12 Cara Menanam Paprika dan Perawatannya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Paprika adalah tanaman dari suku terong-terongan dengan nama Latin Capsium annum L. Buah itu sendiri memiliki banyak warna yaitu kuning, hijau, merah dan beberapa bahkan ungu dengan rasa sedikit manis dan pedas luas dan dibudidayakan di hampir semua daerah tropis dan subtropis,

Dengan penyebarannya yang luas banyak orang menyukai paprika. Paprika selalu laris manis di pasaran. Tidak hanya sebagai pelengkap untuk hidangan seperti salad, tetapi juga paprika digunakan karena banyak nutrisi.

Cara-Menanam-Paprika
Cara Menanam Paprika

Dengan banyaknya manfaat dan khasiat yang didapat dari makan paprika, banyak orang memanfaatkan peluang ini sebagai peluang bisnis. Bisnis yang dimaksud adalah membudidayakan paprika.

Hal ini karena selain menjual cabai di pasaran, harganya juga cukup mahal. Tetapi bagi Anda yang ingin menanam paprika sehingga Anda tidak perlu repot membelinya, inilah cara mudah untuk menanam paprika.

Cara Menanam Paprika

Syarat Tumbuh

  1. Paprika adalah jenis tanaman yang idealnya ditanam di ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut
  2. Tanaman paprika menyukai suhu dingin antara 15-25 ° C
  3. Paprika menyukai tanah dengan pH netral dan curah hujan tidak terlalu tinggi.

Pemilihan Lahan

Proses pemilihan lahan adalah proses utama sebelum Anda menanam paprika. Inilah cara yang benar:

  1. Pilih lahan dengan paparan sinar matahari penuh dan sistem drainase yang baik.
  2. Hindari pemilihan lahan dengan banyak naungan atau pohon rindang besar.
  3. PH tanah harus antara 6,2 dan 7.
  4. Jika tanah terlalu asam, tambahkan kapur pertanian atau abu kayu untuk menetralkan pH.
  5. Namun, jika tanahnya terlalu basa, Anda bisa menambahkan daun pinus atau gambut untuk menetralkan pH.

Persiapan Lahan Tanam

Agar paprika yang Anda tanam dapat tumbuh dengan subur dan baik, siapkan lahan penanaman paprika dengan benar:

Campurkan pupuk ke tanah dan bersihkan area penanaman batu yang ada.
Bersihkan tanah sehingga gulma atau tanaman liar nantinya memengaruhi pertumbuhan dan kesuburan tanaman paprika Anda.
Untuk pupuk, Anda dapat menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos.
Anda juga dapat menggunakan pupuk kimia seperti pupuk urea, tetapi akan lebih baik jika Anda menggunakan pupuk organik.

Bibit Paprika

Setelah persiapan lahan selesai, berikutnya adalah proses pembibitan paprika :

  1. Anda bisa membeli bibit paprika di toko benih atau mengambilnya dari paprika tua. Pilih benih berkualitas baik dengan standar penanaman yang layak.
  2. Rendam biji paprika selama 2 hingga 8 jam dan buang biji apung yang mengapung karena tidak cocok untuk ditanam.
  3. Untuk mensterilkan biji, campurkan 2 sendok makan hidrogen peroksida dengan air hangat untuk merendam biji.
  4. Anda juga bisa merendam biji paprika dalam secangkir teh chamomil untuk mensterilkan.

Penyemaian Benih

Langkah selanjutnya setelah biji disterilkan dan direndam adalah penyemaian :

  1. Persiapkan nampan penyemaian. Untuk nampan semai, Anda dapat membelinya di toko pertanian atau menggunakan baki biasa dengan membuat beberapa lubang kecil di bawahnya.
  2. Isi nampan dengan kerikil atau batu kecil, sedikit sekam, pupuk dan tanah.
  3. Sebarkan benih dalam nampan dan tutupi bagian atas benih dengan tanah normal, lalu siram dengan semprotan. Usahakan agar tanah tetap lembab tetapi tidak basah dan letakkan di ruangan yang lebih terang.
  4. Saat tanaman mencapai 10 hingga 15 cm letakkan paprika di tempat yang agak teduh pada suhu yang kira-kira setara dengan suhu di area penanaman.

Penanaman Paprika

Siapkan bibit dalam keadaan siap tanam dengan ciri, tunas paprika sudah memiliki dua susunan daun penuh. Dan cara menanam paprika dengan baik dan benar:

  1. Ambil bibit paprika dari nampan bibit secara perlahan, jangan sampai akar serta daunnya rusak jika anda mengambilnya.
  2. Tentukan jarak 25 hingga 38 cm per tanaman untuk penanaman di setiap lahan.
  3. Tempatkan tumpukan jerami 1 cm di atas tanah yang ditanami bibit paprika.
  4. Tambahkan mulsa setebal 5 cm ke tanah. Hal ini berguna untuk memudahkan perawatan tanaman paprika.

Perawatan dan Pemeliharaan

Setelah proses penanaman paprika selesai, hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah merawat tanaman paprika. Hal ini dimaksudkan agar paprika yang Anda tanam subur dengan kualitas dan kesuburan yang baik ketika musim panen tiba. Dan inilah tahapannya.

Penyiraman

Hal terpenting yang harus diperhatikan, agar paprika Anda tidak layu dan kekurangan nutrisi adalah proses penyiraman yang benar untuk paprika:

  1. Tidak seperti tanaman lain, paprika harus disiram sangat sering dan memastikan bahwa tanah di tanaman paprika selalu lembab tetapi tidak terlalu basah.
  2. Anda bisa melakukan penyiraman 2 hingga 3 kali sehari saat musim panas tiba. Dan 1 hingga 2 kali sehari ketika musim hujan tiba, sesuaikan dengan penyiraman di lahan tanam.
  3. Saat menanam untuk pertama kalinya, gunakan campuran hidrogen peroksida atau teh chamomile sebagai pensteril tanah.

Penyiangan

Untuk menjaga kesuburan dan nutrisi, Anda perlu menyiangi tanaman paprika yang Anda tanam:

  1. Untuk menghindari cedera pada tangan Anda, Anda bisa mengenakan sarung tangan plastik terlebih dahulu.
  2. Perhatikan tanah dan tempat Anda menanam paprika. Jika ada rumput atau tanaman liar, bersihkan dengan hati-hati agar tanah tidak rusak.
  3. Lakukan penyiangan setiap 2 minggu sekali, sembari anda melakukan penyiangan anda juga bisa sedikit menggemburkan tanah lahan tanam.

Pemupukan

Setelah penyiangan, Anda juga perlu menyediakan pupuk untuk memberi nutrisi tanaman paprika dan menghasilkan buah yang baik. Caranya :

  1. Pemupukan harus dilakukan seminggu sekali dan juga memperhatikan kondisi tanaman paprika Anda. Jika tanaman memiliki daun pucat, sedikit kuning, tanaman Anda membutuhkan pemupukan tambahan.
  2. Pilih pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi, seperti kompos, dan sebarkan merata di tanah.
  3. Setelah pemupukan siramlah secara merata untuk membantu mempercepat proses penyerapan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  1. Menanam paprika dalam pot atau polybag lebih aman dari hama daripada menanamnya di lahan.
  2. Hama yang sering menyerang biasanya ulat. Hama ulat bulu dapat dikontrol secara mekanis dengan menarik dan menghancurkan ulat.
  3. Jika tanaman terkena penyakit atau layu dan mati, cabut tanaman kemudian dibakar atau dibuang jauh agar tidak menular.
  4. Jika hama dan penyakit cukup kuat, gunakan insektisida atau fungisida tergantung pada jenis hama dan penyakit.

Proses Panen

  1. Paprika dapat dipanen pada umur 85-90 hari setelah tanam.
  2. Paprika bisa dipetik saat buahnya masih hijau atau saat paprika sudah matang.
  3. Biasanya, panen paprika membutuhkan 7-9 bulan.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam paprika semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: