8 Cara Menanam Terong Ungu agar Berbuah Lebat

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Terong adalah jenis sayuran yang berbentuk memanjang seperti pisang, tetapi terong ini adalah jenis sayuran yang merupakan gambas yaitu terong kaya daging yang rasanya hambar. Karena rasa terong yang hambar, terong dapat digunakan sebagai aneka hidangan dan sayuran. Contoh jenis masakan yang terbuat dari terong adalah oseng-oseng terong, sop, sayur lodeh, sambal terong dan juga masih banyak yang lainnya.

Terong adalah sayuran yang mudah tumbuh. Terong dapat ditanam di lahan bedengan, tegalan, ladang, pekarangan rumah, polybag, dan banyak lainnya. Karena itu, Anda dapat mengolahnya sesuai dengan lahan yang Anda miliki.

Cara-Menanam-Terong-Ungu
Cara Menanam Terong Ungu

Pada kesempatan ini, kami akan membahas cara menanam terong ungu agar berbuah lebat. Agar terong menghasilkan buah maksimum, sejumlah langkah dan proses harus dilakukan dalam hal apa pun.

Cara Menanam Terong Ungu

Syarat Tumbuh

Sebelum Anda memilih terong ungu, Terlebih dahulu Anda harus sudah tahu kondisi pertumbuhan untuk tanaman ini. Aspek ini juga dapat membantu Anda menemukan alternatif yang tepat untuk tanaman terong ungu potensial Anda. Berikut adalah kondisi untuk mengembangkan terong ungu.

  1. Cuaca tropis dengan udara panas
  2. Jenis tanah lempung berpasir dengan unsur organik yang kaya
  3. Tanah gembur dan sistem drainase baik sehingga tidak mandek
  4. Tingkat PH 6,8 hingga 7,3
  5. Tempat berkembang di dataran rendah sampai dataran tinggi yang menjangkau ketinggian seputar 1200 mdpl
  6. Temperatur udara antara 22 dan 30 derajat Celcius
  7. Tempat terbuka di mana banyak sinar matahari bersinar

Pemilihan Bibit Unggul Terong Ungu

Langkah pertama cara menanam terong ungu adalah memilih benih unggul dari terong ungu. Anda bisa mendapatkan benih unggul dengan membelinya di toko benih terdekat atau dari petani setempat. Bibitterong yang dijual biasanya dalam bentuk bibit atau biji. Beberapa metode untuk menentukan kualitas biji terong ungu adalah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut.

  1. Kondisi bibit bersih dan mengkilat
  2. Benih sudah melewati proses istirahat yang cukup
  3. Kadar air yang terkandung dalam bibit benar-benar cukup
  4. Ukuran, bentuk dan warna bibit seragam dan tidak berbeda-beda
  5. Benih tidak terkontaminasi dan tidak dicampur dengan bibit yang berkualitas rendah (cacat, kosong atau biji tanaman lainnya).
  6. Memiliki kekuatan daya kecambah atau daya tumbuh cepat, sekitar 80%

Jika sifat-sifat dari benih di atas terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam yang tepat untuk penanaman atau penyemaian terong ungu.

Persiapan Media Tanam

Mempersiapkan media tanam yang tepat adalah langkah dalam menanam terong ungu dan memainkan peran penting. Media tanam yang salah dapat menyebabkan tanaman berhenti tumbuh. Karena itu siapkan media tanam yang tepat misalnya seperti berikut ini.

  1. Tanah gembur dan kaya akan bahan organik
  2. Sekam padi
  3. Pot atau polybag yang berukuran sedang atau besar dan memiliki lubang di bagian bawah
  4. Cetok
  5. Air yang cukup untuk menyirami benih

Sedikit informasi tentang pemilihan pot atau polybag. Disarankan untuk menggunakan pot besar atau polybag sehingga proses penyemaian dapat terjadi dalam wadah yang sama. Hal ini merupakan alternatif bagi Anda yang tidak memiliki lahan besar untuk penyamaian benih terong ungu.

Penyemaian Benih Terong

  1. Sebelum terong ditanam di lahan, bibit terong harus disemai terlebih dahulu. Penyemaian dapat dilakukan dengan menaburkan benih terong ke bedengan semai. Dapat juga ditaburkan dengan polybag atau dengan nampan semai.
  2. Rendam benih terlebih dahulu sebelum menaburnya dengan air hangat kuku selama ± 5-6 jam. Kemudian biji dikeringkan dan disemai.
  3. Untuk menghindari sengatan matahari langsung atau air hujan, buat penutup yang bisa dibuka dan ditutup di atas persemaian.

Persiapan Lahan Tanam

  1. Bersihkan lahan dari tanaman gulma lalu tanah dibajak agar tanah menjadi gembur.
  2. Buat bedengan di tanah dengan lebar 90-100 cm, tinggi 20-25 cm dan jarak antara bedengan 40 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  3. Untuk menjaga pH tanah, taburkan pupuk dolomit pada bedengan dengan dosis 1-2 ton / jam. Kemudian biarkan selama 10 hari.
  4. Kemudian taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang di atas bedengan dengan dosis 15 ton / jam. Anda juga dapat menambahkan pupuk campuran NPK atau pupuk campuran dalam bentuk TSP, KCL dan ZA dalam perbandingan 2: 1: 1 dengan dosis 0,5 ons per tanaman.
  5. Setelah menggunakan pupuk dasar, kemudian berikan mulsa plastik hitam perak. Pasang mulsa dengan posisi warna perak berada di atas.
  6. Buat lubang tanam dengan sekaleng susu yang dipanaskan. Buat lubang tanam dengan jarak 70 x 60 cm jika Anda menanam di musim kemarau dan 80 x 60 cm jika Anda menanam di musim hujan.

Proses Penamanan

  • Benih terong dapat ditanam 25-30 hari setelah semai.
  • Lakukan penanaman di sore hari agar bibit tidak terkena sinar matahari.
  • Pilih benih terong yang sehat dan bagus dengan batang kuat dan daun hijau segar.
  • Sebelum bibit ditanam, kepal-kepal plastik polybag agar bagian bawah polybag menjadi cukup padat sehingga bagian bawah tidak rusak saat polybag dibuka.
  • Buka plastik polybag perlahan dan tanam benih di lubang disiapkan, satu lubang untuk satu bibit.

Perawatan dan Pemeliharaan

  1. Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati, kerdil, atau dimakan hama. Penyulaman berlangsung sampai tanaman mencapai usia 15 HST (hari setelah penanaman).
  2. Pengendalian gulma juga harus dilakukan ketika gulma atau tanaman liar dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
  3. Lakukan penyiraman yang cukup agar tanaman tidak mengering (tergantung cuaca).
  4. Lakukan pemasangan ajir agar tanaman terong tidak roboh. Ajir yang diletakkan setelah tanam ditempatkan pada jarak ± 5 cm dari pangkal batang agar tidak merusak akarnya. Tanaman tersebut kemudian diikat ke tiang dengan tali.
  5. Lakukan pemupukan tambahan agar tanaman menjadi subur dan berbuah.Pemupukan dapat ditaburkan atau dikocorkan jika menanam terong menggunakan mulsa.
  6. Pemupukan pertama terjadi pada usia 10 HST (hari setelah tanam). Selain itu, pembuahan berlangsung setiap 1 minggu. Pemupukan tambahan dengan NPK, TSP, KCL, ZA atau KNO3 disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Proses Panen

  1. Terong dapat dipanen pada 70-80 HST.
  2. Panen dilakukan setiap 3 hari dengan memilih buah yang cukup umur, tidak terlalu tua atau terlalu muda.
  3. Petik buah beserta tangkainya dengan menggunakan pisau atau gunting.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam terong ungu semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: