7 Cara Budidaya Okra (Lengkap Sampai Panen)

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Sayuran adalah bahan makanan sehat dan bergizi. Bahkan sayuran ditanam dan harus dikonsumsi setiap hari untuk kesehatan tubuh. Banyak sayuran dapat dikonsumsi atau dimakan. Meskipun beberapa orang tidak menyukai sayuran baik karena rasa maupun aromanya.

Salah satunya adalah sayuran okra. Tanaman ini mungkin masih asing bagi Anda, bukan? Tapi Okra adalah tanaman yang sangat populer di negara-negara Asia seperti Cina dan India. Tanaman ini disebut sayur okra atau lady finger.

Budidaya-Okra
Budidaya Okra

Di Indonesia okra masih agak sulit ditemukan, jadi Anda mungkin hanya dapat membelinya di supermarket besar. Okra menyimpan cairan yang disebut lendir, yang bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan. Karena kesulitan mendapatkan tanaman sehat ini, Anda dapat menanamnya sendiri jika Anda tertarik.

Cara Budidaya Okra

Syarat Tumbuh

Okra tumbuh dengan baik di tempat-tempat dengan ketinggian 1-800 m di atas permukaan laut dengan curah hujan rata-rata 1700-3000 mm / tahun. Jika okra dibudidayakan pada ketinggian di bawah 600 m di atas permukaan laut, tanaman berumur lebih pendek (3 bulan), sementara pada di ketinggian di atas 600 m di atas permukaan laut (> 4 bulan). Tanaman okra dapat ditanam di musim hujan atau musim kemarau, tetapi okra tidak tahan terhadap genangan air tetapi tahan terhadap kekeringan.

Okra membutuhkan suhu rata-rata 24-28 derajat Celcius. Suhu yang lebih tinggi mempercepat pertumbuhan okra, tetapi dapat menyebabkan bunga layu dengan cepat dan menunda pembuahan. Tanah berpasir hingga tanah liat, mengandung banyak bahan organik, kisaran pH 6-7 sangat cocok untuk menumbuhkan okra.

Mempersiapkan Benih Okra

Okra menjadi tanaman yang berkembang biak dengan biji. Dalam perolehan biji okra dapat dilakukan dengan membeli di toko atau langsung dari dari buah okra tua. Sebelum menanam biji okra harus ditaburkan dengan menyiapkan polybag, pupuk dan tanah gembur.

Tambahkan tanah gembur dan pupuk kandang dalam perbandingan dua banding satu. Kemudian tempatkan dua biji okra di media semai di media benih dan siramlah dua kali sehari. Biji okra tumbuh benih okra ini. Bawa tanaman ke area penanaman saat tanaman setinggi 15 hingga 20 sentimeter.

Pengolahan Lahan Tanam

Tanaman okra dapat ditanam di berbagai jenis tanah dengan iklim tropis Indonesia. Hal yang perlu diperhatikan di area penanaman adalah kondisi curah hujan di area tersebut. Pastikan okra ditanam dalam posisi sedang ketika hujan. Tanah di lahan okra harus berupa tanah gembur.

Pastikan lahan penanaman bebas dari berbagai penyakit, batu besar, dan tanaman liar. Buatlah bedengan di mana tanaman okra tumbuh memiliki lebar 90 hingga 100 sentimeter. Ketinggian maksimum bedengan dapat mencapai 30 sentimeter dan area tanam harus jauh dari pohon besar atau bangunan besar.

Penanaman Benih Okra

Penanaman Bendi atau Okra dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dari benih dan langsung dari biji. Jika Anda sudah menyemai benih, buat lubang lebih besar dari benih. Robek polibag tanpa meninggalkan bentuk tanah dan kemudian tempatkan benih di area penanaman.

Okra juga dapat ditanam langsung dengan menanam biji langsung di bedengan atau area penanaman. Ketika bedengan selesai dibuat, buat lubang sedalam beberapa inci. Kemudian isi lubang dengan dua hingga tiga biji okra dan tutup dengan tanah. Namun, pastikan lubang tanam dilengkapi dengan pupuk dasar sebelum mengisi biji.

Pemeliharaan

Okra membutuhkan tanah yang agak lembab. Saat tidak hujan, tanaman okra disiram dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman atau menggunakan mulsa plastik hitam perak. Pemupukan susulan diberikan tiga dan enam minggu setelah tanam gunakan masing-masing 100 kg / ha urea.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang menyerang okra adalah ulat grayak, ulat pemakan jagung, ulat jengkal, tungau, laba-laba, kutu daun dan belalang. Pengendalian kimiawi hanya dapat digunakan jika ada serangan serius dan tidak disetujui untuk lahan pekarangan. Pengendalian hayati menggunakan musuh alami, seperti tawon, semut hitam, atau pangkat semut, serta aplikasi Bacillus thuringiensis.

Adapun penyakit yang sering menyerang tanaman okra antara lain: antraknosa, bercak daun dan penyakit busuk buah. pengendaliannya memusnahkan tanaman yang terkena penyakit, rotasi tanaman, mengatur jarak tanam, memangkas daun-daun yang tidak produktif, dan perban drainase tanah, dan pemanfaatan jamur Trichoderma harzianum.

Proses Pemanenan

Okra berbunga pada 50 hari setelah tanam. Okra untuk konsumsi dipanen pada saat buahnya mahih muda, yaitu 5-6 hari setelah bunga mekar. Panjang buah okra yang dikonsumsi adalah 6.5-9 cm. Masa berbuah okra adalah 82 hari setelah tanam. Panen okra dapat dilakukan 3 kali dalam seminggu. Pemanfaatan secara teratur akan meningkatkan pembuahan secara terus-menerus, sehingga dapat dipanen setiap hari.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya okra semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: