11 Cara Budidaya Selada Agar Subur

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Selada (Lactuca sativa) adalah tanaman aquatik atau semi-akuatik yang berasal dari sebuah lembah di bagian timur Mediterania. Selada adalah salah satu sayuran yang dikonsumsi manusia tertua dan telah menyebar ke seluruh dunia, terutama di daerah beriklim sedang dan tropis.

Ada berbagai jenis selada diindonesia. Pertama salad keriting, daunnya tipis dan ujungnya ramping, memiliki tulang daun lunak dan berwarna putih, daunnya berwarna hijau muda atau kuning muda dan tidak memiliki rasa. Selanjutnya selada “Lollo Rosso”, yang terlihat seperti perbedaan terbesar dengan selada keriting ditemukan di ujung daun yang berwarna merah, lembut dan renyah.

Budidaya-Selada
Budidaya Selada

Jenis selada lainnya adalah selada bokor, yang memiliki cita rasa segar dibandingkan dengan jenis selada lainnya. Memiliki daun berlapis dan tekstur renyah dan memiliki bonggol besar. Namun sayangnya, Selada jenis ini hanya bisa bertahan 24 jam setelah panen. Selain itu, ada selada air dengan bentuk daun oval dan hijau cerah dan bentuk bunga kecil dan putih.

Cara Budidaya Selada

Syarat Tumbuh

Selada tumbuh dengan baik di dataran tinggi. Di dataran rendah, panennya kecil dan berbunga cepat. Pertumbuhan optimal di tanah subur mengandung humus, pasir atau lumpur. Suhu pertumbuhan optimal antara 15 dan 20 ° C, pH tanah antara 5 dan 6,5. Waktu tanam terbaik adalah pada akhir musim hujan. Namun, bisa juga ditanam di musim kemarau dengan pengairan yang cukup.

Pemilihan Bibit

Jenis selada apa yang ingin Anda tanam? Sebelum menanam selada, pastikan Anda telah memilih jenis selada yang Anda inginkan. Beberapa jenis selada adalah Lollo Verde, Lollo Rosso, Selada Iceberg (head lettuce), Cos / Romaine Selada, Boston Selada, Radicchio dan Butterhead. Setiap jenis salad memiliki tekstur dan rasa yang sedikit berbeda.

Untuk mendapatkan bibit selada, Anda dapat membelinya di toko benih terdekat atau di petani setempat. Pastikan benih yang Anda pilih adalah benih berkualitas tinggi. Berdasarkan bibit berkualitas tinggi, ada harapan untuk selada yang sehat dan berkualitas tinggi.

Persiapan Media Tanam

Ketika bibit selada telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Tentu saja, media tanam yang diperlukan harus memenuhi persyaratan budidaya selada untuk mendukung pertumbuhan tanaman selada. Berikut ini adalah media tanam yang harus disediakan untuk menanam benih selada.

  1. Tanah gembur dan kaya nutrisi
  2. Pupuk kandang atau kompos
  3. Sekam Padi
  4. Pot atau polybag yang berlubang di bawahnya
  5. Cetok atau sejenis alat untuk mencampur tanah dan pupuk
  6. Alat siram dengan air secukupnya

Setelah semua alat dan bahan tersedia, Selada bisa ditanam.

Penyemaian Bibit

Ikuti langkah-langkah ini untuk menyelesaikan penyemaian.

  1. Campurkan tanah, sekam padi dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2: 1: 1.
  2. Campur rata dengan sendok atau alat serupa.
  3. Penuhi sepertiga Pot atau polybag dengan campuran tanah, sekam padi dan pupuk kandang.
  4. Buat lubang di tengah sedalam 2 inci.
  5. Masukkan dua biji atau benih ke dalam lubang yang dibuat di setiap pot atau polybag.
  6. Penimbunan atau benih selada dengan campuran tanah dan pupuk.
  7. Padatkan tanah dengan mengetuk dengan lembut.
  8. Siramlah dengan banyak air. Lakukan dengan hati-hati. Pastikan media semai tetap lembab.

Bibit selada biasanya tumbuh setelah 3 sampai 4 hari atau mulai berkecambah. Sirami benih yang disemai secara teratur. Tumbuhkan bibit di persemaian sampai berumur 17 hari. Pada usia ini, bibit biasanya memiliki 4 hingga 5 daun. Hal ini menunjukkan bahwa benih siap dipindahkan ke media atau lahan yang lebih permanen.

Pengolahan Lahan Tanam

Sebelum dipindah ke lahan permanen, penting untuk mengolah sendiri lahan yang ditanami. Penanaman tanah harus dilakukan perlakuan khusus untuk meningkatkan produktivitas tanah. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengolah lahan tanam agar lebih subur dan siap ditanam.

  1. Sediakan Lahan untuk menabur benih selada di lapangan terbuka.
  2. Bersihkan lahan dengan melakukan penyiangan atau pembersihan gulma.
  3. Buatlah tanah menjadi gembur.
  4. Cangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm. Anda bisa menyesuaikan ukuran bibit selada.
  5. Berikan dan campur pupuk kandang atau kompos di tanah Anda.
  6. Tinggalkan Lahan Anda selama sekitar 2 hari.
  7. Lakukan pencangkulan tanah untuk menghaluskan tanah dengan pupuk kandang dan arang sekam.

Setelah lahan disiapkan, langkah selanjutnya dalam menanam selada dan perawatannya adalah memindahkan benih selada ke tanah yang lebih permanen.

Penanaman Bibit Selada

Pemindahan benih dapat terjadi ketika bibit siap tanam dan lahan siap tanam. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memindahkan bibit selada. Kuncinya adalah berhati-hati. Selesaikan langkah-langkah berikut.

  1. Robek polybag yang telah Anda tanam dengan bibit selada.
  2. Jika Anda menggunakan pot, lakukan penyangkulan benih selada sederhana.
  3. Pastikan pencangkulan tidak mengenai akar selada.
  4. Angkat bibitnya sampai ke akarnya.
  5. Jika ada tanah yang terangkat, dibiarkan saja.
  6. Tanam benih selada di lubang tanam yang disiapkan.
  7. Isi akarnya dengan tanah.
  8. Kemudian padatkan tanah.
  9. Posisikan benih selada secara vertikal.
  10. Siramlah secara teratur dengan banyak air.

Perawatan dan Pemeliharaan

Rawat tanaman selada dengan Penyiraman, Penyiangan dan memastikan bahwa sistem drainase sangat baik, sehingga panen tidak gagal! Anda dapat mencoba hal-hal berikut untuk menanganinya.

penyiraman

Siram tanaman selada secara teratur dua kali sehari pada pagi dan sore. Dalam cuaca hujan Anda dapat mengurangi frekuensi penyiraman. Jagalah agar tanah tetap lembab.

Penyiangan

Penyiangan atau membuang tanaman liar disekitar tanaman selada. Menimbang bahwa selada adalah tanaman dengan akar yang dangkal, daya saingnya dalam menyerap nutrisi di tanah akan lebih rendah dibandingkan dengan larva di sekitarnya. Penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk menghindari kegagalan panen.

Pengairan

Pengairan atau drainase tanaman selada harus dipantau dan diperhitungkan untuk menghindari genangan yang dapat merusak tanaman selada. Dengan mengamati sistem drainase, Anda dapat secara bersamaan mencegah atau mengendalikan hama selada.

Proses Panen

Jika selada berumur 40 hingga 60 hari setelah disemai, tanaman salad dianggap siap dipanen. Berikut ini adalah cara yang tepat untuk memanen selada.

  1. Cabutlah selada sampai ke akarnya.
  2. Sortir daun selada segar.
  3. Jika selada layu atau kering, buang saja!
  4. Cuci selada dengan air mengalir sampai bersih.
  5. Kelompokkan salad sesuai dengan ukuran daun yang sama.
  6. Kumpulkan dalam keranjang yang bersih.
  7. Panen salad dengan selang waktu, mengingat musim salad yang baik dalam waktu singkat.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya selada semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya