15 Cara Menanam Lada dan Cara Merawatnya Sampai Panen

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Lada adalah salah satu tanaman rempah-rempah khas di Indonesia dan harus tahu betul cara menanam lada yang baik dan benar. Untuk menanam lada, teknik sendiri diperlukan untuk mencapai panen yang baik.

Lada banyak ditanam luas di Amerika Tengah dan Selatan, Meksiko, dan Hindia Barat jauh sebelum Kristus dilahirkan. Menurut sejarah, Columbus dan penjelajah awal lainnya membawa lada ke pasar Eropa.

Cara-Menanam-Lada
Cara Menanam Lada

Sebenarnya, lada adalah kontribusi Dunia Baru untuk masakan Dunia Lama. Pada abad ke-17, lada tidak hanya dibudidayakan di Eropa, tetapi di sebagian besar Asia dan Afrika. Anehnya, meskipun lada asli Amerika, mereka tidak diperkenalkan ke Amerika Utara.

Cara Menanam Lada

Syarat Tumbuh

  1. Budidaya lada dapat berjalan dengan baik jika tanaman ini ditanam di tanah dengan curah hujan antara 2.500 dan 3.000 mm / tahun
  2. Mendapatkan sinar matahari sekitar 10 jam / hari pada suhu 20-34 derajat Celcius.
  3. Ditanam di tanah subur atau gembur dengan pH 5-7 dan ketinggian antara 300-1.500 m di atas permukaan laut.
  4. Jenis tanah yang baik yang dapat digunakan sebagai media tanaman lada adalah jenis laterit, utisol, podsol dan latosol.

Pemilihan Bibit Lada Unggul

Langkah pertama dalam menanam lada adalah memilih bibit. Menggunakan bibit berkualitas baik juga membuat hasil buahnya juaga bagus. Namun, banyak petani menganggap penggunaan benih berkualitas tinggi kurang penting dan kurangnya pengetahuan tentang ciridan metode pemilihan atau produksi benih lada berkualitas tinggi.

Berikut ini adalah cara memilih bibit lada:

Ciri Bibit Lada Unggul

  1. Pertumbuhan bibit yang seragam. Intinya adalah jika benih yang Anda tanam berkualitas sangat baik, proses pertumbuhannya merata atau bareng
  2. Benih berkualitas bagus tahan terhadap pemindahan dan dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
  3. Dalam proses pertumbuhan yang cepat, Anda dapat membedakan antara benih yang berkualitas dan benih yang tidak berkualitas berdasarkan proses atau durasi pertumbuhan benih. Hal ini bisa dilakukan lebih cepat atau lebih lambat jika bibit yang dipilih tumbuh lebih cepat dari musim tanam normal dan kualitas benihnya bagus.

Pembibitan Benih

  1. Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memenuhi persyaratan lokasi untuk pembibitan lada. Tempat yang cocok untuk pembibitan adalah tempat yang datar yang dekat dengan sumber air, dekat dengan tempat budidaya lada dan bebas dari serangan hama.Setelah semua persyaratan situs terpenuhi,
  2. langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat persemaian dalam bentuk polybag dan media tanam dalam bentuk tanah normal, tanah lapisan atas dan pupuk tanah kering.
  3. Pilih induk lada yang subur dan potong cabang lada yang tidak terlalu tua tetapi sudah memiliki batang dan daun
  4. Kemudian tanam bahan stek ke dalam polybag yang diisi dengan media tanam.
  5. Siram dan rawat benih lada sampai mereka dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam

Cara selanjutnya untuk menanam lada adalah mengolah area penanaman, meskipun sebenarnya Anda bisa menggunakan polybag langsung tapi dalam penggunaan polybag jumlah tanaman terbatas.

Untuk alasan ini, kami merekomendasikan penggunaan lahan terbuka ketika banyak proses penanaman lada dilakukan. Budidaya tanaman lada secara bertahap dijelaskan di bawah ini.

Pengolahan Lahan Tanam

  1. Mempersiapkan lokasi lahan yang memenuhi persyaratan di atas untuk menanam tanaman lada, dan kemudian menyiapkan alat dan bahan untuk menanam area penanaman dalam bentuk cangkul, arit, humus, pupuk kering
  2. Kemudian bersihkan lahan dari hama, baik rumput dan tanaman tidak pengganggu lainnya
  3. Setelah lahan dibersihkan, gemburkankan tanah hingga kedalaman 40 cm. Dalam proses ini, Anda bisa menambahkan tanah humus dan pupuk kandang agar tanah menjadi lebih kaya nutrisi (kemudian diamkan selama 7 hari).
  4. Setelah Lahan didiamkan selama 1 minggu, Anda dapat melanjutkan ke fase berikutnya yaitu pembuatan bedengan. Buatlah bedengan dengan lebar 135-140 cm, tinggi 50 cm, panjang yang menyesuaikan dengan kondisi lahan dan buatlah drainase yang berfungsi untuk mengalirkan air disekitar bedengan sehingga aliran air dapat mengalir dengan lancar
  5. Langkah terakhir adalah pembuatan lubang di mana bibit lada yang disiapkan sebelumnya ditanam dengan jarak 40 cm di antara lubang.

Proses Penanaman

Lada ditanam ketika bibit sudah cukup tua dan benar-benar siap ditanam, karena jika bibit dipindahkan pada waktu yang salah, ada risiko kematian yang tinggi.

Cara menanam lada, Anda bisa mengambil bibit lada yang sudah tua dan memiliki ciri-ciri yang siap ditanam di tanah yang sudah disiapkan sebelumnya. Ambil bibit lada dari pembibitan, buka polybag, lalu bibit dan tanah keluar dan tanam di lubang yang sudah disiapkan dan tutup lagi dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang.

Perawatan dan Pemeliharaan

Secara umum, perawatan tanaman lada lebih mudah sehingga biaya produksi dapat ditekan. Pemeliharaan sistem ini meliputi:

Pemupukan Susulan

Perawatan untuk tanaman lada selanjutnya adalah pemupukan susulan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi tanaman nutrisi yang digunakan untuk produksi makanan atau fotosintesis. Jika tanaman lada berbuah, kebutuhan nutrisi juga meningkat.

Penyiangan

Tanaman lada juga perlu dibersihkan dari rumput atau gulma yang mengganggu di sekitar tanaman.Lakukan penyiangan gulma secara teratur atau setiap 3 bulan.

Perompesan Bunga

Tanaman lada biasanya berbunga sekitar 1 bulan setelah dibawa ke lahan tanam. Bunga yang muncul harus segera dibuang sampai tanaman lada berusia sekitar 1,5 tahun. Perompesan bunga diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif dan dihentikan setelah tanamannya cukup rimbun.

Pemangkasan

Sementara menanam lada, memangkas batang, ranting, dan bahkan cabang tanaman yang telah layu atau terserang oleh hama juga harus dilakukan untuk meremajakan tanaman lada.

Penyiraman

Untuk menjaga tanaman lada Anda tumbuh, sirami secara teratur sekali sehari. Jangan lupa untuk memastikan drainase yang baik sehingga air tidak membanjiri area di bawah lada di awal musim hujan.

Pemberian Mulsa

Di musim kemarau, pemberian mulsa atau perlindungan tanah untuk tanaman lada yang terbuat dari plastik atau mulsa alami sangat dianjurkan. Mulsa tidak hanya menjaga kelembaban di tanah, tetapi juga mengurangi pertumbuhan gulma di sekitar tanaman lada.

Proses Panen

Metode terakhir dan paling tunggu bagi petani untuk menanam lada adalah proses panen. Namun, Anda harus ingat bahwa proses panen tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena dapat mempengaruhi kualitas lada.

Budidaya lada dari awal hingga panen membutuhkan waktu yang sangat lama. Tetapi semua ini akan terbayar jika pengembalian awalnya memenuhi harapan kita.

Tanaman lada yang siap panen biasanya berumur 6 hingga 7 bulan dan buahnya berwarna hijau tua. Selain itu, Anda juga dapat memeriksa apakah lada siap panen dengan memijat buahnya keras / lunak. Kemudian kami menjelaskan langkah demi langkah cara memanen lada yang tepat.

  1. Pertama, pastikan lada siap dipanen seperti dijelaskan di atas
  2. Buah lada harus dipetik secara selektif dan dipanen sesering mungkin selama musim panen. Jika sering dipanen selama periode panen ini, lada yang dipanen dapat menjadi seragam. Jika hanya satu atau dua pohon lada yang dipetik selama musim panen, kemungkinan buah yang tidak matang atau terlalu tua akan ikut terbawa.
  3. Lada yang jatuh ke tanah harus diambil secara terpisah dan tidak boleh dicampur dengan lada dari pohon. Buah lada yang jatuh ke tanah harus diproses secara terpisah untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan
  4. Panen lada harus higienis / bersih, dikumpulkan dan diangkut dalam kantong atau keranjang bersih untuk dibawa ke tempat pemrosesan.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam lada semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya