11 Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Posted on

Budidaya Jamur Tiram – Terkadang kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang istimewa di rumah. Sesuatu yang tidak terlalu rumit tetapi juga bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri. Misalnya, ketika kita menggunakan ruang rumah kosong, kita kadang-kadang mulai berpikir tentang bagaimana kita bisa menggunakan ruang kosong dan waktu luang kita, kadang-kadang hanya digunakan untuk bersantai.

Mungkin budidaya jamur tiram cocok untuk Anda. Karena untuk menanam jamur tiram, Anda tidak harus memiliki pengalaman dalam budidaya. Anda tidak harus menjadi seorang profesional atau ahli dalam bidang tersebut. Anda hanya perlu memperluas pengetahuan Anda dari Internet saat Anda mempraktikkannya, atau yang biasa disebut dengan learning by doing.

Budidaya jamur tiram tentu bisa menjadi alternatif yang menarik. Mengapa? Anda sekarang dapat melihat bagaimana toko online tumbuh di mana-mana. Toko kelontong ada di mana-mana. Banyak orang memilih untuk bersaing dalam hal yang sama, sehingga target pasar dibelah dan terbagi-bagi. Hal ini tentu saja berdampak negatif pada penjualan mereka, belum lagi bahwa ada perusahaan besar yang menjual produk yang sama dengan harga yang jauh lebih murah. Tamatlah riwayat kita sebagai bisnis kecil.

Budidaya-Jamur-Tiram
Budidaya Jamur Tiram

Saat ini pengusaha perlu meningkatkan layanan mereka dan mampu memasarkan produk mereka secara kreatif. Hal ini jelas bukan hal yang mudah. Jika Anda bersaing dengan ratusan orang di bidang yang sama Anda harus bekerja keras untuk membangun branding dalam bisnis Anda, belum lagi bisnis online atau offline.

Kehadiran jamur tiram tampaknya menjadi nafas baru bagi peluang bisnis yang jarang dirasakan manusia. Mungkin karena kedengarannya sulit dan aneh, mungkin juga orang – orang bingung siapa yang mau beli jamur tiram? Tetapi juga pasar jamur tiram terbuka lebar. Berikut ini adalah cara membudidayakan jamur tiram dan cara merawat serta menanamnya.

Budidaya Jamur Tiram

Pemilihan Bibit Jamur Tiram

Pilihlah hanya biji jamur yang baik sehingga jamur tiram yang dihasilkan baik. Ada banyak petani jamur tiram yang mengabaikan hal ini yang akhirnya menyebabkan jamur tiram tidak tumbuh sebagaimana mestinya sehingga panen jamur tiram tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Untuk mendapatkan bibit jamur tiram terbaik, kami memiliki dua pilihan:

  1. Menumbuhkan benih sendiri untuk mendapatkan benih F1
  2. Membeli dari penyedia terpercaya benih jamur tiram

Namun, jika kita masih pemula disarankan untuk membeli saja benih jamur tiram yang akan dibudidayakan.

  1. Pilih benih jamur tiram dengan berat sebesar 75%
  2. Pastikan jamur tiram berwarna putih dan tumbuh merata di media pertumbuhannya
  3. Pastikan tanggal pembuatannya belum kedaluwarsa
  4. Berkonsultasi dengan petani jamur tiram yang sukses

Membangun Kumbung dan Rak Jamur

Langkah selanjutnya adalah membangun kumbung jamur. Kumbung adalah bangunan tempat rak jamur dapat ditempatkan.

Hal yang terkait kumbung adalah sebagai berikut:

  1. Faktor penting yang harus dipatuhi didalam kumbung adalah kelembaban dan suhu. Kesesuaian kelembaban dan suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan jamur.
  2. Rangka kumbung bisa dibuat dari kayu dan bambu. Sedangkan dindingnya terbuat dari anyaman bambu atau papan. Berikan naungan dari genteng sehingga suhu tetap dingin di dalam.
  3. Hindari penggunaan asbes dan seng, karena ini dapat menyebabkan suhu naik. Lantainya, gunakan saja tanah. Tujuannya adalah untuk sepenuhnya menyerap air selama penyiraman.
  4. Rak-rak di Kumbung dibangun seperti rak buku. Rangka rak dapat dibuat dari kayu dan bambu. Digantung di antara rak dengan rak lainnya. Masukkan jarak beberapa meter untuk jalan atau jalur untuk memudahkan perawatan.
  5. Tinggi rak sekitar 40 cm, tetapi usahakan tidak kurang dari 40 cm.
  6. Tingkat rak dibuat sesuai kebutuhan, misalnya 3-4 tingkat. Rak memiliki lebar 40 cm. Jarak antara rak adalah satu meter.
  7. Setiap tingkatan rak dapat menampung sekitar 80 jamur baglog. Sesuaikan jumlah rak agar sesuai dengan jumlah baglog jamur.
  8. Ukuran kumbung atau rumah jamur tidak boleh terlalu kecil atau terlalu lebar. Umumnya 70 baglog per m2. Jadi jika Anda ingin menanam 1000 baglog, area kumbung setidaknya 1000 baglog / 70 = 15m2. Ini bisa 3 mx 5 m atau 2 mx 7,5 m
  9. Menurut Bapak Fithrawan Satriyanto, ST dari Malang, ilmuwan dan peternak jamur. Arah angin dan oksigen memiliki pengaruh besar pada hasil jamur.

Membeli Baglog Jamur

Mengapa kita harus membeli jamur baglog? Mungkin itu pertanyaan pertama yang muncul di benak Anda. Alasannya sederhana karena Anda masih pemula. Baru belajar cara menanam jamur tiram. Jadi, Anda harus menggunakan baglog siap pakai.

Apa itu Baglog? Baglog adalah media untuk menanam bibit jamur. Bentuk baglog adalah silinder dilapisi plastik khusus. Baglog berisi campuran serbuk gergaji dan benih jamur tiram. Salah satu ujung baglog dilubangi untuk menumbuhkan jamur tiram.

Harga baglog

Baglog jamur tiram biasanya dijual dengan harga 1.800 – 2.500 Rp di pasaran. Sekarang banyak petani telah membuat benih jamur sendiri. Namun, bagi Anda yang ingin fokus pada pertumbuhan Anda harus membeli baglog yang siap budidaya. Berat rata-rata baglog yang baik adalah satu kilogram.

Meskipun baglog yang Anda beli siap digunakan Anda harus tetap melakukan sterilisasi. Caranya dengan memasukkan Baglog ke dalam autoclave atau pemanas? Atur suhu ke 12 ° C dalam 15 menit.

Jika Anda tidak memiliki autoclave, gunakan drum besar dengan kapasitas 50 baglog. Kemudian panaskan drum di atas kompor minyak. Proses sterilisasi memakan waktu sekitar 8 jam. Biarkan dingin setelah 8 jam. Jangan lupa mematikan oven atau secara bertahap menurunkan suhu autoclave secara bertahap.

Kiat Memilih Baglog Yang Baik

Tahukah Anda bahwa tidak semua baglog baik? Mari kita bahas tipsnya.

  1. Memperhatikankan ukuran baglog, baglog biasanya menggunakan plastik bening dengan diameter 12 cm dan panjang sekitar 30 cm. berat per baglog 1,3 kg, ada yang sangat besar hingga 2 kg. Jangan membeli baglog yang terlalu ringan.
  2. Menannyakan serbuk gergaji yang digunakan sebagai bahan baglog Lebih padat lebih baik. Penjual profesional biasanya menggunakan alat pemadat, sedangkan penjual pemula kecil biasanya ditusuk tusuk menggunakan kayu dan sejenisnya.
  3. Perhatikan jenis bahan serbuk gergaji untuk Baglog Semakin keras jenis kayunya, semakin baik. Kayu sengon, kayu mahoni, kayu kampung dan kayu kembang umumnya digunakan sebagai pembibitan.
  4. Apakah benih F2 dibuat atau dibeli terlebih dahulu? Lebih baik membeli dari pembibit yang membuat benih F2 sendiri, bukan milik orang lain.
  5. Sterilisasi dengan beton baja atau drum Tanyakan kepada penjual cara mensterilkan benih jamur. Sterilisasi dengan beton / baja lebih baik daripada dengan drum.
  6. Kondisi miselium Miselium berwarna putih, biasanya miselium yang baik hanya 10-12%, tidak sebagian besar.
  7. Harga Harga yang wajar seperti artikel ini ditulis adalah harga yang wajar untuk Baglog Rp. 1800 – Rp. 2500
  8. Garansi Tanyakan penjual apakah dia memberikan garansi atau tidak.

Merawat Baglog dan Jamur Tiram

Bukalah baglog sebelum menaruhnya di rak. Bagian yang dibuka adalah cincin baglog dan kertas penutup baglog. Setelah itu Anda bisa menyusunnya.

Baglog disusun dalam rak jamur

  1. Atur baglog secara horizontal dengan lubang di samping. Anda dapat menumpuk baglog bersama-sama selama mereka disusun dan tidak terlalu berdekatan.
  2. Baglog juga dapat diatur secara vertikal dan lubang mengarah ke atas. Namun, metode ini membutuhkan lebih banyak ruang rak.
  3. Jika Anda mengatur baglog secara vertikal, kelebihannya dalam menyiramnya lebih mudah. Selain itu, juga lebih mudah saat memanen jamur tiram.
  4. Anda harus membiarkan Baglog selama 5 hari setelah menyusunnya. Kemudian buka penutup baglog (cincin dan kertas). Lalu tinggalkan lagi selama 3 hari. Jangan lakukan penyiraman. Anda bisa melakukannya setelah tiga hari berlalu.
  5. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan spray. Hindari menyiram dalam bentuk tetesan air, tetapi gunakan sistem kabut. penyiraman dengan membentuk kabut membuat pertumbuhan jamur lebih sempurna. Anda bisa menyiramnya 2-3 kali sehari. Sesuaikan dengan kelembaban dan suhu.

Mencegah Hama pada Jamur Tiram

Perawatan baglog jamur tiram juga termasuk mencegah pertumbuhan hama. Anda tidak akan pernah bisa memprediksi kapan hama akan menyerang tanaman jamur tiram. Yang bisa Anda lakukan hanyalah mencegahnya.

Faktor Lingkungan

Lingkungan adalah faktor utama yang dapat menyebabkan tumbuhnya hama dan penyakit. Untuk mencegahnya, semprotkan formalin secara teratur ke area sekitar kumbung.

Ulat

Salah satu hama yang menghancurkan jamur tiram adalah ulat. Ulat dapat muncul karena tempat itu terlalu basah, kotor dan tidak terawat. Cegah hal ini dengan selalu membersihkan kumbung dan rak jamur. Buang sisa jamur dan jamur yang tidak bisa dipanen. Juga bersihkan jamur kecil yang disebut jamur hama.

Anda harus tahu, ulat bulu sering terjadi saat memasuki musim hujan. Pada saat ini, kelembabannya sangat tinggi sehingga tempat tersebut menjadi basah. Untuk mencegahnya, sirkulasi udara di Kumbung harus dilakukan. Buka lubang sirkulasi udara selama musim hujan dan hentikan penyiraman.

Kepik

Hama lain yang biasanya menyerang jamur tiram adalah kepik. Hama kepik disebabkan oleh pangkal jamur yang masih tertanam di baglog. Kepik juga merupakan penyebab datangnya ulat bulu.

Pencegahan dengan membersihkan kumbung, menyemprotkan dengan formalin dan tidak menempatkan kumbung terlalu dekat dengan lumbung. Yang paling penting adalah menjaga rak dankumbung bersih agar tidak ada hama muncul.

Pemanenan Jamur Tiram

Jamur tiram dapat dipanen setelah peletakan jamur sekitar dua minggu setelah baglog kayu ditempatkan.

Jika baglog sudah ditumbuhi miselium ia dapat dipanen dua minggu kemudian. Kemungkinan panen baglog jamur tiram sekitar 5-8 kali selama perawatan sesuai instruksi. Setiap 1 kg baglog jamur tiram biasanya menghasilkan 0,4-0,8 kg jamur.

Jamur yang bisa dipanen adalah jamur yang sudah mekar dan besar. Ujung-ujungnya terlihat seperti mahkota bunga putih. Segera panen jamur tiram sebelum tudungnya pecah.

Kalau Anda memanen jamur saat tudungnya pecah, warnanya akan berubah kuning kecoklatan. Selain itu jamur tiram akan layu dengan mudah. Lakukan pemanenan sesuai jadwal yaitu sekitar 2 minggu setelah panen pertama.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya jamur tiram semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: