menyerang tanaman muda adalah lalat daun dan hama tikus kelelawar sering memakan buah matang, serta penggerak batang yang sering ranting tanaman matoa.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan tujuan menghilangkan tumbuh-tumbuhan dan rumput kecil yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman matoa.

Proses Panen

Buah matoa dapat dipanen pada usia 4 tahun sesuai dengan hasil cangkokan, tetapi butuh 6 tahun untuk menumbuhkan Matoa dari biji untuk menghasilkan buah. Buah matoa dapat dipanen setelah berumur 2 bulan dari awal proses pembungaan. Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong batang buah matoa dengan gunting buah atau pisau tajam.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya buah matoa semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya