6 Cara Menanam Sawi Hijau (99% Berhasil)

Posted on

Cara Menanam Sawi – Sawi adalah jenis sayuran hijau yang banyak dikonsumsi orang. Tanaman sawi termasuk dalam famili Gruciferae (Brassicaceae) dan masih terkait dengan kol, brokoli, dan lobak. Jadi cara menanam sawi hijau tidak akan jauh berbeda.

Sawi hijau saat ini ditanam di Indonesia oleh para hortikultura dalam skala besar. Budidaya sawi oleh petani dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Olahan sawi dalam bentuk sayuran sawibanyak diminati. sawiIni juga bisa menjadi campuran sayuran dalam makanan seperti bakso, bakpao, capcay, nasi goreng, dll.

Budidaya-Sawi
Budidaya Sawi

Sawi hijau memiliki banyak manfaat kesehatan selain rasanya yang enak. Manfaat sawi hijau atau manfaat sawi putih dapat mengobati gejala batuk dan demam dan meningkatkan fungsi ginjal. Bisa juga mengobati disentri, keputihan dan bisul. Mustard juga kaya akan vitamin A dan vitamin C.

Untuk mendapatkan tanaman sawi yang baik secara alami membutuhkan teknik yang tepat untuk menanam sawi. Cara menanam sawi benar.

Berikut adalah Cara Menanam Sawi

Pemilihan Bibit Sawi

Hal pertama yang harus Anda lakukan dan perhatikan ketika menanam sawi adalah pemilihan benih. Proses ini merupakan fase penting karena merupakan faktor penting untuk kesuksesan dan kualitas sawi yang tumbuh. Biji sawi yang baik diperlukan untuk menumbuhkan sawi dengan kualitas yang baik.

Benih berkualitas baik tersedia dalam toko benih yang masih dalam kemasan dan tidak rusak. Karakteristik umum dari biji sawi yang baik adalah tekstur hitam-cokelat, keras dengan bentuk bulat kecil dan permukaan halus dan mengkilap. Biji sawi tidak hanya bisa dibeli, tetapi juga bisa diperoleh dari sawi yang berumur ± 70 hari.

Biji sawi yang akan diambil Biji harus dipisahkan dari tanaman sawi lainnya untuk memudahkan penyemaian. Untuk setiap hektar lahan ± 750 gram biji sesawi dibutuhkan.

Penyemaian Bibit

Langkah selanjutnya dalam proses ini adalah penyemaian sawi. Mengapa proses penyemaian bibit penting? Dengan penyemaian, Anda dapat memaksimalkan pertumbuhan bibit dalam proses penyemaian. Ada begitu banyak senyawa seperti pupuk dan tanah hitam sehingga tanaman potensial dapat tumbuh optimal.

Selain itu, proses pemeliharaan bibit bisa optimal. Mengapa demikian? Tentu saja, selama proses penyemaian, Anda menanam benih dengan benar sehingga Anda dapat mengontrol benih mana yang menjadi sehat dan benih mana yang harus diganti dengan yang baru.

Setelah Anda mengetahui manfaat dari proses penyemaian langsung, kami menyediakan metode yang tepat untuk menyemai bibit sawi sebagai berikut:

Proses penyemaian:

  1. Pertama siapkan media tanam dalam bentuk tanah dan pupuk secukupnya
  2. Bersihkan tanah dari sampah atau batu, bersihkan dengan tangan atau gunakan ayakan
  3. Campur semua bahan tanaman di satu tempat
  4. Setelah semuanya tercampur di satu tempat agar lebih mudah dikendalikan, Anda dapat menggunakan nampan atau kantong plastik / polybag
  5. Tahap selanjutnya adalah peletak bibit/benih sawi kemedia tanam dengan melubangi media tanah lalu masukan kelubang bibit tersebut
  6. Siram media tanaman dengan air. Perlu diingat bahwa penyiraman hanya menargetkan tanah basah dan tidak membutuhkan penyiraman berlebih
  7. Fase terakhir adalah menunggu, Anda akan menunggu 2-3 minggu untuk benih / biji sawi.

Persiapan Lahan

Tahap selanjutnya adalah pengolahan media tanam. Yang harus Anda lakukan adalah menemukan tempat yang cocok sebagai lahan pertanian sawi. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah membebaskan tanah dari rumput, sampah dan tanaman yang bisa memengaruhi pertumbuhan sawi.

Ketika semua langkah di atas telah selesai, Anda memasuki langkah pemrosesan utama.

Cara mengolah tanah:

  1. Siapkan cangkul dan gemburkan tanah untuk digunakan sebagai media penanaman
  2. Setelah itu, Anda dapat menambahkan pupuk pada tanah yang gembur sehingga pupuk tersebut dapat dicampur secara merata dengan tanah
  3. Periksa nilai PH tanah yang akan digunakan sebagai area penanaman. Jika PH tanah kurang dari 5, tanah tidak cocok sebagai area taman. Namun tenang, masalah tersebut bisa diselesaikan dengan menaburkan kapur pertanian di area penanaman
  4. Buat bedengan dengan lebar 125 cm dan panjang 125 cm sesuai dengan jumlah tanaman sawi yang akan ditanam, kemudian usahakan mencapai bedengan setinggi 30 cm sehingga proses pengairannya mudah dan tanaman sawi dapat dirawat secara optimal.
  5. Setelah bedengan selesai, Anda bisa membuat lubang di mana sawi ditanam. Jarak antar lubang sekitar 5-10 cm.

Proses Penanaman Sawi

Cara menanam sawi berikutnya akan sedikit mudah namun perlu ketelitian yang tepat, karena jika calon tanaman dipindahkan secara sembarangan akan mengganggu proses pertumbuhan sawi secara maksimal.

Pertama pilih sawi hijau, yang sudah memiliki 3-4 daun setelah itu cabut tanaman sawi. Berhati-hatilah saat mencabut tanaman sawi dan usahakan akarnya tetap utuh.

Ingatlah untuk menutup tanaman hanya dengan tanah tipis setelah meletakkannya di lubang yang disiapkan pada permukaan tanam dengan tanah di sekitarnya. Terakhir adalah proses penyiraman yang bertujuan untuk memastikan bahwa tanaman sawi mendapatkan cukup air.

Perawatan dan Pemeliharaan

Cara selanjutnya untuk menumbuhkan sawi adalah tahap perawatan. Karena kita tahu bahwa tanaman sawi tidak tumbuh secara optimal ketika kita tinggal setelah dipindah ke area penanaman, tahap perawatan sangat penting jika Anda ingin menanam tanaman sawi agar dapat tumbuh secara optimal.

Perawatan sawi sangat sulit, karena sawi tidak tumbuh dengan baik atau bahkan mati jika diperlakukan secara tidak benar. Pastikan sawi mendapatkan sinar matahari yang cukup jika tidak terpapar lebih dari 8 jam sehari.

sawi harus disiram dua kali sehari agar tanah tetap basah dan lembab. Namun, ketika musim hujan dimulai, pastikan bahwa intensitas curah hujan memenuhi persyaratan pertumbuhan sawi.

Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa proses pemeliharaan sangat penting, tetapi Anda tahu bahwa ada begitu banyak perawatan yang perlu dilakukan pada tanaman sawi. Kami akan menjelaskan beberapa perawatan yang harus dilakukan pada tanaman sawi agar tumbuh optimal.

PenyiramanTanaman

Tanaman yang tumbuh perlu disiram secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah tempat tumbuh. Idealnya, tanaman harus disiram dua kali sehari di pagi dan sore hari.

Penyiraman bisa dilakukan dengan mencampur air dengan pupuk organik atau dengan air pencuci beras. Hal ini dilakukan untuk menambah nutrisi tanah sehingga sawi akan mendapat nutrisi yang baik.

Selama musim kemarau, intensitas air yang digunakan untuk menyirami tanaman diperbanyak. Hindari sawi dari terkena sinar matahari selama lebih dari 8 jam. Namun, ketika musim hujan terjadi, kurangi intensitas air yang digunakan. Saat hujan deras, tanaman tidak perlu disiram dua kali sehari karena kelembaban tanah yang tinggi.

Penjarangan Tanaman

Proses penjarangan sama pentingnya dalam menanam sawi. Penjarangan biasanya memakan waktu 14 hingga 18 hari. Proses ini terjadi dengan mencabut tanaman sawi yang tumbuh terlalu dekat sehingga sawi memiliki kesuburan yang sama.

Penyulaman

Proses penggantian sawi, yang dirusak oleh tanaman baru yang masih bagus, adalah tahap penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan 2-4 kali sebelum penanaman dengan mengamati tanaman sawi yang telah rusak atau belum ditanam. Jika ada tanaman yang rusak, segera lepaskan dan ganti dengan tanaman sawi lain yang masih bagus.

penyiangan

Proses ini dilakukan 2-4 kali selama penanaman dengan mencabut gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar sawi, menggemburkan tanah dan pemupukan setelah 3 minggu penanaman. Pemupukan dapat dilakukan dengan 1 sendok teh urea, yang dicampur dalam 25 liter air dan dituangkan di atas tanaman di pagi dan sore hari.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang biasanya menyerang sawi adalah ulat yang menghancurkan daun, ulat tanah dan ulat tentara. Sedangkan penyakit yang umumnya menyerang sawi adalah penyakit bercak daun, Penyakit Merah Alternaria, Penyakit Clubroot dan Penyakit Daun Busuk Daun.

Karena hama dan penyakit yang mempengaruhi sawi dapat memengaruhi kualitasnya, hama dan penyakit harus diberantas. Pengendalian dapat dilakukan dengan pemberian pestisida selama 2 minggu sebelum panen.

Proses Pemanenan

Proses terakhir adalah panen, fase ini ditunggu-tunggu oleh para petani, tetapi jika proses panen tidak hati-hati, sawi tidak akan bertahan lama.

Pastikan sawi hijau yang ingin Anda panen berumur 50 hari, potong pangkal sawi dengan pisau dan ikat setiap 1 gram dengan tali. Kemudian tempatkan sawi di tempat yang sejuk tetapi tidak lembab.

Demikianlah Pembahasan tentang cara menanam sawi, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya :