11 Cara Budidaya Merica yang Baik

Posted on

Budidaya Merica – Merica atau biasa disebut lada atau sahang adalah salah satu bumbu unggul yang memiliki harga ekonomis tinggi. Merica juga menjadi salah satu komoditas utama dan merupakan salah satu alasan mengapa orang Eropa sangat ingin menjajah Indonesia pada masa kolonial.

Dengan nama latin Piper Albi Linn atau Piper Ningrum Merica adalah bumbu yang sudah familiar di hati masyarakat Indonesia. Terlebih lagi rasanya sedikit pahit dan pedas tetapi memberi perasaan hanga, yang banyak digunakan dalam resep tradisional Indonesia.

Budidaya-Merica
Budidaya Merica

Merica sendiri adalah salah satu produk komoditas unggulan dan Indonesia sendiri adalah negara yang secara konsisten mengekspor merica ke seluruh dunia. Banyak orang mengenal lada hitam dan putih sebagai bahan utama di dapur.

Lada juga dijuluki “raja rempah-rempah” atau “king of spice” di luar negeri. Jadi jangan heran jika permintaan global untuk produk ini meningkat dari waktu ke waktu.

Maka tidak heran jika banyak sentra budidaya menanam merica sebagai produk utama. Selain permintaannya yang tinggi, harga merica juga selalu stabil dan cenderung jauh lebih tinggi daripada bahan baku seperti karet, kopi atau minyak sawit.

Meski demikian, budidaya merica praktis sulit dan memiliki tantangan tersendiri. Jika Anda tertarik untuk mengambil kesempatan ini, adalah cara-cara berikut untuk menanam merica.

Cara Budidaya Merica

Syarat Tumbuh

Sebelum Anda mulai menanam, Anda harus tahu terlebih dahulu mengetahui persyaratan mana yang harus dipenuhi sebelum Anda menanam merica. Karena ada risiko gagal jika Anda tidak memperhatikan.

Berikut ini beberapa kondisi yang harus diperhatikan:

  1. Lahan harus memiliki curah hujan tahunan 2.500 – 3.000 mm.
  2. Lahan harus terpapar sinar matahari setidaknya 10 jam sehari.
  3. Suhu udara lahan minimum adalah antara 24 dan 35 derajat Celcius.
  4. PH tanah setidaknya 5-7 dan ketinggian tanah 300-1.500 meter di atas permukaan laut.
  5. Jenis tanah yang baik adalah laterit, Utisol, Podsolik dan Latosol.

Proses Pembibitan

Pada tahap awal budidaya merica, proses pembibitan pohon disiapkan. Meskipun dapat dibudidayakan secara umum dengan biji, penggunaan stek batang adalah pembibitan yang paling efektif. Namun, jika Anda tidak ingin rumit, Anda dapat membeli benih di outlet bibit sesuai dengan kriteria berikut:

  1. Benih harus bebas dari hama dan penyakit serta dalam kesehatan yang baik.
  2. Bibit tentu saja berasal dari tanaman merica sehat.
  3. Kemurnian bibit merica harus dijamin.
  4. Kebutuhan satu hektar lahan adalah sekitar 2.000 bibit Merica.

Persiapan Lahan Tanam

Langkah selanjutnya adalah mengolah lahan tanam untuk menyiapkan lokasi tanam. Untuk budidaya merica Sendiri membutuhkan tanah yang gembur dan tanah yang subur. Sehingga penanaman area penanaman dapat berlangsung dengan cara sebagai berikut:

  1. Cangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm, sampai tanah tanaman menjadi gembur.
  2. Jika pH tanah di bawah 5, 500 kg dolomit harus ditambahkan ke satu hektar area yang ditanami dan didiamkan selama 4 minggu.
  3. Kemudian tambahkan pupuk kandang yang sudah matang dan biarkan selama dua minggu agar tercampur rata dengan tanah.

Menanam Benih

Setelah lahan dan bibit siap, benih harus ditanam di area penanaman. Biasanya merica ditanam atau dibudidayakan di monokultur atau tumpang sari. Penanaman bisa dilakukan sebagai berikut:

  1. Jarak tanam yang ideal adalah 2 × 2 meter.
  2. Buat lubang tanam dengan kedalaman 50 cm dengan ukuran atas 40 × 35 cm dan ukuran bawah 40 × 15 cm.
  3. Setelah lubang tanam selesai, biarkan selama 2 minggu.
  4. Waktu terbaik untuk menanam adalah musim hujan.
  5. Hal ini untuk mencegah benih baru terkena sinar matahari yang cerah sehingga Anda harus menanam pagi atau sore hari.
  6. Setelah penanaman tambahkan 100 g kompos dan lakukan penyiraman.

Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan buah dan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Diperlukan perawatan dan pemeliharaan berikut:

Penyiraman

Penyiraman harus dilakukan terutama pada awal periode tanam. Hal ini untuk mencegah dehidrasi terutama saat ditanam saat musim kemarau. Sebaliknya, ketika ditanam di musim hujan tidak diperlukan penyiraman. Terutama setelah tanaman besar Anda kadang-kadang bisa menyiraminya ketika cuaca panas dan terik.

Pemupukan Tambahan

Pemupukan tambahan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas atau hasil tanaman merica. Pemupukan susulan dilakukan untuk memberikan nutrisi ke tanah. Pemupukan terjadi setiap 6 bulan. gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang bahan organik yang mudah didapat.

Pemasangan Rambatan

Pemasangan rambatan bertujuan agar tanaman merica dapat mengikuti rambatan dan tumbuh dengan baik. Pemasangan rambatan juga bermanfaat bagi tanaman untuk tumbuh optimal. merica berkembang biak setelah dipasangkan rambatan memungkinkan tanaman tumbuh dan berbuah.

Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu, pertumbuhan gulma yang tidak terkontrol dapat mengganggu penyerapan dan nutrisi tanaman. Penyiangan secara rutin dilakukan setidaknya sebulan sekali. Anda dapat mencabut atau menggunakan alat-alat seperti cangkul atau sabit untuk menyingkirkan gulma yang membandel.

Perempelan

Perempelan berguna untuk meremajakan ranting atau dahan dan tangkai tanaman merica. Buang bagian tanaman yang tampak layu atau terkena hama atau penyakit. Karena jika tidak dibuang maka dikhawatirkan akan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Serta upaya mencegah penularan penyakit yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman merica dan menyebabkan gagal panen.

Pemanenan

Dengan menerapkan prinsip budidaya yang baik dan perawatan intensif serta pemeliharaan panen dapat dilakukan ketika tanaman berumur 3 tahun. Pada usia ini, merica mulai menghasilkan buah pertama. Tentu saja kualitas dan kuantitas panen masih rendah.

Karena saat ini tanaman merica masih dalam tahap pembelajaran. Kriteria untuk lada yang siap dipanen tidak sembarangan, karena jika dipetik dalam kondisi yang tidak matang hal tersebut mempengaruhi kualitas.

Merica yang dipanen biasanya memiliki warna merah kekuningan. Dalam hal ini buah dapat dipanen dan dipetik dari tangkainya. Pilih dengan hati-hati agar buah tidak mudah rontok.

Kemudian letakkan hasil panen di tempat yang sejuk. Produk merica biasanya yang dijual di pasaran dalam kondisi kering. Karena itu, setelah panen proses pengeringan harus dilakukan sehingga bisa dijual.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya merica semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: