Budidaya Asparagus

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Asparagus adalah sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia, asparagus dibudidayakan di dataran tinggi dan sangat sedikit orang yang mengenal sayuran ini.

Karena asparagus dikenal sebagai sayuran mahal dan hanya disiapkan di restoran atau hotel berbintang. Pelabelan produk asparagus atau kepemilikan pertanian untuk kelas menengah dan atas tidak diragukan lagi menawarkan peluang bisnis yang hebat. Kalau asparagus berkualitas, bisa diekspor langsung ke luar negeri.

Budidaya-Asparagus
Budidaya Asparagus

Asparagus sendiri adalah varietas sayuran yang dikonsumsi pada bagian batang muda atau tunasnya. Asparagus yang banyak dikonsumsi orang terdiri dari dua jenis yaitu asparagus hijau dan asparagus putih. Asparagus putih hanya tumbuh di dataran tinggi dan tidak umum di Indonesia.

Karena prospek asparagus yang sangat menjanjikanbanyak orang ingin tahu bagaimana mereka bisa mendapat untung dengan menanam sayuran ini. Di bawah ini, informasi tentang pedoman penanaman asparagus dijelaskan dengan mudah dan benar.

Cara Budidaya Asparagus

Syarat Tumbuh

Iklim

Tanaman Asparagus tumbuh sangat baik di daerah pegunungan tropis, pada suhu antara 10 dan 13 ° C, sementara di daerah perbukitan antara 200 dan 1900 m di atas permukaan laut. Faktanya, faktor suhu memainkan peran penting dan khususnya mempengaruhi pertumbuhan individu baru.

Tanah

Untuk memenuhi produksi kecambah asparagus tanah tidak hanya harus ditanam di iklim yang sesuai tetapi juga tanah memainkan peran penting. Beberapa jenis tanah cocok untuk tanaman asparagus di Indonesia, misalnya: Podsolik merah kuning Dengan curah hujan antara 2.500-3.500 mm per tahun tanpa bulan kering. Ketinggian antara 20-1000 m di atas permukaan laut, ketebalan tanah antara 1-2 m. Merah dan kuning dengan tekstur tanah liat berpasir. pH 3,5-5,0.

Ketinggian

Curah hujan adalah antara 2.000 dan 7.000 mm per tahun dengan bulan-bulan kering di bawah 3 bulan. Atur ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Ketebalan bagian bawah cukup dalam (1,5-10 m) dengan warna merah hingga coklat hingga kuning. Struktur tanah liat, struktur remah dan konsistensi Genbur dalam reaksi asam hingga asam lemah, pH 4,5-6,5 dengan kandungan bahan organik dalam lapisan 3-10%.

Curah hujan 2.500-7.000 mm per tahun untuk bulan-bulan kering di bawah 2 bulan. PH tanah antara 5.0 dan 7.0 dengan kandungan hara yang tinggi Tanah berpasir yang kaya akan bahan organik seringkali memberikan hasil yang baik. Oleh karena itu, tanah harus disiapkan dengan memasukkan / membajak pupuk / kompos dalam jumlah 30-40 ton per ha.

Pembibitan

Waktu pembibitan adalah untuk menyebarkan benih selama 1-3 bulan pada pertumbuhan bibit yang ditanam di media persemaian. Bijinya berasal dari tanaman yang berumur lebih dari 2 tahun. Biji tua atau kering berwarna hitam. Langkah-langkah Pembibitan meliputi:

  1. Benih direndam dalam air hangat pada suhu sekitar 30 ° C selama 84 jam
  2. Persiapkan media pembibitan dari pupuk kandang, pasir dan tanah dalam perbandingan (2: 1: 1)
  3. Persiapkan petak persemaian ke arah utara-selatan dengan diberi atap pelindung menghadap utara-selatan dengan panjang sesuai kebutuhan (5-10 m) dan lebar sekitar 1 m.
  4. Sebarkan benih asparagus pada jarak 30 cm dalam barisan 5-7,5 cm.
  5. Untuk melindungi tanah longsor dari hujan, pinggir petakan bisa diperkuat dengan bambu
  6. Perawatan persemaian diantaranya: Penyiraman, penjarangan tanaman, penjarangan atap pelindung, pencegahan hama dan penyakit.
  7. Bibit asparagus dapat dibawa ke kebun jika akarnya cukup kuat, tinggi pohon lebih dari 30 cm, usianya sekitar 6-8 bulan.

Persiapan Lahan

Persiapan Lahan tanam adalah sebagai berikut:

  1. Tanah untuk lahan asparagus harus cukup dalam dan berpasir.
  2. Tanah tersebut diolah atau dibajak hingga kedalaman 30 cm
  3. pembuatan alur atau parit dengan lebar 30-45 cm dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.
  4. Berikan pupuk kandang / pupuk sekitar. 5-10 per hektar, jika perlu tambahkan hingga 15 gram ZA / urea dan TSP / SP-36 per tanaman.
  5. Pencampuran media tanam.

Proses Penanaman

  1. Bibit asparagus yang berumur 6-8 bulan dengan tinggi minimum 30 cm sudah cukup baik untuk mulai menanam di lahan.
  2. Bibit ditempatkan di parit yang disediakan dan kemudian ditumpuk dengan tanah bekas galian.
  3. Jarak yang bisa digunakan untuk menanam asparagus bervariasi. Ketika jarak antara alur/parit adalah 75 hingga 90 cm, jarak berturut-turut adalah 50 hingga 60 cm. Saat menggunakan karak antara lekukan 105-110 cm, tanaman ditanam di barisan dengan jarak 35-45 cm.
  4. Dalam satu hektar, tanaman dapat tumbuh antara 20.000 dan 25.000 pohon.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pembubunan

Jika tanaman mulai mendapatkan tunas, dapat dilakukan pembubunan. Di musim hujan, parit diperdalam. Hal tersebut karena asparagus tidak suka genangan air.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan ketika indukan asparagus memiliki hingga 8-10 tunas, sisanya dilakukan pemangkasan. Setelah mencapai waktu panen hanya 3-5 batang yang dipelihara. Pemangkasan juga terjadi pada cabang dan batang yang terserang hama atau penyakit.

Pengairan dan Drainase

Parit yang terendam air hanya setinggi setengah dari parit. Tunggu sampai air meresap ke atas. Kemudian bekas air dibuat. Pengairan di musim kemarau adalah seminggu sekali.

Pemupukan Tambahan

Pemupukan tidak hanya pupuk tambahan secara umum, tetapi setiap tahun juga merupakan pemupukan berkala, yaitu pemupukan yang kuat seperti pada pemupukan pertama. Pada saat ini, panen tidak dilakukan selama 3-4 minggu atau masa istirahat dan dilakukan seleksi induk. Untuk pupuk susulan itu sendiri, parit dibuat sepanjang barisan 20 cm dari tanaman di mana parit 15 cm. Kemudian pupuk tersebut dicampurkan dan ditutup dengan tanah. Pupuk kimia diberikan setiap bulan sementara pupuk diberikan setiap 3 bulan. Gempa susulan ke-4 kembali seperti pupuk I dan seterusnya.

Pencegahan Hama dan Penyakit

Jika tanaman mati atau terkena penyakit dan hama solusinya adalah menumbuhkan batang yang tumbuh normal. Hama umum yang menyerang seperti ulat grayak dan ulat tanah selama periode transisi dari musim kemarau ke musim hujan biasanya merupakan kelompok jamur untuk penyakit. Pengendalian hama dan penyakit bersifat mekanis, selama serangannya tidak parah. Pestisida dilakukan ketika serangan parah dengan pestisida organik / daun tembakau.

Pemanenan

Panen dapat dilakukan ketika asparagus dengan tunas yang sekitar 4 sampai 5 bulan setelah pindah tanam telah muncul di atas permukaan tanah. Jika panen pertama terjadi pada usia 4 bulan setelah tanam, panen kedua pada usia 5 bulan dengan interval panen 2 hari, bulan ke-6, dll., Dapat dipanen setiap hari.

Panen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menarik atau memotong batang muda. Metode panen terbaik adalah pemangkasan karena tidak merusak sistem akar tanaman, yang akan menjadi stok bibit potensial.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya asparagus semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: