11 Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Cabe rawit biasa digunakan sebagai saus sambal dalam masakan Indonesia. Sambal yang dibuat biasanya dicampur dengan tomat dan terasi. Selain itu, cabai rawit sering digunakan sebagai tambahan makanan gorengan dan terkadang dicampur langsung saat dimasak. Cabai rawit menciptakan sensasi pedas yang meningkatkan daya tarik makan.

Dengan begitu banyak permintaan pasar untuk cabai rawit, banyak petani juga tertarik untuk menanam cabai rawit. Untuk pemula, menanam cabai rawit biasanya hanya untuk penggunaan pribadi atau untuk penjualan rumah.

Cara-Menanam-Cabe-Rawit-dari-Biji
Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji

Meskipun penjualannya kecil, penanaman cabai rawit juga harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat untuk menghasilkan cabai rawit berkualitas tinggi. Inilah salah satu cara menanam cabai rawit dari biji sehingga berbuah cepat.

Cara Menanam cabe rawit dari biji

Syarat Tumbuh

Lokasi Penanaman setidaknya 300-2000 meter di atas permukaan laut. Daerah ini memiliki suhu normal (24 hingga 27 derajat Celcius) dan kelembaban sedang.

Selain itu, cabai rawit tidak dapat ditanam di tanah kering. Jadi jika Anda menggunakan tanah secara langsung sebagai media tanam, Anda harus memilih tanah dengan tanah gembur dan kaya nutrisi dengan pH normal (5-7).

Anda tidak perlu khawatir jika tidak ada tanah di lahan Anda dengan kriteria ini, karena Anda dapat menggunakan media tanam lainnya dalam bentuk pot atau polybag. Selain itu, ketersediaan air juga harus memadai. yang terakhir lokasi harus terkena sinar matahari langsung.

Pemilihan Benih

Pemilihan benih adalah cara utama menanam cabe rawit. Benih dapat dipilih dari pohon cabai yang buahnya memiliki keseragaman, tidak terpengaruh oleh penyakit, buahnya ramping, berisi dan Anda dapat memilih cabai untuk panen cabe keempat hingga keenam karena pada saat ini kualitas cabai rawit adalah baik.

Cara untuk mengambil biji cabai rawit:

  1. Pilih buah cabai rawit yang baik, biarkan cabai mengering di pohon dan ambil biji cabai di tengah buah.
  2. Pilih buah cabai yang baik, potong perlahan dan keluarkan bijinya. Biji yang sudah diambil direndam dengan menggunakan air. Biji terapung dibuang karena buruka kualitas biji cabainya, sedangkan biji yang terendam kemudian dijemur tetapi tidak langsung terkena sinar matahari cukup di bawah atap atau naungan lainnya. Lanjutkan pada penyemaian setelah biji kering.

Penyemaian

Mengapa harus disemai terlebih dahulu dan tidak ditanam langsung? Karena pada tahap ini, bibit dipilah mana yang bagus dan mana yang jelek untuk ditanam. Cara penyemaiannya adalah :

  1. Buat media penyemaian sedalam 5-10 cm menggunakan campuran tanah dan kompos 1: 2.
  2. Rendam biji dalam air hangat selama 6 jam sebelum disemai. Hal ini untuk merangsang pertumbuhan biji.
  3. Lakukan penyemaian benih di media dengan jarak kira-kira 10 cm. Hal ini untuk mencegah cabai tidak saling mengganggu.
  4. Media penyemaian ditutup dengan karung goni basah selama 4 hari.
  5. Buka karung goni setelah 4 hari dan ganti dengan plastik transparan.
  6. Setelah 30 hari biji tumbuh menjadi bibit, bibit yang sudah mempunyai daun 4 helai atau lebih sudah siap tanam.

Proses Penanaman

Ada dua cara menanam cabai rawit dengan polybag dan menanamnya di lahan terbuka. Jika Anda menggunakan polybag, pilih yang berukuran 30 cm karena tanaman akan tumbuh besar dan media tanam harus kuat. Sementara penanaman pada lahan harus dibajak, bajak tanah dan campur dengan pupuk kandang. Kemudian buat bedengan selebar 1 m dan tinggi 30 cm. Lalu buat lubang dengan jarak antara 60 cm. Kemudian biji dipindahkan dan ditanam dengan baik agar tidak merusak akar tanaman.

Perawatan dan Pemeliharaan

Bagaimana cara merawat cabai rawit untuk menghasilkan buah dengan cepat? Langkah selanjutnya adalah melakukan proses pemeliharaan hingga fase panen. Cara merawat tanaman cabai rawit:

Penyiangan

Anda perlu meneliti tanaman dan melakukan penyiangan pada rumput liar dan gulma yang tumbuh di bidang penanaman cabai rawit. Kehadiran rumput dan gulma menyerap nutrisi dalam media tanam dan mengurangi ketersediaan nutrisi untuk cabai rawit.

Tentu saja, ini tidak menghambat proses pertumbuhan dan pembuahan cabai rawit. Penyiangan dilakukan secara manual tanpa penambahan obat rumput karena cabai rawit sangat sensitif terhadap obat.

Pemupukan

Selain pemupukan saat memproses media tanam, Anda juga perlu menambahkan beberapa pupuk selama proses pemeliharaan. Hal ini untuk memastikan ketersediaan nutrisi dan unsur hara tetap terjaga.

Pupuk organik atau kimia (pupuk NPK) dapat digunakan sebagai pupuk. Dosis pupuk adalah 250 ml pupuk cair per biji cabai rawit. Tentu saja, pupuk dalam bentuk padatan harus terlebih dahulu diencerkan dengan air.

Pemupukan terjadi setiap 10 hari selama sebulan. Pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman cabai rawir yang berumur lebih dari sebulan adalah pupuk NPK, KNO, MKP dan TSP. Tuang hingga 300 ml per tanaman cabai rawit. Pemupukan kali ini sudah cukup untuk dilakukan sebulan sekali.

Pemasangan Ajir

Cabai rawit cenderung mudah terserang rontok. Namun tidak perlu khawatir, ini bisa diantisipasi dengan melakukan pemasangan ajir.

Anda bisa menggunakan ajir sebagai penopang yang bisa dibuat dari bambu atau kayu lainnya. Tinggi ajir dapat disesuaikan dengan ketinggian tanaman cabai rawit. Lakukan pemasangan ajir dengan mengikatnya ke tiang yang sengaja ditancapkan di tanah.

Penyiraman

Saat merawat tanaman cabai rawit, Anda masih harus melakukan kegiatan rutin, misalnya penyiraman di pagi dan sore hari.

Pengendalian Hama

Ada kemungkinan hama dapat mengganggu tanaman cabai rawit. Beberapa dari hama ini adalah ulat, kutu daun, tungau dan lalat buah. Untuk mencegah serangan hama, Anda bisa menyemprotkan insektisida secara teratur.

Proses Panen

Tahap ini adalah tahap yang paling dinanti. Cabai rawit mulai berbunga pada 44-55 hari dan berbuah pada 60-80 hari. Pembungaan dan pemupukan dapat dipercepat dengan menambahkan pupuk ZPT.

Cabai rawit dapat dipanen setelah kira-kira. 80 hari. Waktu panen harus di pagi hari setelah embun mengering. Anda bisa memilih cabai rawit yang sudah matang. Anda juga bisa menyimpan hasil panen di tempat yang teduh tetapi tidak lembab.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam cabe rawit dari biji semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya