11 Budidaya Buah Naga dalam Pot dan Cara Perawatannya

BungaBunga.Co.Id – Buah naga memiliki nama latin Hyloceres undatus dan merupakan buah merah yang bisa ditanam di Indonesia. Umumnya, buah ini bisa ditanam di lahan terbuka atau di pot atau tabulampot buah naga. Dengan iklim dan kondisi tanah yang tepat dimungkinkan untuk menanam buah ini sebagai tanaman budidaya.

Salah satu metode penanaman yang paling populer adalah labulampot buah naga atau buah naga dalam pot. Metode ini tidak hanya lebih praktis, juga memiliki keuntungan lain: tidak memerlukan area yang luas tanah untuk tanaman.

Budidaya-Buah-Naga-dalam-Pot
Budidaya Buah Naga dalam Pot

Cara Budidaya Buah Naga dalam Pot

Syarat Tumbuh

Berikut adalah beberapa persyaratan penting untuk budidaya buah naga:

  1. Intensitas sinar matahari adalah 70-80%.
  2. Curah hujan ideal adalah 60 mm / bulan atau 720 mm / tahun.
  3. Ketinggian permukaan tanah antara 0 – 350 m di atas permukaan laut
  4. Suhu udara ideal sekitar 26-36 derajat Celcius.
  5. Kelembaban udara antara 70 dan 90%.
  6. Tingkat pH tanah pada skala 6,5 hingga 7.

Menyiapkan Bibit Buah Naga

Memilih benih yang tepat memiliki dampak besar pada jenis dan kualitas buah naga yang akan Anda panen. Oleh karena itu, jika Anda belum bisa melakukan pembibitan sendiri lebih baik membeli bibit buah naga unggulan kepada penjualnya.

Namun, jika Anda merasa mampu, Anda dapat menjalankan pembibitan baik secara generatif maupun vegetatif.

Menyiapkan Pot untuk Media Tanam

Ada banyak jenis pot yang dijual di pasaran, ada pula yang terbuat dari semen, plastik, tanah liat dan kaleng. jenis pot mana yang harus kita pilih?

Khusus untuk budidaya buah naga, Anda harus memilih pot yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kira-kira 40-50 cm. Bahan pot-tanah liat diketahui tahan terhadap perubahan suhu yang drastis di lingkungan sehingga pertumbuhan buah naga tetap terjaga.

Membuat Tiang Penyangga

Tiang penyangga ini memainkan peran yang sangat penting dalam budidaya buah nagabahkan selama umur hidup pohon tersebut. fungsi utamanya adalah untuk menyangga pohon buah naga dengan batang dan daun yang sangat besar.

Oleh karena itu, beton adalah bahan terbaik untuk pembuatan tiang penyangga. Jika tidak ada beton, Anda bisa menggunakan balok kayu besar. Ukuran ideal untuk tiang penyangga ini adalah diameter 8-10 cm dan tinggi 200 cm.

Pembuatan Media Tanam

Selanjutnya yaitu menyiapkan media tanam yang akan digunakan di dalam pot. Berbeda jenis tanaman, tentu berbeda pula jenis dan komposisi media tanam yang digunakannya.

Untuk menanam buah naga, Anda perlu menyiapkan media tanam yang terbuat dari pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos campur seluruh komposisi dalam pot dan kemudian tambahkan sedikit air sehingga media tanam basah.

Cara Menanam Buah Naga dalam Pot

Pertama, isi pot dengan campuran media tanam hingga 80% dari volume pot. Kemudian tambahkan 100 g dolomit per pot dan 20 g pupuk Hortigro per pot, dan aduk hingga tercampur.

Buat tiga lubang tanam dengan kedalaman 10 cm dan diameter 6 cm di setiap pot. Pastikan lubang tanam tidak terlalu dalam atau terlalu dangkal karena ini akan membuat pertumbuhan pohon buah naga tidak stabil.

Masukkan benih yang sudah disiapkan sebelumnya ke dalam pot, masukkan benih dengan sempurna dan kemudian timbun kembali dengan media tanam hingga merata. Setelah rata, padatkan media tanam hingga cukup padat lalu sirami dengan air secukupnya agar semakin sempurna.

Anda dapat memangsangkan tiang penyangga ke setiap pot untuk mendukung pertumbuhan pohon buah naga. Pastikan bahwa ukuran tiang penyangga disesuaikan dengan ketinggian pohon buah naga sehingga pertumbuhannya tidak terhambat dan kemudian perlahan-lahan ikat batang pohon buah naga ke tiang penyangga agar dapat berdiri tegak dan stabil.

Simpan pot di tempat yang tepat dengan suhu udara yang cukup dan sinar matahari yang cukup. Jangan lupa untuk memilih lokasi penyimpanan untuk pot pohon buah naga sesuai dengan kondisi pertumbuhan yang dijelaskan di atas.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pekerjaan Anda tidak berhenti pada proses penanaman. Lalu ada proses penting lain yang perlu diikuti yaitu proses pemeliharaan.

Penyulaman

Pertama, Anda perlu melakukan penyulaman pada hari ketujuh setelah menanam benih. Hal ini dimaksudkan untuk mengganti atau memperbaiki tanaman yang mati, membusuk di pohon atau tidak tumbuh.

Pemupukan

Anda juga perlu melakukan pemupukan akar dan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore. Setelah 2 hingga 4 minggu Anda dapat melakukan pemupukan daun dengan menyemprotkannya langsung ke pohon buah naga selama delapan minggu seminggu.

Pemangkasan

Jika pohon buah naga berumur kurang dari 2-3 bulan, Anda tidak perlu melakukan pemangkasan. pemangkasan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah.

Repoting

Repoting buah naga biasanya dilakukan untuk memicu pembungaan buah naga yang ditanam dalam pot. Agar buah naga Anda tumbuh subur, Anda dapat memberi pupuk secara teratur dan selalu menjaga buah naga tetap sehat sehingga menghasilkan buah dengan cepat dan dalam kualitas optimal.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya buah naga dalam pot semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya