10 Cara Budidaya Jambu Biji agar Cepat Berbuah

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Menanam jambu biji sebenarnya bukan perkara sulit karena tanaman ini memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan di daerah tropis. Jambu biji memiliki banyak varietas dan nilai ekonomi yang besar. Jadi jangan heran jika banyak orang ingin berlomba-lomba untuk menanam jambu biji.

Jambu biji dapat dibudidayakan melalui perbanyakan vegetatif dan generatif. Perbanyakan vegetatif dilakukan dengan mencangkok atau okulasi, sedangkan penanaman generatif dilakukan dengan menanam biji. Untuk menghasilkan tanaman jambu yang lebih kuat dan lebih berbuah lebat disarankan untuk menanam dari biji. Artikel ini melanjutkan cara menanam jambu biji dari biji.

Budidaya-Jambu-Biji
Budidaya Jambu Biji

Cara Budidaya Jambu Biji

Pemilihan Bibit

Jambu biji memiliki beberapa varietas. Tentu saja, ketika memilih bibit jambu biji varietas jambu biji yang akan ditanam di kebun rumah harus dipilih terlebih dahulu. Bibit jambu biji yang akan ditanam di lahan dapat diperoleh melalui proses pembibitan generatif menggunakan biji dari buah dewasa dan tidak jatuh dari tanah.

Untuk penanaman jambu biji untuk berbuah cepat, bibit vegetatif juga dapat dipilih dengan cara pencangkokan atau okulasi.

Jika Anda telah menerima buah jambu biji dengan kualitas di atas rata-rata, Anda harus menyiapkan buah jambu biji untuk disemai. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pilih buah jambu biji kupas kulitnya dan ambil bijinya.
  2. Cuci biji secara menyeluruh dalam air mengalir dan rendam dengan air selama 3-6 jam.
  3. Biji yang mengambang sebaiknya dibuang.
  4. Langkah terakhir yaitu mengambil bibit yang tenggelam dan menyimpannya selama satu hari.

Persiapan Media Tanam

Setelah Anda selesai dengan benih yang akan ditanam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam untuk disemai. Media tanam yang digunakan pada tahap ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit buah dari biji. Berikut ini adalah alat dan bahan untuk disemai:

  1. Pot atau polybag, jika tidak ada bisa menggunakan gelas plastik bekas air mineral.
  2. Tanah bercampur pasir.
  3. Pupuk organik, bisa pupuk kompos atau pupuk kandang. Lebih baik untuk menghindari kotoran sapi karena sangat panas, yang dapat menyebabkan kematian tanaman.
  4. Cetok atau sekop kecil.
  5. Air secukupnya.

Penyemaian

Untuk menanam jambu biji secara generatif atau dari biji proses penyemaian sangat penting. Penyemaian dilakukan untuk merangsang pertumbuhan biji buah untuk tumbuh dengan media mikro. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa bibit baru dapat menghindari hama dan penyakit jika tidak ditanam langsung di tanah.

Karena itu, lakukan proses penyemaian di tempat yang aman dan strategis sehingga dapat memonitor perkembangan benih buah sesuai jadwal. Biji jambu biji dapat ditabur menggunakan prosedur berikut:

  1. Campurkan kompos 2: 1: 1 dengan pasir, tanah dan pupuk kompos
  2. Tempatkan campuran di bagian ¾ dalam pot, polybag atau gelas plastik bekas
  3. Biarkan selama dua minggu
  4. Tempatkan biji di atas campuran tersebut
  5. Tutupi dengan pasir
  6. kemudian siram dengan air secukupnya
  7. Selalu perhatikan perkembangan tunas jambu biji tersebut
  8. Jangan lupa melakukan penyiraman secara terjadwal
  9. Jagalah agar media tanam untuk selalu tetap lembab

Jika penyemaian berhasil, tunas dapat tumbuh dalam 20-30 hari. Kira-kira 2-4 bulan kemudian, bibit akan mencapai ketinggian sekitar 5-10 cm. Pada titik ini, bibit dianggap siap untuk ditanam di lahan permanen.

Persiapan Lahan Tanam

Saat Anda menunggu benih jambu biji tumbuh lakukan pengolahan lahan. Lahan yang dimaksud adalah lahan permanen tempat jambu biji ditanam. Disarankan untuk menyiapkan lahan mulai dua minggu sebelum pemindahan bibit. Berikutnya adalah proses persiapan lahan jambu biji.

  1. Pilih tanah yang gembur dan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung
  2. Bersihkan lahan tanam dari batu dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  3. Galilah lubang sedalam 20-30 cm
  4. Buatlah bedengan di sekitar lubang setinggi 30 cm dan lebar 3 m untuk mendukung saluran air untuk tanaman
  5. Tambahkan sebanyak ¾ pupuk kompos atau pupuk kandang
  6. Biarkan lubang bekerja dengan pupuk selama dua minggu untuk membuat tanah lebih stabil dan cocok untuk ditanam.

Proses Penanaman

Setelah lubang dibiarkan dengan pupuk selama dua minggu, saatnya untuk melakukan pemindahan bibit. Langkah-langkah berikut dapat diikuti untuk membawa biji jambu biji ke lahan permanen.

  1. Jika Anda menggunakan polybag, sobeklah polybag tersebut.
  2. Lepaskan tanaman dari pot atau polybag
  3. Pastikan tanah ikut terangkat dan tidak hancur
  4. Pindahkan ke media permanen dengan menempatkannya di lubang tanam
  5. Pastikan posisi batang tanaman tegap lurus
  6. Tutup kembali dengan tanah dan kemudian padatkan
  7. Lakukan penyiraman dengan air secukupnya

Perawatan dan Pemeliharaan

Penjarangan dan Penyulaman

Diperlukan pengenceran jika bibit tumbuh terlalu dekat sehingga benih tidak bisa tumbuh sempurna. Bibit yang tidak tumbuh optimal harus diganti dengan bibit baru sesegera mungkin.

Pemangkasan

Cara lain menanam untuk memaksimalkan pertumbuhan buah jambu biji dengan melakukan pemangkasan pohon di sekitar bibit selama dua minggu. Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang tua dan muda.

Pemangkasan juga dilakukan ketika jumlah buah terlalu besar dengan mengurangi pucuk di cabang sehingga buah lebih optimal dalam ukuran dan rasanya. Pemangkasan tajuk yang rimbun juga perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil buah jambu biji.

Pemupukan

Untuk Mempertahankan kesuburan tanah juga merupakan proses penting yang harus dilakukan ketika menanam pohon jambu. Pada usia 0-1 tahun, 40 kg pupuk, 50 kg pupuk TSP, 100 g pupuk urea dan 20 g pupuk ZK harus diterapkan di sekitar pohon.

Proses Panen

Setelah memasuki usia 2-3 tahun, jambu biji mulai berbuah. Jika pembibitan dari pencangkokan atau okulasi berlangsung pada usia 6 bulan jambu biji dapat berbuah. Namun, buah siap dipanen 2-3 bulan setelah panen. Ciri-ciri buah siap panen adalah keluar aroma sedap, kulitnya yang hijau tua menjadi pudar keputihan untuk jenis bangkok atau menjadi kuning jika jenisnya jambu biji merah.Biasanya dalam setahun bisa dilakukan pemanenan dua kali dengan penanaman dan perawatan yang baik.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya jambu biji semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya