6 Cara Budidaya Jagung yang Baik dan Benar

Posted on

Budidaya Jagung – Jagung termasuk tanaman semusim, jadi tanaman ini hanya bisa berbuah sekali dalam satu musim. Ketinggian tanaman jagung sangat berbeda, meskipun tingginya antara 1 dan 3 m, tetapi ada varietas jagung yang berbeda, yang bisa mencapai 6 m.

Zea mays saccharata, atau lebih dikenal sebagai “jagung manis”, adalah salah satu varietas jagung yang paling dicari oleh kebanyakan orang Indonesia.

Alasannya adalah jagung ini adalah sejenis jagung yang sangat mudah dimasak, hanya dengan mengelupas kulit jagung, kita bisa memasaknya dengan memegang dan membakarnya, dan kita bisa makan langsung dari jagung. Selain itu, jagung adalah solusi yang dapat digunakan sebagai pengganti gaya hidup, terutama bagi masyarakat kita, yang perlu menggunakan atau mengkonsumsi gula rendah kalori.

Budidaya-Jagung
Budidaya Jagung

Berikut Adalah Budidaya Jagung

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Secara umum, tanaman jagung dapat tumbuh di bawah kondisi lingkungan yang berbeda. Namun, untuk hasil maksimum, ada beberapa kondisi untuk menanam jagung. Berikut adalah kondisi untuk menanam jagung:


Iklim

  1. Subtropis atau tropis dan wilayahnya antara 0-500 NL dan 0-400 SQ.
  2. Curah hujan ideal adalah 85-200 mm / bulan dan harus didistribusikan secara merata.
  3. Suhu optimal yang baik adalah 21-34 ° C
  4. Intensitas sinar matahari langsung, minimal 8 jam sehari
  5. Tanaman jagung tidak tternaungi, sehingga pertumbuhannya tidak terhambat atau benih yang rusak bahkan tidak menghasilkan buah.

Media Tanah

  1. Memiliki tekstur tanah yang gembur (bajaklah tanah sehingga tekstur tanahnya gembur).
  2. Mengandung nutrisi yang cukup.
  3. Tanah pH 5,5-7,5 (jika pH tanah terlalu asam atau tambahkan <5,5 dolomit pertanian / kapur).
  4. Jenis tanah yang cocok untuk jagung adalah Andosol. Latosol dengan persyaratan pH harus cocok untuk ditanam.
  5. Ketersediaan air yang memadai
  6. Kemiringan tanah kurang dari 8%.

Tinggi

Memiliki ketinggian antara 1000-1800 m di atas permukaan laut dengan ketinggian optimal antara 50-600 m di atas permukaan laut (di atas permukaan laut).

Iklim, media tanah dan ketinggian adalah 3 Syarat tumbuh untuk budidaya jagung

Pemilihan Benih Jagung

Sebagai langkah pertama dalam produksi jagung berkualitas tinggi dan hasil tinggi, Anda harus terlebih dahulu menentukan benih yang akan digunakan untuk menanam jagung yang akan digunakan nanti.

Oleh karena itu, biji jagung yang akan digunakan harus berasal dari biji jagung yang dianggap sehat, yang tidak terkena penyakit pada penaburan sebelumnya dan memiliki kualitas jagungyang baik. Untuk menanam jagung saat memilih benih:

  1. Sebaiknya, selalu gunakan biji jagung yang masih segar dan juga dibuat dari jagung berkualitas tinggi. sebaiknya, tingkat kecambah yang dibutuhkan untuk penanaman adalah sekitar 85%.
  2. Selain itu, gunakan jenis jagung yang telah mengalami pengembangan lebih lanjut dan yang telah dipercaya oleh pemerintah. Pembelian benih dapat dilakukan melalui perusahaan benih.
  3. Hindari benih dengan kecambah yang terlihat jelek dan terserang serangga dan hama parasit seperti burung. tak lupa jangan menggunakan biji yang sebelumnya terkena penyakit.

Pengolahan Lahan

Setelah menentukan benih yang akan digunakan untuk penanaman, selanjutnya harus mengolah tanah dari jagung yang akan ditanam. Untuk alasan ini, persiapan berikut harus dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas ketika menanam jagung:

Di daerah di mana jagung ditanam, tanah harus dicangkul atau dibajak agar tanah yang ditanami benih jagung menjadi gembur. Selain itu, tujuan lain dari tanah gembur adalah untuk membawa sirkulasi oksigen ke dalam tanah untuk digunakan dan untuk menghilangkan racun dan patogen yang berada didalam tanah. Setelah tanah digemburkankan, lahan yang digunakan harus didiamkan sekitar 5 – 7 hari agar terkena sinar matahari dan angin.

Ketika gulma berada di sekitar tanah, pembersihan harus dilakukan agar gulma tidak lagi mengganggu pertumbuhan jagung itu sendiri.

Kandungan asam tanah jagung itu sendiri rendah, yaitu pH yang dibutuhkan di atas pH 5. Jika area yang akan ditanami memiliki keasaman tinggi (di bawah pH 5), kita harus mengkalsifikasi lahan yang akan digunakan.

pengapuran dapat dilakukan dengan menaburkan kapur domolit agar dapat tersebar di tanah yang tidak digunakan untuk penanaman. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran harus disesuaikan dengan kebutuhan lahan tempat jagung ditanam.

Jika areal yang akan Anda gunakan sebelumnya digunakan untuk sawah, kita dapat menanam benih jagung secara langsung. Selain itu, kita perlu memastikan bahwa kita telah menyiapkan drainase yang baik untuk mendukung proses penanaman jagung sehingga daerah di mana penanaman dilakukan tidak dibanjiri air.

Membuat Bedengan

Selain itu, kita juga bisa membuat bedengan di lahan yang akan digunakan, yang berguna untuk drainase lahan.

Untuk mengolah bedengan, lebar sekitar satu meter dan tinggi bedengan sekitar 20 hingga 30 cm dengan panjang disesuaikan dengan jumlah lahan yang digunakan untuk penanaman jagung.

Setelah membuat tanggul, buat lubang tanam masing-masing sekitar 5 cm, kemudian atur jarak antara lubang tanam. Jarak yang sangat cocok untuk menanam benih jagung lebih disukai sekitar 50-70 cm di setiap lubang sehingga tanaman yang akan tumbuh dapat tumbuh dengan baik.

Sebab jika jarak antar tanaman terlalu kecil, ini mengganggu pertumbuhan jagung, karena makanan di tanah terpisah satu sama lain.

Penanaman Jagung

Ketika jagung ditanam untuk pertama kalinya, penanaman harus dimulai pada awal musim hujan, sehingga benih jagung yang ditanam memiliki cukup air untuk tumbuh. Kita juga bisa menanam di musim kemarau, tetapi yang perlu diperhatikan adalah irigasi yang baik agar benih jagung yang ditanam bisa tumbuh optimal.

Metode yang akan digunakan untuk menanam jagung sendiri adalah dengan menambahkan beberapa butir (sekitar 1-2) benih jagung ke setiap lubang tanam yang disiapkan. Kemudian tutup lubang tanam di mana benih telah ditempatkan dan timbun dengan kompos yang telah disiapkan sebelumnya.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyulaman

Tujuan dari proses penyulaman adalah untuk memeriksa tanaman potensial yang cocok untuk ditanam dan yang cocok untuk penggantian dengan bibit tanaman baru. penyulaman tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, karena Anda memiliki waktu penyulaman setelah menanam benih hanya maksimal 1 minggu untuk menyelesaikan penyulaman.

penjarangan

Selanjurnya adalah Penjarangan maksud penjarangan adalah mengurangi jumlah tanaman untuk memberi ruang bagi pertumbuhan tanaman yang tersisa. Dalam penyemaian, biasa dilakukan penanaman secara agak berlebihan jumlah tanaman untuk mengompensasi kegagalan perkecambahan. Pada usia tertentu, penjarangan dilakukan sedemikian rupa sehingga kepadatan populasi mencapai tingkat optimal untuk hasil maksimal. Penjarangan dapat terjadi saat tanaman berumur 1 minggu.

Pembubunan

Apa yang telah kami jelaskan di atas adalah pembubunan berfungsi agar calon tanaman memiliki batang yang kokoh serta mendekatkan unsur hara ke akar. Cara melakukan pembumbunan yaitu membuat parit diantara bedengan serta tanah dibalik bagian perakaran tanaman kegiatan ini dilakukan agar tanaman tidak mudah roboh.

pemupukan

Selanjutnya adalah proses pemupukan. Tujuan pemupukan adalah agar tanaman dapat tumbuh secara optimal dan tidak memiliki kekurangan nutrisi, karena tanaman sangat membutuhkan nutrisi.

Ada beberapa jenis pupuk dan jarak yang perlu Anda pertimbangkan sebelum pemupukan:

  1. Untuk pupuk dasar ditunggal di sebelah bibit dalam barisan tanaman dengan jarak 5 cm,
  2. pemupukan susulan I ditugal dengan jarak 10 cm dari tangkai.
  3. Pupuk susulan II ditugal dengan jarak 15 cm dari tangkai

Masa Panen Jagung

Setelah proses penanaman dan pemeliharaan dilakukan dengan baik, panen 75 jagung dimulai setelah hari ke-65.

Proses panen untuk tanaman ini juga cukup sederhana, dengan hanya bagian tongkol jagung yang diputar untuk memisahkan batang dari tanaman jagung. Sifat-sifat jagung adalah sebagai berikut:

  1. Kelobot dalam jagung sudah mengering
  2. Usia jagung telah berkembang hingga 65-75 hari
  3. Di bagian bawah biji jagung ada lapisan hitam
  4. Warna daun pada tanaman jagung biasanya kuning dan agak kering.

Demikianlah Pembahasan tentang budidaya jagung semoga dapat bermanfaat untuk anda

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: