6 Cara Budidaya Ubi Jalar Lengkap

Budidaya Ubi Jalar – Budidaya ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah pilihan yang tepat untuk pertanian, karena perawatannya cukup mudah dan tidak tergantung pada musim. Selain itu, peluang pertumbuhan ubi ini masih tinggi karena semakin banyak bahan umbi digunakan.

Budidaya-Ubi-Jalar
Budidaya Ubi Jalar

Di Indonesia, terdapat tiga jenis ubi jalar yang paling populer dibudidayakan yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer adalah Cilembu, Ibaraki, Lampeneng, Georgia, Borobudur, Prambanan, Mendut dan Kalasan.

Cara Budidaya Ubi Jalar

Syarat Tumbuh

Ubi jalar tumbuh dengan baik dan cocok untuk tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman ubi jalar membutuhkan sinar matahari penuh atau 10 – 12 jam sehari. Curah hujan adalah 700 – 1500 mm per tahun pada suhu ideal 20 – 28 derajat Celcius.

Ubi jalar dibudidayakan di dataran rendah hingga dataran tinggi yang terletak 1000 meter di atas permukaan laut. Tanah yang cocok untuk penanaman ubi jalar adalah tanah lempung berpasir, tanah gembur dan kaya humus serta pH ideal 5,5 – 7,0. Di dataran tinggi dan di udara sejuk ubi jalar masih bisa tumbuh dengan baik, namun masa panennya lebih lama.

Persiapan Bibit

Ada dua cara menggunakan benih untuk menanam ubi jalar yaitu secara generatif dan vegetatif

Metode generatif jarang digunakan untuk menanam ubi dalam skala besar tetapi sering digunakan untuk meningkatkan bibit sampai batas tertentu.

Caranya adalah memilih umbi yang berkualitas dan sehat. Umbi yang dipilih kemudian dibiarkan di tempat yang lembab dan teduh sampai tunas keluar. Tunas-tunas tersebut kemudian dipotong dan dapat ditanam.

Metode vegetatif dengan metode stek. Calon indukan berasal dari tanaman yang berumur lebih dari dua bulan dan memiliki ruas yang pendek. Caranya adalah dengan memotong batang tanaman yang panjangnya 15-25 cm.

Setidaknya ada dua ruas batang dalam setiap potongan. Kemudian batang yang distek diikat dan dibiarkan di tempat teduh selama seminggu. Metode ini direkomendasikan hanya untuk 3-5 generasi penanaman.

Persiapan Lahan

Tanah yang baik untuk menanam ubi jalar adalah yang memiliki drainase dengan baik dan bukan tanah berlumpur. Karena ubi jalar membutuhkan tanah gembur untuk pengembangbiakan umbi, lahan budidaya ubi jalar harus digemburkankan terlebih dahulu dengan mencangkul atau membajak.

Budidaya ubi jalar tidak membutuhkan banyak pupuk. Pupuk kandang atau kompos digunakan sebagai pupuk dasar dalam jumlah 20 ton per hektar. Selain itu, bedengan dibuat dengan ketinggian 30 hingga 40 cm dan lebar sekitar 1 meter, sedangkan jarak antara bedengan dibuat dengan jarak 50 atau 70 cm. Di daerah kering, budidaya ubi jalar pada akhir musim hujan sangat cocok. Sementara lahan sawah lebih cocok di musim kemarau.

Menanam Ubi Jalar

Ubi jalar ditanam dengan membenamkan dua pertiga dari stek ke dalam tanah. Di bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antara tanaman dalam satu baris adalah 30 cm dan jarak antara baris adalah 40 cm. Satu hektar lahan membutuhkan sekitar 36.000 batang.

Pada awal pertumbuhan cobalah untuk menjaga kelembaban tanah. Penyiraman harus dilakukan setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman dapat dihentikan saat tanaman tumbuh yang ditandai dengan munculnya daun baru.

Pemeliharaan dan Perawatan

Tanaman ubi jalar adalah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan setiap dua minggu sudah cukup untuk menyerap air. Jadi relatif tidak memerlukan penyiraman terus menerus. Setelah 2-3 minggu penanaman, penyulaman harus dilakukan ketika tanaman mati atau tumbuh secara tidak normal. Penyulaman dilakukan dengan mencabut tanaman mati dan menggantinya dengan stek baru.

Pada umur 4 minggu setelah tanam pembongkaran tanah dilakukan di sisi kiri dan kanan tanaman. Hai ini bertujuan agar akar tanaman tidak menyebar ke mana-mana, sehingga umbi berkonsentrasi pada jalur tanaman. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

6-8 minggu setelah tanam tanah yang dibuang ditutup kembali sementara akarnya yang menyebar keluar dari jalur tanam, dibersihkan. Kegiatan membersihkan akar ini penting karena umbi yang dihasilkan tidak menjadi terlalu besar karena menyebar di mana-mana. Jika akarnya tidak dirapikan umbinya bisa banyak tetapi ukurannya kecil.

Pemanenan

Ubi jalar dapat dipanen pada usia 3,5-4 bulan. Umbi dimabil dari dalam tanah dengan mencabut batang tanaman atau dengan mengeruk tanah di sekitar batang dengan tangan. Setelah umbi dicabut, umbi dibersihkan dari sisa-sisa tanah yang menempel.

Panen dianggap berhasil jika setiap benih yang ditanam menghasilkan setidaknya 1 kg umbi. Secara umum, tanaman ubi jalar yang baik yang tidak terserang hama menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar.

Bahkan dalam beberapa jenis ubi jalar seperti Kalasan, hingga 30-40 ton per hektar dapat dihasilkan. Setelah panen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian ditempatkan di dalam karung dan disimpan di tempat yang kering sebelum dijual di pasar.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya ubi jalar semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya