12 Cara Menanam Cabe Rawit di Pot agar Berbuah Lebat

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Cabai rawit adalah salah satu komoditas yang memiliki harga berfluktuasi dipasaran. Harga cabe rawit di pasaran terus berubah, terutama ketika hari besar tiba seperti hari raya, biasanya harga cabai akan naik. Hal inilah yang kemudian memancing banyak orang untuk menanam cabe baik untuk konsumsi sendiri ataupun di jual di pasaran.

Namun, bagi mereka yang tinggal di perkotaan, kekurangan lahan merupakan salah satu kendala untuk menanam cabe. Untungnya, ini bisa diatasi dengan penanaman menggunakan pot. Karena itu, Anda harus mengetahui langkah-langkah penanaman cabai rawit dalam pot.

Cara-Menanam-Cabe-Rawit-di-Pot
Cara Menanam Cabe Rawit di Pot

Cara Menanam Cabe Rawit di Pot

Pemilihan Benih

Sebelum kita mulai menanam cabai rawit, tentu saja kita harus menyiapkan benih terlebih dahulu.

  1. Menanam cabai rawit untuk hobi atau mengisi waktu luang, bibit cabai rawit dapat menggunakan cabai dari dapur atau membeli cabai rawit tua di pasaran. Saat Anda membeli dari pasar, pilih cabai yang benar-benar tua. Ciri khasnya, kulit cabai merah cerah, terlihat segar dan tidak berkerut, tangkai buahnya masih hijau segar. Jika batangnya kering dan kulitnya keriput meski warnanya merah terang, cabai itu mungkin tidak merah karena sudah tua, tetapi karena disimpan terlalu lama. Pilih varietas atau jenis sesuai selera.
  2. Jika Anda sudah memiliki pohon cabai yang berbuah, Anda juga dapat menggunakannya untuk biji. Pilih cabai yang sudah tua, matang dan sehat untuk disemai.
  3. Atau jika Anda memiliki cukup uang, Anda dapat membeli benih di toko pertanian dengan varietas yang berbeda. Harganya antara 20-40 ribu per bungkus ukuran 200 gram.

Penyemaian benih

Tahap Pertama

  1. Jika membuat benih sendiri, buah cabai yang telah dipilih dibelah untuk diambil bijinya.
  2. Cuci biji cabai sampai bersih untuk menghilangkan lendir yang menempel di biji.
  3. Lakukan pemilihan benih dengan merendam benih dalam air.
  4. Buang benih mengambang dan terapung. Pilih saja biji yang akan tenggelam.
  5. Keringkan biji cabai hingga kering. Biji kering dapat disemaikan atau ditanam langsung .

Tahap Kedua

Penyemaian dengan Wadah semai atau Tray semai

  1. Siapkan media semai dalam bentuk campuran tanah, pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 3: 1.
  2. Aduk tanah dan pupuk dengan baik dan biarkan di tempat teduh selama sekitar satu minggu.
  3. Rendam benih dalam air hangat selama sekitar 3 jam. Untuk mempercepat perkecambahan, kita bisa menambahkan ZPT (Zat Perangsang Pertumbuhan) atau menggunakan air bawang.
  4. Tempatkan media pembibitan dalam wadah pembibitan atau baki pembibitan. Kemudian siram sampai basah.
  5. Tempatkan benih 3 × 4 atau 4 × 4 dalam media semai.
  6. Kemudian tutup benih dengan tanah halus.
  7. Kemudia, tutup wadah semai dengan plastik hitam atau daun pisang agar tetap hangat dan lembab agar biji berkecambah lebih cepat.

Menyiapkan Media Tanam di Pot

  1. Siapkan pot atau poybag dan tanam media.
  2. Ukuran pot atau polybag harus berdiameter 30 cm, semakin besar semakin baik Atau kita bisa juga memanfaatkan barang-banrang bekas untuk menanam seperti ember atau bak bekas, kaleng cat, jerigen, kantung semen dll.
  3. Siapkan media tanam dalam bentuk campuran tanah gembur, pupuk kandang atau kompos, sekam padi dan arang sekam. Dengan rasio 3: 2: 1: 1. Media tanah dalam polibag biasanya lebih cepat padat, sehingga arang sekam mencegah tanah agar tidak mudah padat.
  4. Aduk media tanam secara merata, masukkan ke dalam pot atau tas dan biarkan selama 7 hari.

Cara Menanam Cabai Rawit di Pot

  1. Tahap selanjutnya adalah penanaman, Anda harus menanam di sore hari.
  2. Pot atau polybag yang telah kita tinggalkan untuk minggu berikutnya disiram sampai basah. Dan buat lubang tanam di atasnya
  3. Pindahkan bibit dengan hati-hati ke dalam media / pot.
  4. Jika benih disemaikan di atas tanah atau menggunakan media tray, cabut bibit perlahan-lahan dan segera ditanam. Masukkan benih ke dalam lubang tanam, tutupi dasar bibit dengan tanah dan tekan sedikit di atasnya agar benihnya kokoh.
  5. Jika penyemaian menggunakan polybag, robek plastik polybag dan tekan dengan lembut pada tanah untuk menghindari pecah. Dan langsung ditanam bersama tanah.
  6. Tutupi atau naungi benih yang ditanam dengan daun atau pelepahpisang.
  7. etika tanaman berumur 4 hari, tutup / naungan dapat dibuka untuk mengeksposnya ke sinar matahari.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman

Jika media tanam terlihat kering, Lakukan penyiraman secukupnya dan jangan terlalu banyak, karena ini bisa membuat tanaman mudah terserang penyakit. Apabila pada musim penghujan, media tanam di tutup dan beri lubang pada bagaian pangkal saja.

Pemasangan Ajir

Lakukan pemasangan ajir agar tajuk tanaman yang terus tumbuh stabil dan tidak mudah jatuh saat terkena hujan atau angin. Pemasangan ajir ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah penanaman.

Penyiangan

Lakukan penyiangan gulma atau tanaman lain yang tumbuh di sekitar tanaman cabai rawit sehingga nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit tidak direbut dengan gulma ini.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan tunas yang tumbuh di ketiak daun dikurangi. Tunas yang dilakukan pemangkasan yaitu 4-5 tunas yang berada pada bagian paling bawah.

pemupukan Susulan

Agar pertumbuhan tanaman cabai rawit menjadi optimal, diperlukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan pupuk kimia atau organik. Namun, jenis pupuk terbaik adalah pupuk NPK dan juga kandang Pupuk matang. Pemupukan tambahan pertama terjadi 15-20 hari setelah tanam dan setiap 10 hari sesudahnya.

Hama dan Penyakit

Hama yang umumnya menyerang tanaman cabe rawit meliputi ulat, belalang, kepik, lalat buah, tungau, kutu kebul dan lainnya. Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah antara lain penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

Anda dapat menggunakan insektisida atau Akarisida untuk mengendalikan hama yang menyerang Anda dan Anda dapat menggunakan fungisida atau bakterisida untuk mengendalikan penyakit. Penggunaan dapat disesuaikan dan menggunakan dosis yang disarankan.

Panen Cabe

Cabe rawit yang ditanam di pot atau polybag dapat dipanen 90 hari setelah tanam. Untuk panen lebih lanjut dapat dilakukan setelah 30 hari.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam cabe rawit di pot semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya