10 Cara Budidaya Labu Siam yang Baik dan Benar

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Labu siam adalah jenis tanaman merambat dan masuk dalam keluarga Cucurbitaceae. Jenis tanaman ini memiliki batang yang menjalar tidak keras (lunak) dan tedapat kandungan air. Warna labu siam adalah hijau (meskipun sebenarnya ada banyak jenis labu). Di Indonesia, labu jenis ini sering disebut sebagai waluh siem.

Budidaya-Labu-Siam
Budidaya Labu Siam

Jenis pertumbuhan tanaman melalui perbanyakan dalam para-para (para-para menggunakan bambu). Buah Labu siam ini sebesar kepalan tangan. Kulit labu siam ini tipis dan ketika dikupas akan mengelurkan getah, jika Anda ingin memasaknya, labu siam tersebut harus direndam terlebih dahulu.

Tanaman labu siam termasuk sayuran yang mudah dibudidayakan, terutama di daerah beriklim tropis, dataran tinggi dan udara dingin, tetapi juga di daerah dataran rendah dan panas.

Cara Budidaya Labu Siam

Syarat Tumbuh

  1. Tanaman labu siam relatif mudah ditanam.
  2. Tidak heran jika wilayah tanam nya menyebar di berbagai belahan dunia, dari daerah beriklim tropis ke daerah subtropis.
  3. Dataran tinggi yang berhawa dingin dan panas cocok untuk menanam labu siam.
  4. Labu siam tumbuh dengan baik di ketinggian 200-1000 m di atas permukaan laut.
  5. Adaptasi labu siam terhadap perilaku cuaca juga sangat baik.
  6. Labu siam tidak hanya mampu mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau, tetapi juga melawan kelebihan air di musim hujan.
  7. Labu siam tumbuh paling baik di tanah kering, berdrainase dengan baik dan berventilasi, gembur dan kaya bahan organik.
  8. Labu siam menyukai Tanah yang cenderung asam dengan pH 5 hingga 6,5. Di tanah asam rata-rata di Indonesia, pengapuran dapat dilakukan untuk meningkatkan pH.

Pengelolaan Lahan

Tidak sulit untuk membudidayakan tanaman labu siam. Seperti halnya tanaman lainnya, pada awalnya tanah diolah terlebih dahulu dengan cara yang umum yaitu pergantian tanah dan penyeimbangan nutrisi. Kemudian dibuat parit pada lahan untuk melancarkan pengairan tanaman. Pola penanaman dan parit harus dibuat dalam garis dan melintang.

Karena para-para diperlukan untuk pertumbuhan tanaman labu siam, kita harus membuat para-para dengan tinggi hingga 220 cm dengan panjang 3 x 5 m. Untuk bagian atas Anda dapat menggunakan anyaman bambu. Sementara panjang dan lebar para-para disesuaikan dengan kondisi lahan dan jumlah tanaman.

Bibit Labu Siam

Bibit labu siam diperoleh dari labu tua dan bijinya muncul pada buah labu untuk mengeluarkan tunas pada buah labu siam lakukan penyemaian pada suhu yang lembab hingga tunas yang tumbuh sampai berukuran 3 cm, setelah tumbuh tunas 3 cm bibit sudah bisa ditanam.

Penanaman Labu Siam

Untuk menanam labu siam, lubang tanam dibuat berukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman 20 cm. Jarak antara satu lubang tanam dan yang lainnya adalah 3 m dan antara baris 5 m. Untuk kepadatan tanaman antara 1200-1500 tanaman per hektar.

Perawatan dan Pemeliharaan

  1. Benih yang telah ditanam di lubang tanam kemudian ditutup dengan lapisan tanah, dan kita harus selalu menjaganya terhadap berbagai jenis hama, termasuk gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitarnya.
  2. Pastikan para-para yang telah dipasang sebelumnya kokoh dan siap untuk digunakan sebagai media perambatan bagi tanaman.
  3. Jika kita menemukan tanaman yang tumbuh tidak sehat selama pertumbuhan, segera tanam dengan bibit baru agar tumbuh secara merata. Hal ini bisa dilakukan satu minggu setelah tanam.
  4. Ketika tanaman labu siam mulai tumbuh merambat atau menjalar, periksa kondisi di sekitar tanah. Jika ada banyak gulma atau tanaman pengganggu, lakukan penyiangan untuk mengurangi risiko hama dan penyakit tanaman, dan persaingan untuk nutrisi yang terjadi di tanah.
  5. Para-Para mulai difungsikan segera setelah tanaman melepaskan sulur-sulur. Rambatkan sulur tanamana pada bambu yang ditanam di dekat batang tanaman dan memastikan tanaman merambat menyebar dengan baik sehingga bambu yang menjadi bahan pembantu membantu tangkai menahan beban buah,
  6. Saat tanaman berumur 3-6 minggu, pangkas cabang sehingga pucuknya bisa menyebar dengan baik. Ketika pucuk bisa menyebar dengan baik, buah tumbuh merata dan pertumbuhan berlangsung sempurna. Potong ujung cabang lama dan agar tidak tumbuh lagi, sehingga tunas baru bisa tumbuh. Juga potong daun tua.

Hama dan Penyakit

Ada beberapa hama dan penyakit yang sering mengganggu pertumbuhan tanaman labu siam. Beberapa dari mereka adalah:

Ulat Grayak

Hama yang paling umum yang menyerang labu siam adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat ini memakan daun labu siam dan hanya menyisakan tulang daun. Ulat Grayak menyerang pada malam hari dan pada siang hari ulat bersembunyi di tanah. Untuk mencegah hama ini, tanaman harus dibersihkan dari berbagai jenis gulma dan disemprotkan sedini mungkin dengan azodrine dengan dosis 2 cc / l.

Kepik

Hama labu siam lainnya adalah kepik Leptoglossus australis. Kepik menyerang dengan membuat tusukan di labu siam sehingga jamur mudah menembus buah ketika terkena hujan. Hasilnya, buah menjadi lunak dan busuk. Untuk mengatasinya, Anda bisa menyemprotkan Azodrin dengan dosis yang sama seperti di atas.

Penyakit layu

Sedangkan untuk penyakit yang sering menyerang tanaman labu siam yaitu penyakit layu yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Penyakit ini mengganggu bibit baru atau tanaman muda. Gejalanya, ujung daun layu perlahan dan kemudian menyusut sebelum akhirnya mengering.

Cabut tanaman yang terkena penyakit ini dan hancurkan segera sehingga tidak dipindahkan ke tanaman lain yang belum terinfeksi. Selain itu, semprotkan 2 g / L air Benlate pada seluruh batang dan daun tanaman, serta pada tanah sebelumnya di mana tanaman terkena penyakit agar tidak menyerang tanaman lain.

Panen dan pasca panen

Pada usia 3 hingga 5 bulan, tanaman labu siam siap dipanen untuk pertama kalinya. Saat panen, potong labu siam dengan pisau pada tangkainya. Usahakan untuk tidak sampai jatuh, karena kulit buah yang halus akan mudah lecet yang dapat mempengaruhi kualitasnya.

Setelah panen pertama, panen berikutnya dilakukan seminggu sekali. Tanaman ini memiliki produktivitas 3-4 tahun. Setelah masa itu lakukan peremajaan tanaman dengan menanam tanaman baru. Rata-rata tanaman labusiam yang berdekatan dapat menghasilkan hingga +/- 500 buah. Sementara produksi tanaman labu siam bisa mencapai 8-10 ton / ha per tahun.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya labu siam semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya