12 Cara Budidaya Sorgum yang Baik dan Benar

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Sorgum adalah salah satu tanaman serelia yang sudah lama dikenal petani. Di Jawa tanaman ini disebut Kantel. Seringkali ditanam tumpang sari atau dengan tanaman lain, meskipun ada pula yang membudidayakannya sebagai komoditas pertanian yang paling penting terutama di Indonesia timur.

Budidaya-Sorgum
Budidaya Sorgum

Sekelurga bersama tanaman serelia lainnya seperti padi, jagung dan gandum, sorgum dapat tumbuh bahkan ketika ditanam di tanah kering yang kurang subur, relatif tahan terhadap hama dan penyakit dan dapat dipanen hingga tiga kali dalam satu kali tanam dengan retensi waktu pemeliharaan hampir setara dengan tanaman padi.

Cara Budidaya Solgum

Syarat Tumbuh

Tanaman sorgum dapat tumbuh di daerah beriklim sedang dan dataran rendah dengan curah hujan sedang dan suhu sekitar 22 ° C-32 ° C. Jenis tanah yang baik untuk budidaya sorgum adalah tanah lempung, tanah lempung berpasir, tanah brandjangan, tanah lebu dan tentu saja tanah yang mengandung banyak bahan organik dan berdrainase dengan baik dengan pH sekitar 5,5 hingga 7.

Persiapan Lahan Tanam

Lahan tempat sorgum ditanam atau ditumbuhkan lebih baik di sawah, atau ladang yang digemburkan terlebih dahulu dengan membajak atau mencangkul hingga kedalaman 25 cm dan kemudian digemburkan lagi. Kemudian berikan pupuk dasar dengan pupuk kandang atau kompos dengan dosis sekitar 7-10 ton per hektar lahan secara merata. Kemudian buat bedengan dengan ukuran sekitar 30 cm untuk lebar, 25 cm untuk tinggi dan panjang bedengan bisa menyesuaikan luas tanam. Jarak antara bedengan adalah sekitar 25 cm.

Persiapan Benih

Benih sorgum diperoleh dari biji sorgum yang telah masak dan dikeringkan selama beberapa hari. Kemudian benih disimpan di luar ruangan selama sekitar satu minggu. Jika dirasa terlalu rumit, Anda dapat membeli biji sorgum ditoko pertanian terdekat.

Penanaman Sorgum

Buat lubang tanam pada bedengan yang dibuat dengan kedalaman kira-kira. 5 cm dan di antara lubang jarak kira-kira. 20-25 cm. Sebelum ditanam, benih dicampur dengan insektisida karbosulfan dengan dosis sekitar 30 g / 40 kg benih untuk mencegah semut dan burung memakan biji sorgum. Selanjutnya lakukan penanaman di setiap lubang tanaman 2-benih dan tutup lagi dengan tanah atau bokashi. Kemudian lakukan penyiraman tetapi jika jenis tanah yang lembab tidak perlu disiram.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penjarangan

Agar tanaman tidak terlalu rapat lakukan penjarangan, perjarangan juga pertunjuan untuk dapat menghasilkan tanaman tumbuh dengan optimal karena nutrisi dalam tanah tidak terbagi-bagi.

Penyulaman

Lakukan pengontrolan pada tanaman yang baru anda tanam, jika terdapat tanaman mati atau tumbuh dengan tidak normal maka lakukan penyulaman dengan tanaman yang baru.

Penyiraman

Penyiraman biasanya dilakukan setelah pemberian pupuk. Penyiraman dilakukan dengan menggenangi parit hingga penuh.jika pengairan sudah rata maka buang air tersebut hingga bersih. Setelah pemupukan ketiga, Penyiraman dilakukan setiap 15 hari.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan dua kali ketika tanaman 10 hari setelah tanam dan 25 hari setelah tanam, atau dapat juga dilakukan tergantung pada pertumbuhan gulma. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau dengan cangkul atau sabit.

Pembubunan

Lakukan pembumbunan atau merapihkan bedengan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman, lakukan pembumbunan sebanyak 3 kali sampai musim panen.

pemupukan

Pemupukan tanaman sorgum berlangsung 3 kali, 7 hari setelah tanam, 21 hari setelah tanam dan 35-40 hari setelah tanam.
– Jika tanaman berumur 7 hari, berikan pupuk urea 105 kg / ha, Phonska 105 kg / ha dan TSP 50 kg / ha
– Jika tanaman berumur 21 hari, berikan pupuk urea 150 kg / ha, Phonska 105 kg / ha dan kalium 80 kg / ha
-Ketika tanaman berumur antara 35 dan 40 HST, mereka memberikan pupuk ZA 150 kg / ha dan Phonska 105 kg / ha

Pemanenan

Sorgum dapat dipanen sekitar 90 hingga 100 hari setelah tanam atau 45 hari setelah semai. Karakteristik sorgum yang dipanen adalah kulit buahnya telah berubah dari hijau menjadi hitam atau merah, kulit buah sudah rusak dan isinya terlihat.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya sorgum semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: