10 Cara Menanam Pisang Terbaru Sampai Panen

Posted on

Cara Menanam Pisang Terbaru – Buah pisang sudah sangat akrab dengan masyarakat indonesia, dimana pisang adalah jenis buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Tidak hanya dikonsumsi oleh orang tua, tetapi juga sebagai makanan tambahan untuk balita.

Tanaman pisang sangat mudah ditemukan terutama di wilayah indonesia di mana beragam buah merupakan makanan umum masyarakat. Anda juga dapat menemukan pisang di berbagai pasar lokal, tradisional dan bahkan di supermarket terdekat. Karena di indonesia juga cocok untuk pertumbuhan pisang yang menyukai iklim tropis. Secara ilmiah, pisang mempunyai nama musa yang diklasifikasikan sebagai tanaman dari strain musaceae.

Di Indonesia ada berbagai jenis pisang seperti pisang susu pisang kepok, pisang berlin, pisang raja dan banyak lainnya. Selain itu, harga pisang sangat terjangkau yang bisa diraih dari kalangan atas ke bawah. Karakteristik tanaman pisang mirip dengan tanaman terna raksasa dengan daun panjang dan lebar.

Cara Menanam Pisang Terbaru dengan Baik dan Benar

Cara Menanam Pisang Terbaru
Cara Menanam Pisang Terbaru

Syarat Tumbuh

  1. Pisang dapat tumbuh dengan baik pada iklim hangat dan lembab.
  2. Suhu terbaik untuk pertumbuhan pisang adalah 27 derajat celcius dan suhu maksimum 38 derajat celcius.
  3. Pisang menyukai lahan terbuka, namun kelebihan sinar matahari menyebabkan tanaman pisang mengalami sunburn.
  4. Tanaman pisang sangat sensitif terhadap angin kencang karena bisa merobek daunnya.
  5. Curah hujan antara 200 sampai 220 adalah curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan pisang.
  6. Kelembaban Tanah yang baik adalah 60 – 80%
  7. Tanah untuk pertumbuhan pisang sebaiknya tanah gembur dan liat serta memiliki aerasi yang baik.
  8. Tanah harus memiliki unsur hara yang baik.
  9. Tanaman pisang membutuhkan pH antara 5.5 sampai 7.5.

Persiapan Lahan Tanam

Lahan tanam untuk tanaman pisang perlu dipersiapkan dengan baik sehingga menjadi media tanam yang subur. Pengolahan lahan tanam adalah sebagai berikut :

  1. Membajak tanah untuk menggemburkan tanah menggunakan cangkul atau traktor sedalam 8 cm yang memudahkan untuk perakaran pada tanaman.
  2. Penggaruan yaitu penghancuran gumpalan dan perataan tanah. Penggarukan bertujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah.
  3. Kemudian sebarkan pupuk kandang di lahan tanam.
  4. Kemudian buatlah lubang tanam, umumnya lubang tanam untuk menanam pisang berukuran 65 cm x 65 cm x 65 cm.
  5. Kemudian diamkan lahan tanam selama 2 minggu.
  6. Setelah 2 minggu, lahan tanam sudah bisa ditanami.

Penyemaian Benih

Pisang umumnya ditanam dengan anakan oleh petani. Bibit anakan dari daun berbentuk pedang lebih disukai oleh petani karena pohon pisang yang berasal dari pohon tersebut menghasilkan tandan yang lebih besar ketika pertama kali dipanen (tanaman induk).

Perbanyakan tanaman pisang juga bisa menggunakan bonggol. Bonggol ini biasanya dibelah dua dan direndam dalam air panas (52 ° C) atau dalam larutan pestisida untuk membunuh pengerek dan nematoda sebelum dipindahkan.

Kultur jaringan sekarang telah dikembangkan untuk perbanyakan cepat melalui ujung pucuk yang bebas penyakit. Metode ini telah dilakukan pada skala komersial, tetapi keberadaan mutasi yang tidak diinginkan menjadi perhatian.

Bioteknologi pisang dengan kultur jaringan memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Bibit pisang bebas dari penyakit menular seperti virus dan nematoda sehingga menjadikannya lebih ekonomis
  2. Persentasi tanaman hidup lebih tinggi (95%).
  3. Usia buah lebih cepat 4-5 bulan dibandingkan dengan metode lain
  4. Tanaman lebih seragam dan sesuai dengan jenis induknya
  5. Waktu panen sekaligus yang membuat pemasaran lebih mudah.

Proses Penanaman Pisang

Penanaman biasanya dilakukan pada awal musim hujan. Kebutuhan benih pisang untuk satu hektar luas tanam tergantung pada jarak. Diperlukan 1.800 benih untuk jarak 7 x 7 m jika 2.500 benih diperlukan untuk jarak 6 x 6 m, sedangkan 3.000 bibit diperlukan untuk jarak 5 x 5 m.

Bibit biasanya ditanamkan hingga kedalaman 30 cm. Pisang dapat digunakan sebagai tanaman utama atau tanaman campuran dalam sistem panen.

  1. Pisang biasanya ditanam sebagai tanaman perawat untuk kakao muda, kopi, lada, dll. Ini juga dapat digunakan sebagai tanaman penutup di perkebunan karet atau kelapa sawit yang baru dibuat atau ditanam di bawah pohon kelapa yang sudah matang.
  2. Ketika pisang ditanam sebagai tanaman utama, mereka biasanya ditanam bersama dengan tanaman musiman.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman

Lakukan penyiraman dengan rutin pada pagi dan sore hari terutama diawal musim kemarau dan awal masa tanam untuk menghindari lahan tanam kekeringan.

Pemupukan Susulan

Berikan nutrisi tambahan untuk tanaman pisang dengan cara memberikan pupuk. Pemberian pupuk dapat berupa pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik berupa kompos dan pupuk kandang dan pupuk onorganik berupa urea dan KCl.

Penyiangan

Lakukan penyiangan terhadap gulma dan tanaman liar disekitar tanaman pisang agar tidak mengganggu tanaman tersebut. Gulma dan tanaman liar yang tidak dibersihkan akan merebut nutrisi didalam tanah.

Pengurangan Anakan

Untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman pisang, sebaiknya dalam 1 pohon pisang hanya mempunyai 2 sampai 3 anakan. Jika terdapat lebih anakan maka sebaiknya dibuang.

Proses Panen

Buah pisang sebaiknya dipanen ketika masih mentah. Jika Anda memilih dengan tingkat kematangan yang tepat, Anda akan mendapatkan pisang kelas super. Tanda-tanda pisang dengan kematangan yang cukup adalah:

  1. Buahnya tampaknya terisi dan tepi buahnya telah menghilang.
  2. Di ujung sisir bagian atas terdapat sekitar 3 hingga 4 buah yang sudah matang.
  3. Batang pada tangkai telah jatuh.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam pisang terbaru semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

  1. 8 Cara Menanam Jahe Merah di Tanah
  2. 10 Cara Menanam Markisa agar Cepat Berbuah
  3. 9 Cara Menanam Pandan agar Subur dan Manfaatnya