12 Cara Budidaya Bengkoang dan Cara Perawatannya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Bengkoang adalah salah jenis buah dalam bentuk umbi-umbian. Buah ini memiliki warna daging putih bersih dan memiliki banyak kandungan air. Banyak orang yang menggunakan buah ini dimakan langsung atau dibuat rujak.

Buah bengkoang memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan Anda, salah satunya adalah kesehatan kulit. Tidak heran tanaman buah ini digunakan untuk membuat produk kecantikan karena dipercaya dapat mencerahkan dan melembutkan kulit.

Budidaya-Bengkoang
Budidaya Bengkoang

Ada dua jenis bengkoang yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia, yaitu jenis genjah dan Badur. Untuk varietas dengan genjah, mereka biasanya memiliki usia panen lebih cepat sekitar 4 hingga 6 bulan. Umur panen varietas Badur cenderung lebih panjang dan berkisar antara 7 hingga 11 bulan.

Cara Budidaya Bengkoang

Syarat Tumbuhh

Bengkoang cocok untuk ditanam di daerah dengan ketinggian hingga 1.500 meter di atas permukaan laut dan ketinggian daratan yang ideal 200-800 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan sekitar. 700-1.000 mm / tahun. Suhu yang ideal untuk menanam adalah 25-28 ° C dan pH asam tanah adalah 4,5-8. Bengkoang dapat tumbuh di tanah liat berpasir.

Persiapan Benih

Pilih benih yang berasal dari tanaman sehat dan biarkan sampai tanaman berbunga dan melepaskan polong. Yang paling penting adalah bahwa hanya tanaman tanpa bunga yang bisa menghasilkan umbi bunga. Jadi, jika Anda ingin mendapatkan benih pilih tanaman terbaik dan potong kembali di samping tanaman yang dipilih.

Biarkan polong tumbuh hingga tua dan Anda bisa memanennya sebagai benih. Jika ingin disimpan, jangan membuka kulit dari polong. Namun, jika kulit sudah terbuka polong harus disimpan di tempat yang padat dan kering agar benih stabil selama setahun.

Selain menggunakan polong dari pemilihan bibit tanaman langsung, Anda juga dapat memilih benih dari hasil panen. Pilih bengkoang berkualitas baik yang bisa Anda pilih dari bentuk dan ukuran. Simpan di tempat dengan kelembaban yang cukup sampai tunas tumbuh di umbi.

Persiapan Media Tanam

Persiapkan lahan yang dibajak atau dicangkul untuk menggemburkan tanah dan kemudian buat bedengan untuk drainase atau irigasi agar berjalan baik. Buatlah bedengan berukuran 1 meter dan tinggi 20-25 cm, panjangnya tergantung pada wilayah lahan yang Anda gunakan. Jarak antara keduanya adalah sekitar 40-50 cm.

Setelah bedengan siap, campur atau sebarkan pupuk kandang atau kompos dengan dosis sekitar 20 ton per 1 hektar dan kemudian aduk sampai merata. Gunakan lubang tanam tunggal sedalam 5-7 cm untuk menanam benih.

Buat 2 baris lubang di 1 bedengan dengan jarak sekitar 25 cm di baris dan jarak antara baris adalah 30 cm. Tanam 1 biji dalam 1 lubang atau lubang tunggal. Lakukan penyiraman agar tanah tetap lembab. Diperlukan 25-30 kg bibit untuk 1 hektar. Sebelum penanaman, benih direndam dan dikeringkan selama 6-12 jam dan kemudian dibiarkan selama 1 hari.

Proses Penanaman

Namun sebelum penanaman, benih harus direndam dan dikeringkan selama 6 hingga 12 jam sehingga mereka dapat beristirahat selama sehari. Setelah benih berkecambah, benih baru dapat ditanam.

Buatlah dua baris lubang dengan jarak 25 cm di baris dan jarak sekitar 30 cm pada bedengan.

Bengkoang ditanam dengan cara di tunggal. Masukkan 1 bibit bengkoang di setiap lubang dan timbun kembali dengan tanah. Kemudian lakukab penyiraman dengan banyak air untuk menjaga kelembaban tanah. Diperlukan 25-30 kg benih untuk setiap hektarnya.

Perawatan dan Pemeliharaan

Bengkoang adalah tanaman yang bisa bertahan dalam kekeringan. Namun, jika terjadi kekeringan ekstrem, tetap lakukan penyiraman pada bengkoang.

Penyiraman

Penyiraman yang dilakukan semi basah menyebabkan tanaman mati dan layu. Hindari melakukan penyiraman semi basah. Ketika bengkoang berumur 2 minggu, batang bengkoang sudah tumbuh dan mulai menjalar.

Penyiangan

Penyiangan pada usia ini yang sesuai dengan kondisi lahan. Penyiangan dilakukan jika ada tanaman gulma tumbuh disekitar tanaman bengkoang agar dapat tumbuh dengan optimal.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan jika benih tanaman ada yang mati atau tumbuh tidak normal dengan menggantinya menggunakan benih baru.

Hal tersebut karena pada usia seperti ini bengkoang tidak bisa mengejar pertumbuhan bengkoang lain. Kacang tanah juga berfungsi untuk meningkatkan kandungan nitrogen di tanah.

Pemupukan Tambahan

Ketika tanaman berusia 3 minggu berikan pupuk dengan kompos kering atau sekam ayam. Dalam satu bedengan biasanya membutuhkan hingga 20 kg atau sekitar 2 ton per hektar.

Pupuk harus ditambahkan dalam kondisi tanaman. Jika tampaknya kurang nutrisi tambahkan semua pupuk. Namun, jika tanaman sudah terlihat subur, lebih baik mengurangi aplikasi pupuk untuk mengurangi biaya

Gunting Pucuk Daun

Saat tanaman berumur sekitar satu bulan, potong tunas daun semua tanaman untuk pertama kalinya. Proses ini akan menghasilkan tunas baru, sehingga pemotongan kedua akan dibutuhkan pada usia 2 bulan.

Potong tunas dan bunga. Pemangkasan dilakukan ketika 80% dari bunga telah mekar untuk mencegah pertumbuhan umbi yang bukan ubi sempurna.

Ketika pemotongan dilakukan, ketika bunga belum mekar, umbi bengkoang berukuran kecil dan memanjang seperti wortel. Meskipun mereka memiliki bentuk bulat dan besar untuk bengkoang yang sempurna. Potongan ketiga atau terakhir dibuat ketika tanaman ubi berumur 3,5 bulan.

Potong semua bagian bunga dan daun muda, termasuk bunga di ketiak daun yang tidak boleh Anda lewatkan. Sebagai aturan, setelah pemotongan ketiga ini, perkembangan umbi terjadi dengan sangat cepat.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Secara umum, tidak ada banyak serangan hama dan penyakit ketika membudidayakan bengkoang, tetapi bintik-bintik daun, tungau dan kumbang harus diantisipasi. Untuk mengendalikan hama ini, rotasi tanaman dapat dilakukan dengan tanaman lain, pengolahan tanah yang baik, kebersihan tanah dan pemilihan benih yang baik.

Proses Panen

Tanaman bengkoang dapat dipanen saat berumur 4 bulan. Panen dilakukan dengan dicabut, jika sulit juga bisa digali. Bersihkan tanah yang menempel dan bengkoang siap dijula. Hasil panen yang baik biasanya menghasilkan 7-8 ton per hektar.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya bengkoang semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya